SULITNYA MEDAN MENELUSURI SUNGAI SIMALAGI

Survey menelusuri sungai Simalagi. Ini merupakan perjalanan paling menegangkan, medan paling berat, badan paling lelah, dan perjalanan paling extrim di sepanjang hidupku. Semua ini bermula karena kami akan melakukan survey buat membuka tambang emas bersama teman teman. Saat ini musim hujan. Air sungai Simalagi sedang meluap. Besar dan derasnya bukan main. Tapi hari yang telah kami sepakati telah tiba. Walau sulit, walau semakin susah menempuh perjalanan begini di musim hujan, namun kami tetap juga berangkat mencari titik paling akurat buat menggali lubang tambang. Pakaian basah kuyup. Kedalaman sungai ada yg mencapai seleher. Tapi tetap lanjut.
Sebenarnya sudah ada yang bersedia menunjukkan satu titik akurat pada kami. Tapi kami lebih memilih untuk mencari sendiri sebelum menyerah pada yang menawarkan titik tadi.
Mulai dari muara rura Siborok, kami sudah berjalan melalui sungai. Perlahan lahan menuju hulu walau airnya deras dan agak menegangkan. Terus melewati rura Sarahan hingga tiba di rura Simaccom. Disinilah kami berhenti. Disinilah kami berniat membuka tambang. Lalu kami cek ke atas bukit. Rupanya kami telah tiba di daerah Panapahan
(Parnapahan). Sesampai disini, kami terus menelepon teman kami Awek. Dia yang menawarkan titik itu pada kami. Lalu Awek menanya dimana posisi kami. Tak ada yang tahu dimana kami berada. Kami hanya tahu bahwa kami telah tiba di lokasi Panapahan. Tapi tak bisa menerangkan lebih detail posisinya. Untunglah ada seorang Sunda yang mengatakan bahwa kami telah berada disekitar bagian atas Lubang Belanda. Lalu Awek menanya lubang Belanda yang mana. Rupanya tambang Belanda sudah cukup banyak di kampung Huta Bargot ini.
Kata Awek, ada lebih dari 30 titik lokasi Tambang Belanda di daerah ini. Rupanya kolonialis Belanda telah banyak menguras emas dulu dari bumi Mandailing Natal ini.
Kembali pada masalah perjalanan kami mencari titik di Panapahan. Ternyata lokasi ini sudah padat. Untung teman kami mau menjualnya pada kami dengan harga yang wajar. Setelah memeriksa titik yang ia tawarkan, memang titik inilah yang paling menjanjikan.
Perjalanan akhirnya sangat melelahkan. Berangkat jam 8.30 pagi dari rumah. Kemudian tiba kembali jam 8.30 ke rumah pada malam harinya. Luar biasa melelahkan. Maaf kalau tak lebih terperinci
menceritakannya. Di lahn waktu akan saya tuliskan lebih detail bila waktunya memungkinkan.

1 Response so far »

  1. 1

    Ayo mulai berbisnis pulsa di http://madina-pulsa.blogspot.com said,

    Ayo mulai berbisnis pulsa
    lihat aja di http://madina pulsa.blogspot.com


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: