PERJALANAN KE TAMBANG RAKYAT RURA SIBOROK

Pada 27 Maret 2011 ini saya bersama teman teman berencana pergi ke daerah Panapahan. Yaitu satu lokasi pertambangan emas rakyat di daerah Huta Julu. Saya bersama Rizal, Basyid, Hafiz. Kami berempat
menyelusuri jalan setapak dan pegunungan yang masih jarang dilalui manusia.
Mulanya memang kami menuju Panapahan dan daerah Japaya. Tapi dikarenakan ada masalah di Panapahan, akhirnya kami berhenti di tengah jalan. Rupanya masyarakat Huta Dolok Huta Bargot sedang naik gunung ke daerah Panapahan. Penambang di daerah Panapahan ini belum banyak yang melapor ke kepala desa Huta Dolok. Padahal menurut masyarakat Huta Dolok, merekalah yang berkuasa atas tanah tersebut. Sebab itu mereka berniat menertibkannya.
Permasalahan di Japaya dan Panapahan ini cukup sulit. Yang satu mengatakan bahwa itu merupakan hak miliknya. Dan yang satunyapun demikian. Tapi yang jelas satu diantara keduanya pasti ada yang benar. Tapi karena masih dalam permasalahan, sebab itulah saya jadi tak berminat untuk menambang disana. Lalu disebabkan pertengkaran ini, kami akhirnya memutar arah perjalanan. Kami menuju arah lain yang dikenal dengan nama Rura Siborok.
Menurut pemantauan kami, pemilik daerah ini antara lain Abusar, Lagut, Mardan dan banyak lagi pemilik tanah perkebunan di daerah ini. Kami melewati jalan setapak yang cukup sulit. Lereng lereng gunung yang belum biasa dilalui oleh para petani setempat kami lalui walau sedang hujan, walau tak ada pemandu. Tujuan terus kami telusuri hingga ke hulu Rura Siborok. Disinilah kami berhenti pada jam 5 sore. Disini kami sholat Ashar. Kami mandi pada satu air terjun yang tidak terlalu tinggi. Airnya bersih dan cukup dingin. Hampir sama dengan suhu udara disana. Bahkan bahkan udara nafas kitapun kelihatan seperti asap karena dinginnya.
Seusai sholat, disinilah kami mencari titik yang kami yakini untuk menggali tambang. Semoga saja berhasil.
Perjalanan yang penuh tantangan ini berakhir juga hari ini. Kami tiba di kampung Huta Julu pada jam 7 malam. Sudah malam, tapi kami masih sempat menunaikan sholat Magrib di mesjid kampung ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: