Archive for Mei, 2011

BAGAIMANA AGAR KITA PUNYA INCOME DENGAN KARYA TULIS TANPA IKLAN

Pernah saya menonton tv beberapa tahun yang lalu. Bahwa Arswendo Atmowiloto yang terkenal sebagai pengarang cerita dalam film serial tv ACI atau Aku Cinta Indonesia sudah lebih doyan menulis karya sastra dan buku cerita di Internet daripada mencetak buku seperti dulu dulu. Saya masih ingat komentar Arswendo Atmowiloto dalam tayangan tv itu bahwa ia bisa saja melihat berapa pendapatannya di Internet. Semakin banyak yang membaca bukunya, semakin banyak pula pendapatannya. Tapi saya benar benar lupa program apa namanya yang
ia membicarakan. Bila cara yang mereka jalani kita ikuti, tentu akan menjadi sumber uang yang bagus bagi kita sebagai seorang Penulis. Tapi yang saya sesalkan, kenapa saya tidak tertarik pada masa itu. Padahal saya juga seorang penulis.
Beberapa hari ini saya sudah hubungkan facebook saya pada Penulis kondang Arswendo Atmowiloto, tapi belum ada jawaban. Apakah memang dia sudah jarang mengakses facebooknya, saya juga tidak tahu. Kenalan saya yang lain Ashadi Siregar, yang terkenal sebagai penulis novel: Cintaku di Kampus Biru.
Terminal Cinta Terakhir.
Kugapai Cintamu.
Dia juga telah kuhubungi untuk bertanya lewat facebook. Tapi juga belum ada jawaban. Entah karena sibuk atau sudah jarang buka Internet. Tapi yang jelas dulu kami sering connect.
Ini info yang mau saya cari hari ini. Seperti info yang amat menguntungkan yang pernah dibicarakan bapak Arrwendo Atmowiloto. Bila ada yang tahu, saya benar benar membutuhkan bantuan. Terlebih keinginan saya memuncak ingin mempublikasikan karya tulis saya yang masih tersisa. Antara lain:
Bagaimana Seharusnya Berbuat (berisi motivasi)
Percintaan Abdullah dan Christina (novel percintaan yang melibatkan dua agama yang berbeda)
English Grammar (easy to talk and write with this grammar)
Di Balik Kelam ada Cahaya (sebuah karya tulis motivasi).
Tapi sampai sekarang karya saya ini masih tersimpan di arsip saya. Ada diantara teman teman pengakses Internet yang bisa membantu saya? Dalam konteks lain saya pernah mendaftar sebagai penulis resmi di Google Adsense. Resmi punya daftar gaji dari Amerika. Tapi Google Adsense mengandalkan periklanan. Saya ingin masukan yang mengandalkan tulisan kita sendiri. Jika ada yang mau mengulurkan tangannya untuk membantu, dengan ribuan terima kasih kusampaikan sebelumnya. Salam buat semua.

Iklan

Leave a comment »

HASIL PERTANDINGAN FINAL ANTARA MU VS BARCELONA, 29 MEI 2011

Walau harus menunggu hingga dini hari, pertandingan Liga Champion tetap ditunggu. Bagi saya dan juga bagi bola mania lainnya.
Pada malam ini akhirnya pertandingan perebutan juara 1 dan 2 (final) berlangsung juga pada jam 01 45 dini hari. Yaitu pada tanggal 29 Mei 2011 disiarkan secara langsung oleh RCTI. Yaitu antara juara Liga Spanyol: Barcelona (Barca) vs juara Liga Inggeris Manchester United, MU (Setan Merah).
Pertandingan yang amat seru dan amat menegangkan.
Keadaan penguasaan bola benar benar tidak seimbang. 66 % untuk barcelona, sementara MU hanya menguasai 34 % saja. MU hanya ingin memanfaatkan bola lumba dengan mengandalkan kecepatan Wayne Roney yang amat kencang. Tapi Barcelona tidak gentar. Buktinya mereka hanya membuat Puyol sebagai pemain cadangan. Puyol adalah pemain belakang paling susah untuk diterobos pada masa ini.
MU bermain tak menentu dikandangnya sendiri. Hancur oleh serangan serangan Barca yang tak mampu dihalau Manchester United. Harapan MU bermula kandas oleh operan bola Xavi ke kaki Pedro yang cukup mematikan. Keadaan akhirnya berubah. MU pernah membalas kekalahannya sehingga keadaan menjadi seri. Tapi Squad Barca kembali menyerbu mati matian, hingga kemenangan menjadi harga mati buat tim Barcelona. Hasil pertandingan final Champion League ini akhirnya menjadi 3 – 1 untuk kemenangan Barcelona.
Manchester United menjadi juara 2 takluk oleh pemain pemain yang kebanyakan berkebangsaan Spanyol. Barcelona akhirnya menjadi sang juara dalam liga Champion ini.
Inilah hasil final pertandingan Liga Champion 29 05 2011.
Inilah hasil yang ditunggu tunggu banyak pemain sepak bola di seluruh penjuru dunia.
Ketika saya menunggu pertandingan ini dimulai, saya pergi ke pusat kota Panyabungan lebih dulu buat menunggu pertandingan ini
ditayangkan. Ratusan anak muda sedang menunggu laga seru Liga Champion ini di sepanjang jalan. Para penjual makanan malam jadi panen malam ini. Jual nasi goreng, sate, mie rebus, semua kandas oleh banyaknya penikmat sepak bola malam ini. Di daerah lain juga pasti begitu. Di belahan dunia lain juga pasti demikian. Begitulah bila final pertandingan sepak bola akbar berlangsung.

Comments (1) »

RAMALAN DAN PREDIKSI LAGA MU VS BARCELONA 29 MEI 2011

Perebutan juara 1 dan 2 Liga Champion akan berlangsung tgl 29 Mei 2011 dini hari. Yaitu antara kesebelasan Barcelona vs Manchester United (MU).
Siapa yang akan menang dalam pertandingan nanti?
Mampukah MU meraih peringkat I Champion League ini?
Mampukah Barcelona menjadi juara I dalam final Liga Campion tahun 2011? Bagaimana prediksi anda?
Bagaimana ramalan kami?
Terkadang enak membuat feeling beginian, tapi kadang kala banyak yang menyeret dugaan dugaan ini ke masalah judi.
Tahun lalu ada burung beo dari Singapura telah menggemparkan dunia perjudian karena ramalannya yang atat tepat.
Piala dunia yang lalu seekor gurita dari benua Eropa membuat penonton bola ternganga karena prediksinya yang amat akurat.
Tahun ini siapa peramal bola paling ulung?
Yakinkan saja dirimu bahwa Barcelona akan menang 3 – 1 atas MU. Dari permainan, dari kerja sama penguasaan bola dan penyerangan terhadap lawan, mereka memang lebih unggul. Tapi kalau pendapat tukang ramal, squad MU bisa saja menang 1 – 0 atas squad Bercelona. Silakan anda memilih, berdasarkan pengalaman pertandingan, berdasarkan prediksi maupun ramalan.
Sekian saja teman teman pecandu bola.

Leave a comment »

RAMUAN HERBAL OBAT SAKIT PERUT

Ramuan herbal obat sakit perut.
Ramuan ini saya tuliskan agar bisa berbagi pengalaman buat teman teman di dunia maya.
Ramuan ini kuperoleh karena kebetulan saya mengalami sakit perut yang cukup serius pada bulan April hingga Mei 2011 ini. Ketika saya berobat pada seorang paranormal bernama Datu Lokot di Panyabungan 2, disinilah kuperoleh bahan bahan yang dibutuhkan untuk meracik obat herbal buat mengatasi sakit perut ini.
Bahan bahan antara lain:
21 helai daun sirih.
3 siung bawang putih.
3 biji pinang yang sudah dikupas.
1 biji lada putar.
1 sendok makan garam dapur.
Kelima jenis bahan obat ini kita rebus. Sebelumnya dipilih dulu daun sirih yang agak bagus. Bawang putihnya kita belah tiga, pinangnya dibelah dua. Lalu dicampur dengan air putih sekitar 1 liter. Lalu keenam bahan ini dimasak sampai mendidih. Setelah didinginkan, airnya dianjurkan kita minum 3 kali setiap hari. Usahakan meminumnya paling sedikit 1/3 gelas sekali minum. Begitulah hingga air dari ramuan herbal ini habis. Jika sudah habis, tambah lagi 1/2 liter air, panaskan lagi setiap akan meminumnya. Inilah salah satu ramuan herbal sakit perut untuk diminum. Ramuan tambahan dari obat ini adalah beras sebanyak sekitar 2 sendok makan, dicampur dengan satu siung bawang putih yang sudah dibelah 3. Lalu kedua bahan ini digiling hingga halus. Dicampur dengan air sedikit, lalu dioleskan dibagian perut yang sakit.
Inilah racikan obat yang saya peroleh dari seorang paranormal yang kutemui ketika saya sakit perut. Kedua obat ini dipergunakan secara bersamaan. Dioleskan ke perut dan diminum obatnya sesuai aturan. Semoga penyakit anda sembuh karna ramuan ini.
Salam buat pembaca yang saya cintai.

Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji). Bila anda ingin memperoleh bukunya:
KLIK DI LINK INI Terima kasih.

Comments (1) »

OBAT TRADISIONAL UNTUK PENDERITA SAKIT PERUT

Jika terlalu lama telah berobat ke dokter, memang ada baiknya kalau kita mencoba obat tradisional. Seperti saya misalnya, lebih 3 minggu telah menderita sakit perut. Telah berobat ke seorang dokter umum berulang kali, dan juga telah berobat pada 2 orang dokter spesialis dalam yang berbeza, tapi saya belum juga benar benar sembuh. Lelah memakai obat obat medis ini, akhirnya saya bersedia memakai obat tradisional yang dianjurkan mertuaku.
Keadaan perut yang saya derita adalah sering merasa perih di perut, terkadang seperti masuk angin, terkadang perut terasa panas, terkadang sakit seperti kelaparan, terkadang setelah makanpun masih terasa perih di lambung. Beginilah kondisi penyakit yang saya derita.
Lalu langkah demi langkah yang saya lalui, akhirnya kuputuskan untuk mau memakai obat tradisinil yang dianjurkan mertuaku.
Bahan bahan obatnya hanya dua macam.
10 bj kunyit.
1 sendok madu.
Cara pemakaian:
Kunyit ini semuanya dikupas, diparut hingga hancur. Ampasnya diperas. Air kunyit ini ditampung tanpa ditambah sedikitpun dengan air. Lalu air kunyit ini dicampur dengan 1 sendok madu. Inilah diminum sampai habis.
Bagaimana hasilnya setelah meminum obat ini? Mudah mudahan sakit di perutku sudah mulah berkurang. Meskipun belum sembuh total seperti yang saya harapkan.
Untuk penderita yang lain mungkin akan sembuh. Mungkin karena perutku terlalu parah, karena itu obat ini belum benar benar bisa
menyembuhkanku. Kalau kata mertuaku, obat ini amat mujarab. Memang pada siapapun ditanyakan, kunyit memang cukup bagus buat obat sakit perut. Bahkan dari perkembangan yang kurasakanpun memang ada perobahannya. Tapi walaupun begitu, saya tetap juga meminum obat medis dari dokter spesialis yang kuperoleh dari tempat aku berobat. Syarat lain untuk mengambil air atau sari kunyit ini adalah dengan cara memarut kunyit ini dengan parutan. Jangan memakai blander. Sebab kalau pakai blander kita mesti mencampurnya lagi dengan air. Jadi sari kunyit ini mesti murni tanpa campuran air, baru ditambah dengan madu satu sendok.
Pekerjaan membuat ini memang cukup rumit. Tapi inilah salah satu khitmat istriku. Dia yang mengerjakan ini semua. Tangannya sampai berwarna kuning karena pewarna yang terkandung dalam kunyit ini. Semoga atas kerelaan dan khidmat istri saya tercinta, penyakit sakit perut ini akan hengkang dari tubuhku.

Comments (3) »

KETIKA MENCARI PEROBATAN PERUT DI DAERAH LAIN

Setelah 24 hari menderita sakit perut, akhirnya kucoba pergi ke kota lain untuk melanjutkan perobatanku. Saya pergi bersama istri, anak bungsuku dan sopir kami. Di perjalanan ini, sengaja kulilitkan kain sarung di sekeliling perutku. Bermaksud agar angin yang berhembus tidak mengganggu perutku. Memang tidak ada jendela mobil yang terbuka. Tapi dalam keadaan sakit perut, sekecil apapun hembusan anginnya pasti terasa dan mengganggu.
2 jam tepat di perjalanan, kami telah tiba di Rumah Sakit Padang Sidempuan. Kami terus mendaftar sebagai pasien rawat jalan. Tak sampai 2 menit, nama sayapun dipanggil. Tak tahu kenapa begitu cepat. Padahal lebih dari 20 orang sudah lebih dulu antrian. Entah karena kami memang datang dari tempat yang jauh, atau karena kebetulan dr spesialis yang menangani saya keburu sekali melihatku. Kenapa saya bilang begitu? Karena ternyata nama dokter spesialis dalam itu punya nama yang sama denganku. Itu saya tahu karena ia sudah memandangku walau jarakku masih jauh dari meja kerjanya. Ia tersenyum memandangku. Namanya kubaca di atas mejanya. Disini saya ragu mungkin dia keburu melihat siapa pasien yang punya nama sama dengannya itu.
Sampai di ruang kerjanya, asistennya terus mencek tensi darah saya. 110, naik sedikit setelah berobat di kotaku. Dokter langsung memeriksa perutku. Menekannya di beberapa tempat untuk memeriksa. Lalu ia juga mengatakan penyakit saya mudah disembuhkan. Hanya karena gangguan angin saja. Saya tak begitu yakin. Apalagi sudah hampir sebulan penyakit ini menyerangku. Lalu saya mengeluhkannya. Tapi dia hanya mengatakan jangan menghitung berapa hari saya berpenyakit, itu tidak baik. Minum saja obatnya, pasti sembuh.
Saya lalu mengatakan bahwa saya jauh jauh kemari karena ingin diperiksa dengan Usg. Tapi kata dokter itu, tidak ada Usg di Rumah sakit ini. Hanya ada di prakteknya. Itupun buka mulai jam 5 sore. Lalu saya mengatakan kalau saya datang saja ke prakteknya sore nanti. Tapi dr spd ini mengatakan tak usah. Dengan obat ini kau akan sembuh. Ia mengatakan ini dengan senyum dan keramahan. Tapi saya datang hanya mengharapkan ceking yang tepat dengan penyakit yang saya derita. Inilah akhirnya yang saya peroleh. Tapi kuyakinkan diriku bahwa saya akan sembuh dengan obat yang ia berikan ini.

Di rumah sakit ini kami membayar 27.000 untuk pemeriksaan, kemudian membayar lagi obat obatan seharga 440.000 di apotek yang kalau tidak salah namanya apotek KPN.
Usai dari rumah sakit ini kami terus menuju rumah saudaraku di Kampung Tobat. Disinilah kami makan siang, dan disinipulalah pertama kali kukonsumsi obat dari rumah sakit yang baru saja kami tinggalkan. Rumah lain yang kami kunjungi dalam perjalanan ini adalah rumah mertuaku di Komplek DPR, rumah mitra bisnisku di Jalan Merdeka. Katanya ia baru saja pulang berobat dari Penang Malaysa. Dia masih sempat menunjukkan gambar Endoscopy organnya bagian dalam. Gambarnya berwarna dan bagus. Bukan hitam putih. Katanya alat seperti itu belum ada di Sidempuan. Dia juga menyarankan saya agar segera ke Penang. Disana pemeriksaannya lebih canggih. Sekali berobat di sana, penyakitnya tak pernah kambuh lagi. Idenya cukup bagus. Perlu menjadi satu pertimbangan yang harus saya pikirkan.
Selesai dari teman bisnisku, kami terus ke rumah bibiku di Pintu Padang Angkola, dan seterusnya melanjutkan perjalanan pulang hingga kembali ke kota dimana saya berdomisili.
Setelah saya mempergunakan obat ini, rasanya sama saja.
Perkembangannya cukup lamban.
Memang mungkin benar apa kata dokter spesialis di Panyabungan dan di Sidempuan. Saya terlalu banyak meminum minuman kaleng dan minuman botol. Sudah dari sejak tahun 1990 saya suka minuman semacam itu. Tapi sejak kedua dokter tempatku berobat menasehati saya, semuanya sudah terpaksa kuhentikan. Saya sudah berhenti meminum minuman kaleng yang katanya kurang bagus terhadap kesehatan. Saya tidak menjelekkan produk manapun, tapi itulah yang disarankan dokter pada saya.
Dua hari berlalu saya memakai obat medis dari Padang Sidempuan, saya mulai berpikir kalau sekarang sudah sebaiknya saya mengikuti perobatan tradisional. Semua ini terencana karena pelannya perubahan yang saya rasakan. Memang saya kurang suka obat obat kuno. Tapi karena lambatnya jalan menuju titik sembuh ini, akhirnya sudah kuputuskan untuk mulai berobat racikan obat kuno dan obat obatan dari paranormal.
Selanjutnya akan saya ceritakan mengenai obat tradisional dan obat racikan Mandailing kuno disini.

Leave a comment »

PENGALAMAN MENGATASI SAKIT PERUT

Sakit perut. Itu topik pembicaraan yang ingin saya tuliskan di halaman ini. Entah karena ada kelainan, entah juga karena suatu penyakit, saya sudah 3 kali menderita sakit perut pada tahun ini. Pertama terjadi kira kira bulan Agustus 2010. Pada mulanya sakitnya seperti masuk angin. Kuobati dengan minyak kayu putih, menara lima, tapi akhirnya harus berobat ke dokter umum sebanyak dua kali baru sembuh. Sakit perut pertama ini menimpa saya hampir 2 minggu lamanya.
Kejadian kedua terjadi pada bulan January 2011. Mulanya malas berobat, tak kuasa menahankannya akhirnya harus 2 kali juga berobat ke dokter umum baru penyakitku bisa sembuh.
Sakit perut ketiga datang pada April ini. Perobatan tak bisa kutunda lagi karena penyakit ini sudah terlalu sering menyerangku. Dua kali bersambung obat saya lakukan pada dokterku yang biasa. Tapi tak juga sembuh. Bosan meminum obat, mual bila melihat bekas obatku, malas berobat terus terusan, akhirnya kutahankan derita ini beberapa hari. Sampai semakin perih di perut, akhirnya saya kembali lagi ke dokter yang sama. Dia terheran kenapa penyakitku tak juga kunjung terobati. Akhirnya ia memberiku obat yang berbeda dosisnya. Setelah kuminum pada malam harinya, saya malah jadi setengah sadar. Saya yakin karena overdosis. Setengah malam saya lunglai dan tak karuan. Akhirnya saya tak berani lagi meminum obatnya pada keesokan harinya. Pada pagi harinya memang saya merasa agak baikan. Tapi saya merasa obat semalam terlalu kuat. Saya berhenti lagi berobat. Saya berniat harus ke Rumah Sakit. Sudah saatnya saya harus Cek penyakit saya dengan alat tekhnologi yang lebih canggih dan dokter yang lebih spesialis. Lalu ternyata harus menunggu beberapa hari. Karena hari Minggu dokter penyakit dalam tidak hadir. Hari Senin juga tidak hadir karena hari Selasanya kebetulan tanggal merah karena hari raya Waisak. Lalu pada hari Rabu, saya ke Rumah Sakit. Disana saya cek darah, cek air seni, cek tensi darah dan cek Elektrocardiograf. Untuk alat yang paling penting pada penyakit saya yaitu alat Ultrasonografi tidak bisa difungsikan karena arus PLN tidak cukup. Itu yang lebih penting tapi itu yang tak bisa digunakan. Dokter spesialis dalam yang menangani saya mengatakan: Aliran darah bagus, tensi lumayan, detak jantung normal, air seni bagus, semua bagus. Ini sudah pasti masalah pencernaan. Meski USG tak sempat digunakan, sudah pasti penyakit anda masaiah perut.

Dia masih menanyakan apakah saya mual, apakah menceret? Saya jawab tidak. Saya juga menyampaikan keluhan saya. Sakit di perutku terkadang seperti masuk angin, terkadang perih seperti ada tusukan dalam perut, terkadang terasa panas dalam lambung, terkadang terasa seperti lapar sekali. Dokter spd itu dengan tenang menjawab:
Jangan kuatir. Penyakit anda bukan masalah serius. Dia menyarankan agar saya tidak mengopi dulu, jangan merokok, jangan minum air panas, sebab air panas bukan obat pengusir angin. Jangan sering meminum minuman botol atau kalengan. Sebab itu sangat merusak lambung. Kurangi makan sayuran. Begitu kira kira saran dokter spesialis dalam ini. Ada sedikit kecewa dalam hal berobat ini, itu terjadi karena tidak mampunya PLN mencukupi arus listrik. Memang di kotaku cukup sering listrik kekurangan daya. Tapi saya masih punya rasa bangga, sebab saya masih bisa mendapatkan dokter spd di daerahku. Dia memberiku obat beberapa macam.
Propepsa sucralfate (syrup yang harus diminum sebelum makan) 3 x 1 hari. Astrolan 30 mg, capsul 1 x 1 hari.
Lansoprazole, alprazolam 0,5 mg 1 x 1 hari.
Enercore 5000 mg sebangsa serbuk yang mesti dicampur air 200ml. Dengan keyakinan penuh kukonsumsi obat ini. Tapi apa hasilnya. Ada perubahan yang cukup lambat. Memang datangnya penyakit lebih mudah daripada sembuhnya.

Hari demi hari kuhabiskan obat yang kuterima dari dr spd itu. Tapi begitupun saya tetap masih berniat untuk memeriksakan bagian dalamku dengan alat Usg yang tertunda karena masalah listrik di kotaku. Rencanaku akan pergi berobat ke kota madya Padang Sidempuan. Semoga disana nanti tidak ada kendala lagi. Semoga saya tahu penyakit perutku secara detail.
Itulah kira kira cerita tentang sakit perut yang kualami dan belum sembuh disaat saya menuliskan blog ini.
Bagaimana kira kira biaya perobatannya:
Buat daftar berobat: gratis.
Cek darah dan urine: 27.000.
Elektrokardiograf: 45.000.
Empat jenis obat diatas menelan biaya 368.000.
Begitulah kira kira biayanya.
Semoga cerita singkat ini berguna buat pembaca.
Cerita mengenai lanjutan berobat ke Padang Sidempuan akan saya tuliskan disini.
Salam.

Leave a comment »