Archive for Agustus 11, 2009

NAIK BUSWAY ATAU TRANSJAKARTA

Busway, setahu saya artinya kereta api bawah tanah. Tapi ketika saya di Jakarta, saya sering melihat rambu rambu yang berarti: ‘Dilarang masuk kecuali Busway’. Ada lagi yang bertulisan, ‘Hati hati, ini lajur Busway’. Mulanya saya bingung, tapi ketika saya melihat ada bus yang amat panjang melaju di lajur Busway itu, barulah saya tahu pasti bahwa Busway itu adalah mobil angkutan yang sedang saya lihat itu. Kadang Buswaynya sebesar bus ALS. Kadang dua kali lipatnya disambung seperti kereta dua gerbong. Jalan yang dilaluinya adalah jalan raya yang biasa juga. Tapi disediakan khusus dari kanan untuk busway ini. Ada rambu rambu lalu lintasnya yang mengartikan ‘Tidak boleh melalui lajur itu kecuali busway’. Busway ini melaju seperti tidak ada halangan. Sebab tidak ada yang lewat di lajur itu kecuali Busway itu sendiri. Busway ini nampak sangat mewah. Kenderaannya bagus bagus dan baru. Saya tidak pernah tahu tentang Busway ini kalau saya tidak ke Jakarta ini. Memang pernah kudengar di berita bahwa Busway akan hadir di kota Jakarta. Tapi saya beranggapan bahwa Busway adalah kereta api bawah tanah. Baru sekarang saya tahu Busway adalah bus yang mewah dan amat berguna bagi banyak orang di Jakarta.
Busway ini punya banyak halte, punya tempat memulai perjalanan dan punya tempat untuk berhenti. Busway ini hanya boleh berhenti di halte yang telah tersedia. Haltenya seperti box kaca. Masuk ke dalamnya mesti bayar Rp 3.500. Setelah berada di box kaca ber Ac ini, kita tinggal menunggu Busway yang akan datang. Satu persatu Busway yang kesemuanya diberi merk Transjakarta akan datang bergilir. Kita tinggal memilih mana yang akan kita naiki. Bila kita naik ke satu busway lalu singgah di halte selanjutnya atau juga singgah di halte mana saja, kita masih boleh menaiki busway yang datang berikutnya. Busway yang searah dengan perjalanan kita tadi ataupun juga dari arah yang berlawanan. Jadi kita tidak akan pernah membayar ongkos lagi walaupun berpindah pindah Busway selama kita tidak keluar dari haltenya di saat keluar dari Busway. Bila keluar dari halte, kita mesti bayar lagi seperti tadi Rp 3.500. Cara ini dibuat agar penumpang bisa pergi kemana saja di daerah Jakarta dengan hanya membayar ongkos sekali saja. Kita sendirilah yang memilih Busway tujuan mana yang akan kita naiki. Mau Busway tujuan Senen, Jati Negara, Ancol, kita tinggal transit saja.

Ingin lihat profil penulis: Klik disini
Terima kasih

Iklan

Comments (2) »

KEMENANGAN ALFAMARET DAN INDOMARET DARI YANG LAIN

Indomaret dan Alfamaret.
Ketika saya ke Jakarta. Mataku benar benar sangat terfokus melihat bagaimana unggulnya Indomaret dan Alfamaret dibandingkan pasar tradisional dan juga warung warung penduduk yang banyak tersebar di Jabodetabek. Ketika saya lihat swalayan Indomaret dan Alfamaret ini, saya sudah yakin bahwa mereka pasti menang dalam persaingan dagang. Antara lain saya nilai kemenangan mereka:
Mereka punya parkir yang lebih bagus dibanding yang lain,
Mereka punya security yang lebih terjamin,
Mereka punya lokasi jualan yang lebih luas (umumnya terdiri dari dua toko),
Mereka punya pelayan yang lebih segar segar, jam kerjanya tidak siang malam seperti warung kecil.
Kalau mereka buka siang malam,
Mereka menjaga secara bergantian,
Jenis dagangannya lebih lengkap,
Lampunya banyak. kadang terdiri dari 30 biji lampu dalam satu Indomaret.
Dindingnya putih bersih,
Perhitungannya lebih akurat karena pakai computer,
Udaranya nyaman karena pakai AC,
Raknya bagus bagus sehingga semua dagangan terpajang jelas,
Harganya murah dan tidak ada tawar menawar. Sangat menguntungkan bagi orang yang tidak pandai tawar menawar.
Tempatnya selalu strategis. Tentu jualannya akan laris. Tak ada pesimis dagang dalam cara seperti ini. Apalagi modalnya cukup, mereka bisa menyediakan barang yang murah hingga yang mahal. Tentu akan laku dan lancar. Saya benar benar jadi ingin membuka usaha seperti Alfa Maret dan Indomaret kalau saya punya modal. Saya benar benar meneliti apa yang mereka miliki agar dagangan mereka bisa sukses. Termasuk harga harga dagangan mereka saya pelajari. Dari barang M150 sebagai contoh. Harga dropping 2.600, mereka hanya jual 2.800. Sedang di warung kita bisa beli dengan harga 3.000 atau 3.500. Kemudian Krating Daeng, harga dropping 2.900, mereka hanya jual 3.100. Sedang di warung kita biasanya beli 3.500 atau 4.000. Bagaimana mungkin tidak lancar jualannya? Saya benar benar bermaksud membuka yang seperti ini dua tahun ke depan bila saya punya modal dan bila panjang umur. Tulisan saya ini hanya untuk diri saya sendiri, dan pada anda anda yang ingin meningkatkan usaha swalayan yang lagi trend.

Pemilik blog ini adalah penulis buku 40 Hari Di Tanah Suci.
Ingin lihat profil penulis: Klik disini
Terima kasih banyak atas kunjungannya

Comments (4) »

BUS KOTA ROUTE SENEN BEKASI

Bus kota tujuan Senin dari Bekasi Barat adalah dengan menaiki mobil angkutan nomos 20 tujuan Pondok Kopi Jakarta Timur, kemudian dilanjutkan dengan menaiki bus Metro Mini nomor 47 warna orange.
Di bawah ini saya tuliskan beberapa nama jalan raya yang akan dilalui bila kita menaiki bus angkutan penumpang dari Bekasi menuju Senen Jakarta Pusat.
Jln bintara jaya (bila kita berada di Tambun), jln Pondok Kopi, jln I Gusti Ngurah Rai, jln raya Bekasi, jln Pemuda Arion Mall, jl Rawasari, jl Cempaka Putih, jl cempaka putih Barat, jln Suprapto (Cikeas), maka kita akan terus menuju Senen dengan melewati Atrium Plaza dulu, kemudian membelok ke depan Pasaraya Jakarta Pusat. Bila telah tiba disini, maka penumpang akan turun semua. Penumpang baru akan naik kembali. Bila ingin tahu bagaimana memilih bus kota dari Senin ke Bekasi. Kita cukup menaiki mobil Metro Mini nomor 47 kembali. Metro mini ini akan berhenti di Pondok Kopi. Di sinilah kita menyetop angkutan nomor 20 yang banyak berlewatan. Tapi agar lebih cepat, kita bisa bilang pada sopir Metro Mini bahwa kita berhenti di lintasan bus kota 20. Sebab sebelum Metro Mini sampai ke tujuan terakhirnya, kita masih bisa bertemu dengan bus kota 20 sebelum Metro Mini 47 ini sampai ke titik berhentinya. Bila sudah kelihatan bus kota nomor 20, naiki saja. Bus 20 ini akan melewati Bintara Jaya, Bila memilih bus kota 26, hanya lewat di ujung jalan Bintara Jaya. Bila memilih bus kota nomor 03, berarti anda akan dibawa ke Karanji dari Pondok Kopi ini.

Pemilik blog ini adalah penulis buku 40 Hari Di Tanah Suci.
Ingin lihat profil penulis: Klik disini
Terima kasih banyak atas kunjungannya

Comments (2) »