Archive for Maret, 2011

SULITNYA MEDAN MENELUSURI SUNGAI SIMALAGI

Survey menelusuri sungai Simalagi. Ini merupakan perjalanan paling menegangkan, medan paling berat, badan paling lelah, dan perjalanan paling extrim di sepanjang hidupku. Semua ini bermula karena kami akan melakukan survey buat membuka tambang emas bersama teman teman. Saat ini musim hujan. Air sungai Simalagi sedang meluap. Besar dan derasnya bukan main. Tapi hari yang telah kami sepakati telah tiba. Walau sulit, walau semakin susah menempuh perjalanan begini di musim hujan, namun kami tetap juga berangkat mencari titik paling akurat buat menggali lubang tambang. Pakaian basah kuyup. Kedalaman sungai ada yg mencapai seleher. Tapi tetap lanjut.
Sebenarnya sudah ada yang bersedia menunjukkan satu titik akurat pada kami. Tapi kami lebih memilih untuk mencari sendiri sebelum menyerah pada yang menawarkan titik tadi.
Mulai dari muara rura Siborok, kami sudah berjalan melalui sungai. Perlahan lahan menuju hulu walau airnya deras dan agak menegangkan. Terus melewati rura Sarahan hingga tiba di rura Simaccom. Disinilah kami berhenti. Disinilah kami berniat membuka tambang. Lalu kami cek ke atas bukit. Rupanya kami telah tiba di daerah Panapahan
(Parnapahan). Sesampai disini, kami terus menelepon teman kami Awek. Dia yang menawarkan titik itu pada kami. Lalu Awek menanya dimana posisi kami. Tak ada yang tahu dimana kami berada. Kami hanya tahu bahwa kami telah tiba di lokasi Panapahan. Tapi tak bisa menerangkan lebih detail posisinya. Untunglah ada seorang Sunda yang mengatakan bahwa kami telah berada disekitar bagian atas Lubang Belanda. Lalu Awek menanya lubang Belanda yang mana. Rupanya tambang Belanda sudah cukup banyak di kampung Huta Bargot ini.
Kata Awek, ada lebih dari 30 titik lokasi Tambang Belanda di daerah ini. Rupanya kolonialis Belanda telah banyak menguras emas dulu dari bumi Mandailing Natal ini.
Kembali pada masalah perjalanan kami mencari titik di Panapahan. Ternyata lokasi ini sudah padat. Untung teman kami mau menjualnya pada kami dengan harga yang wajar. Setelah memeriksa titik yang ia tawarkan, memang titik inilah yang paling menjanjikan.
Perjalanan akhirnya sangat melelahkan. Berangkat jam 8.30 pagi dari rumah. Kemudian tiba kembali jam 8.30 ke rumah pada malam harinya. Luar biasa melelahkan. Maaf kalau tak lebih terperinci
menceritakannya. Di lahn waktu akan saya tuliskan lebih detail bila waktunya memungkinkan.

Comments (1) »

PERJALANAN KE TAMBANG RAKYAT RURA SIBOROK

Pada 27 Maret 2011 ini saya bersama teman teman berencana pergi ke daerah Panapahan. Yaitu satu lokasi pertambangan emas rakyat di daerah Huta Julu. Saya bersama Rizal, Basyid, Hafiz. Kami berempat
menyelusuri jalan setapak dan pegunungan yang masih jarang dilalui manusia.
Mulanya memang kami menuju Panapahan dan daerah Japaya. Tapi dikarenakan ada masalah di Panapahan, akhirnya kami berhenti di tengah jalan. Rupanya masyarakat Huta Dolok Huta Bargot sedang naik gunung ke daerah Panapahan. Penambang di daerah Panapahan ini belum banyak yang melapor ke kepala desa Huta Dolok. Padahal menurut masyarakat Huta Dolok, merekalah yang berkuasa atas tanah tersebut. Sebab itu mereka berniat menertibkannya.
Permasalahan di Japaya dan Panapahan ini cukup sulit. Yang satu mengatakan bahwa itu merupakan hak miliknya. Dan yang satunyapun demikian. Tapi yang jelas satu diantara keduanya pasti ada yang benar. Tapi karena masih dalam permasalahan, sebab itulah saya jadi tak berminat untuk menambang disana. Lalu disebabkan pertengkaran ini, kami akhirnya memutar arah perjalanan. Kami menuju arah lain yang dikenal dengan nama Rura Siborok.
Menurut pemantauan kami, pemilik daerah ini antara lain Abusar, Lagut, Mardan dan banyak lagi pemilik tanah perkebunan di daerah ini. Kami melewati jalan setapak yang cukup sulit. Lereng lereng gunung yang belum biasa dilalui oleh para petani setempat kami lalui walau sedang hujan, walau tak ada pemandu. Tujuan terus kami telusuri hingga ke hulu Rura Siborok. Disinilah kami berhenti pada jam 5 sore. Disini kami sholat Ashar. Kami mandi pada satu air terjun yang tidak terlalu tinggi. Airnya bersih dan cukup dingin. Hampir sama dengan suhu udara disana. Bahkan bahkan udara nafas kitapun kelihatan seperti asap karena dinginnya.
Seusai sholat, disinilah kami mencari titik yang kami yakini untuk menggali tambang. Semoga saja berhasil.
Perjalanan yang penuh tantangan ini berakhir juga hari ini. Kami tiba di kampung Huta Julu pada jam 7 malam. Sudah malam, tapi kami masih sempat menunaikan sholat Magrib di mesjid kampung ini.

Leave a comment »

GELUNDUNG PENGHANCUR BATU EMAS DARI BOGOR

Dimana kita bisa membeli Gelundung? Dimana kita dapat memperolehnya? Sebelumnya saya sangat merasa susah untuk mendapatkan informasi ini. Kucari di Google tidak ada. Ku ketik kata Glundung di search engine, juga tak kutemui. Kuketik kata galundung dan bahkan kata gelundungan, tapi tetap saja tak ada hasil. Lalu karena itu saya berniat akan menuliskan mengenai info tentang glundungan ini di dunia maya jika saya telah menemukannya.
Itulah sebabnya kutuliskan halaman ini. Semata mata bermaksud berbagi pengalaman, menceritakan pada teman teman semua tentang tempat pembelian gelundungan atau tabung penghancur batu emas ini.
Untuk kejelasan buat pembaca, disini saya terangkan lebih detail. Gelundung atau gelundungan adalah sejenis tabung atau pipa yang dipotong dan dimodifikasi menjadi tabung tertutup. Tabung ini akan diisi batu yang mengandung emas. Tabung diputar, dicampur dengan sedikit air raksa atau kwik, maka kita akan bisa memperoleh emas yang terkandung dalam batuan itu.
Jadi bila anda ingin menemukan tabung gelundung itu, anda dengan mudah mendapatkannya di kota Bogor. Saya juga baru kemarin mendapatkan informasi ini. Lelah tak memperoleh alamat yang jelas tentang penjual glundung ini, akhirnya kutuliskanlah cerita singkat ini dengan maksud membantu anda, dan juga dengan maksud memperkaya Internet dengan apa saja yang dibutuhkan manusia.
Kalau tempat pengolahan galundungan ini, anda bisa pergi ke daerah Cinenglang, Bogor Jawa Barat.
Anda bisa juga memperolehnya ke toko toko besar seperti:
UD. Mulya Jaya. Temui saja
Bpk. Acep mulyadi. Atau bisa juga ke toko:
UD. Novi Saputra. Anda bisa menghubungi: Bpk. Yuned di BOGOR. Dengan menghubungi toko ini, anda akan bisa menemui toko lainnya. Anda akan menemui glundung yang berbagai macam. Mulai dari yang tipis hingga yang tebal. Yang berdiameter 27, 32 cm, panjang 45 dan juga 50 cm.
Semoga info ini berguna buat anda. Semoga anda bisa mendapatkan galundung yang anda cari. Semoga sukses selalu.

Comments (5) »

BENARKAH ADA KORBAN DI TAMBANG HUTA BARGOT MARET 2011

Bagaimana dengan isyu meninggalnya korban di tambang emas Huta Bargot? Benarkah itu?
Pada mulanya saya bertanya tanya. Saya tertegun karena mendengar berita korban tambang emas Madina ini. Kebetulan memang hari ini saya punya rencana dengan teman saya: Hafiz, Basyid, Zein, Lomo, Ade, Adaran untuk survey ke gunung yang mengandung emas di Huta Julu Huta Bargot ini.
Sesampai di Huta Julu, saya sudah melihat banyak mobil Polisi dan DPR disana. Memang kesigapan mereka cukup terpuji. Isyu korban tambang ini memang perlu dibuktikan. Bukan hanya mobil polisi yang stand by disana. Tapi juga mobil ambulance. Saya sempat bicara dengan petugas kesehatan yang kebetulan saudara sepupuku. Katanya ia hanya
menjalankan tugas. Soal benar tidaknya ada korban, dia belum menerima kepastian. Mereka masih saja menunggu bila memang ada. Dengan maksud agar bisa dibawa ke Rumah Sakit jika memang masih hidup, atau juga dievakuasi sebagaimana layaknya jika memang ada yang meninggal. Beberapa jam setelah saya sampai di Huta Julu, rombongan kamipun mulai berangkat menuju bukit. Di perjalanan, kami temui banyak aparat keamanan yang sedang turun dari bukit tempat tambang emas ini. Mereka pulang tanpa menemukan korban.
Lalu saat itu juga saya bertanya pada beberapa teman saya yang kebetulan sedang berada di lokasi tambang emas Mandailing Natal ini via ponsel. Mereka menjawab memang tidak ada korban. Tìdak ada yang meminta pertolongan disana. Inilah isyu yang beredar di Panyabungan pada tanggal 22 Maret 2011. Ceritanya simpang siur. Memang
bagaimanapun perlu dibuktikan. Tapi yang saya herankan, mengapa isyu seperti ini cukup mudah menyebar di Mandailing Natal. Tahun ini sudah banyak isyu yang jadi berita besar tapi ternyata bohong. Mulai dari isyu penculikan anak, isu jamaah haji yang jadi ular tapi tak benar. Luar biasa ceritanya.
Kembali ke masalah isu korban tambang. Ternyata di daerah pertambangan liar aman aman saja. Tidak ada yang membuat panik disana.
Itulah berita yang kami dapat disana. Memang hingga sore haripun tidak ada korban yang turun. Bahkan isyu korban hanya beredar di
perkampungan. Di lokasi tambang tak ada yang tahu masalah korban. Inilah cerita yang kami dapat ketika pergi bersama
Teman teman ke: rura Siborok, tambang Panapahan, Bandun dan Cigaya.

Comments (3) »

GEMPA DAN TSUNAMI DI BUMI SAKURA JEPANG PADA MARET 2011

Earthquake and Tsunami in Japan.
Musibah gempa dan tsunami kembali beraksi. Kini terjadi di negara Jepang (Japan). Mulanya diawali dengan gempa berkekuatan 8,9 SR. Lalu diiringi tsunami yang menyapu bersih pesisir timur Jepang.
Hingga saat ini pada jam 8, tanggal 11 Maret 2011 sudah ditemukan korban sebanyak 60 orang. Dan pasti akan bertambah jika tim Sar terus melakukan evakuasi.
Gempa di Jepang ini telah mengakibatkan terbakarnya kilang minyak di Miyagi. Kemudian ada lagi yang terbakar, yakni pasilitas Nuklir di Onogawa.
Menurut ahli geologi Australia, gempa ini merupakan gempa terbesar dalam sejarah Jepang. Bahkan bahkan membuat kesangsian pada masyarakat Indonesia. BMG Indonesia sempat memperingatkan kota kota di pesisir utara Maluku, Irian Jaya dan Manado untuk waspada.
Semua penduduk yang bertempat tinggal di lokasi yang diperingatkan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Menuru ahli geologi Indonesia, gempa 11 03 2011 ini merupakan gempa kedua terbesar sejak 1960. Jadi ada perbedaan pendapat dengan ahli geologi Australia.
Tsunami yang terjadi bukan hanya satu kali. Tsunami susulan sempat juga melanda Sendai di Jepang.
Tsunami yang terjadi ini, telah memporak porandakan kota di pesisir timur Jepang. Mobil mobil hanyut, tenggelam, korban berjatuhan. Dahsyat, sungguh mengerikan.
Inilah sekilas cerita tentang gempa dan tsunami di bumi Sakura. Bila ingin info yang lebih lengkap, semoga anda bisa menemukannya di situs lain.

Comments (2) »

LAMPIRAN III Keputusan Musyarawah Desa Huta Julu dengan Hatobangon, BPD, LPM, Naposo Nauli Bulung dan dihadiri Pemerintahan Desa.

LAMPIRAN III
Keputusan Musyarawah Desa Huta Julu dengan Hatobangon, BPD, LPM, Naposo Nauli Bulung dan dihadiri Pemerintahan Desa.

Adapun tujuan hasil pendapatan desa Hutabargot Nauli yang dikumpulkan / yang didapatkan dari sumber distribusi, pengusaha glundung dan pengusaha lobang, akan dikeluarkan untuk:
1. Pembangunan mesjid, sebesar 20%.
2. Untuk anak yatim sebesar 20 %
3. Pakir miskin / jompo, sebesar 20%
4. Pembangunan desa, sebesar 10 %
5. Biaya administrasi desa, sebesar 10 %
6. Uang yang tak terduga, sebesar 10 %
7. Dll, sebesar 10 %

Oleh ketua BPD:
H. Mawik.

LPM:
Ali Sati

Ketua Naposo Bulung: Ahmad Raja.

Hatobangon:
1. H. Ali Gusti.
2. Sailun Pulungan.
3. Hasanuddin.
4. Pangiutan.
5. Kholil Pulungan.

Ditetapkan di: Desa Huta Bargot Nauli.
Pada tanggal: 01 Februari 2011.

Sekdes:
Arlis Lubis.

Mengetahui kepala Desa Hutabargot Nauli:
Drs Goffar Pulungan.

Leave a comment »

LAMPIRAN II HASIL KEPUTUSAN MUSYAWARAH DESA HUTA BARGOT NAULI DENGAN HATOBANGON, BPD, LPM, NAPOSO NAULI BULUNG, DAN DIHADIRI PEMERINTAH DESA

HASIL KEPUTUSAN MUSYAWARAH DESA HUTA BARGOT NAULI DENGAN HATOBANGON, BPD, LPM, NAPOSO NAULI BULUNG, DAN DIHADIRI PEMERINTAH DESA. Lampiran II
1. Iuran mesin glundung yang pemiliknya bukan penduduk desa Huta Bargot Nauli sebesar Rp 20.000/ kem/minggu.
2. Iuran lobang yang menghasilkan, yang pemiliknya penduduk desa Huta Bargot Nauli sebesar Rp 250.000/ minggu.
3. Iuran lobang yang menghasilkan. Yang pemiliknya bukan penduduk setempat, sebesar Rp 500.000/ minggu.
4. Iuran lobang yang menghasilkan, yang pemiliknya berasal dari luar kecamatan, sebesar Rp 750.000/ minggu.
5. Iuran lobang yang menghasilkan, yang pemiliknya berasal dari luar kab, sebesar Rp. 1.000.000/ minggu.
6. Uang jaminan pengusaha pemerintahan setempat, diluar Madina, sebesar Rp 15.000.000. (Lima belas juta rupiah).
7. Biaya administrasi lapor, surat keterangan domisili, dan KTP diatur kemudian. 8. Barang/bahan batu yang keluar dari wilayah desa Huta Bargot Nauli akan ditagih distribusi, sebesar Rp. 20.000/ 50 kg ke bawah. Di tempat tertentu dengan memakai kupon/ kartis.
9. Apabila ada yang modalnya fifty fifty, dianggap orang dari luar desa Huta Bargot Nauli.
10. Pendapatan hasil distribusi, 60 % buat yang jaga/ 40% buat Naposo Bulung dan masyarakat desa Huta Bargot Nauli

Ketua BPD:
H. Nawik.

Ketua Naposo Bulung:
Ahmad Raja.

Sekdes:
Arlis Lubis.

Mengetahui Kepala Desa Huta Bargot Nauli:
Drs. Goffar Pulungan.

Leave a comment »