KEPUTUSAN YANG DITUJUKAN PADA PENAMBANG EMAS DI HUTA JULU MADINA

HASIL KEPUTUSAN MUSYAWARAH DESA HUTA BARGOT NAULI DENGAN HATOBANGON, BPD, LPM, NAPOSO NAULI BULUNG, DAN DIHADIRI PEMERINTAH DESA. Lampiran I.
1. Setiap pendatang wajib lapor kepada pemerintah setempat.
2. Setiap pendatang harus mempunyai Surat Keterangan Domisili / Identitas. 3. Setiap pengusaha Gulundung/Lobang harus melapor kepada pemerintahan setempat. 4. Bagi pengusaha Gulundung/Lobang harus mempunyai penangguxg jawab orang Huta Bargot Nauli.
5. Setiap pengusaha Gulundung/Lobang mempunyai iuran untuk desa Hutabargot Nauli setiap minggu.
6. Setiap pengusaha Gulundung / Lobang tambang emas harus melaporkan anggotanya keluar masuk di wilayah Hutabargot Nauli.
7. Setiap yang masuk lobang harus mempunyai surat pernyataan di atas meterai ditunjukkan pada pemerintah setempat dan harus mempunyai kartu anggota.
8. Pengusaha yang berasal dari desa Huta Bargot Nauli harus mempunyai jaminan pertanggung jawaban pada pemerintah setempat.
– Dalam kecamatan.
– Dalam kabupaten.
– Di luar Madina.
9. Setiap pendatang yang memasuki wilayah desa Huta Bargot Nauli meninggalkan kartu Identitas di post penjagaan distribusi.
10. Tiap tiap kam glundung harus mempunyai 2 (dua) lobang penampungan.

Ketua BPD:
H. Nawik.

Ketua Naposo Bulung:
Ahmad Raja.

Sekdes:
Arlis Lubis.

Mengetahui Kepala Desa Huta Bargot Nauli:
Dis. Goffar Pulungan.

Hebat juga pungutan yang dilakukan masyarakat Huta Bargot ini.

Surat ini saya pindahkan dari kertas pengumuman yang disebarkan ke seluruh desa Huta Bargot.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: