Archive for Oktober, 2010

GUNUNG MERAPI MELETUS DI SLEMAN, SUNAMI MENGHANTAM DI MENTAWAI

Tanggal 26 Oktober 2010 adalah hari sedih bagi bangsa Indonesia. Gunung Merapi di Sleman Jogjakarta meletus. Gempa dan tsunami terjadi di pulau Mentawai, Sumatera Barat. Dua derita besar melanda negara Indonesia.
Di sekitar Gunung Merapi, dalam radius 20 Km hancur terpanggang debu panas. Segala tumbuh tumbuhan hijau menjadi layu terpanggang dalam seketika. Mulai dari pepohonan hingga segala jenis rerumputan. Semua menjadi coklat dan gosong.
Pada bencana meletusnya Gunung Merapi ini, disinilah ditemukannya sang juru kunci Gunung Merapi telah tewas di rumahny. Dia mati karena tak melarikan diri ke zona yang lebih aman.
Kejadian kedua yang menyakitkan adalah terjadinya gempa dan sunami di Mentawai. Pada hari kedua paska sunami di Mentawai, sudah ditemukan lebih dari 200 orang yang meninggal dunia. Sementara yang hilang ada sekitar 300 jiwa. Luar biasa akibat yang ditimbulkan sunami Mentawai ini. Dalam hitungan menit saja, semua sudah hancur luluh lantah tersapu sunami. Inilah yang kita alami pada minggu ini.
Memang sunami lautnya agak besar akibatnya. Semua infrastur hancur berantakan. Jiwa banyak melayang. Inilah tulisan besar tentang yang teqpjadi di Indonesia dalam minggu ini.

Leave a comment »

PANYABUNGAN, KOTA DIMANA SAYA DIBESARKAN

Sesuatu yang tak pernah terbayangkan akan terjadi. Waktu kontrak saya di Panyabungan akan berakhir. Hanya sampai 4,5 tahun lagi. Saya akan pergi meninggalkan kota dimana saya dibesarkan. Kota dimana saya dibawa ayahku berhijrah pada 36 tahun yang lalu. Begitulah kalau Tuhan menentukan.
Halaman ini hanya untuk mengingatkan saya untuk selalu ingat kapan terakhir saya di P Sumatera. Saya akan pergi pada 20 Mei 2015. Semoga Panyabungan akan terus jaya.

Leave a comment »

GEDUNG YANG SAYA LIHAT KETIKA MENDEKATI SOEHATTA

Nama nama gedung tinggi yang saya lewati di saat melewati tol Bogor menuju Lapangan Udara Soekarno Hatta (Sudah mendekati Bandara Soehatta): Patra Jakarta Hotel, Universitas Jayabaya, ITC Cempaka Mas, Carrefour Cempaka Mas, PT. Astra Honda Motor, Gedung IBII, BCA Asuransimitra, ACE Home Centre, Gedung Perbelanjaan Great Eagle, Bank BRI, Cordova Jaya Ancol, WTC Mangga Dua, Hailai, Marina Coast, Alexis, Vihara Magavira Graha Pusat, Universitas Aunda Mulia, Ladon Mas Fungsion Hall, The Batavia Hotel, Carrefour Sogo, Sekolah Dharma Suci. Inilah nama nama bangunan tinggi ketika berada di perjalanan menuju Bandara Sukarno Hatta yang saya lalui pada tanggal 16 Oktober 2010. Dan sesudah melewati ini, tidak ada lagi bangunan tinggi yang menjulang ke langit.
Seusai melewati bangunan bangunan tadi, yang dilalui hanya rumah rumah yang tidak bertingkat, lapangan rumput yang luas, persimpangan menuju Cargo, taman taman yang amat luas, dan terakhir keluar dari jalan toll Cengkareng.
Sesampai di Bandara Soehatta, perhentian bus yang pertama adalah terminal Lion Air. Disini kondektur bus Damri yang saya tumpangi mengumumkan bahwa kami telah sampai ke Gate I atau daerah Terminal Lion Air. Disinilah saya turun. Setelah ini saya tak tahu lagi kemana bus yang tadi saya tumpangi. Ke Gate II? Atau juga ke terminal pesawat udara yang lain, saya tak tahu lagi.
Orang orang yang serentak turun dengan saya terus kuikuti. Ternyata semuanya menuju menuju bagian depan Bandara. Yaitu tempat kita membooking seat pesawat bila ingin Bepergian, juga sebagai jalan masuk kita untuk hadir di lobi pesawat jika tanggal keberangkatan kita telah tiba.
Di bagian depan Terminal Building ini akan kita lihat penjualan berbagai jenis pesawat. Cukup banyak jenis pesawatnya.
Inilah sekilas cerita perjalanan saya ketika di Cengkareng pada 18 Oktober 2010 yang lalu.

Leave a comment »

CATATAN PERJALANAN KE BANTEN

Pada tanggal 16 Oktober 2010, kebetulan saya berada di Jakarta dalam rangka menghadiri pesta pernikahan kemenakanku Saparudin Saleh Tanjung. Saya dan kakakku datang sebagai perwakilan dari saudara yang lainnya dari Tanah Batak dalam menghadiri pesta perkawinan kemenakanku ini. Sesampai di Jakarta, keesokan harinya kami sudah langsung berangkat menuju Banten buat menghadiri pesta perkawinan kemenakan saya tadi. Berikut kutuliskan route perjalanan kami agar saya selalu ingat kenangan ini.

Begitu mobil kami hampir keluar dari Tol setelah tadi masuk dari Jakarta dan kini telah berada di Serang, nampaklah plang merk Ciujung. Kemudian belok kiri ke Jalan raya Ciruas atau Pasar Ciruas. Tiba di Pasar Ciruas lalu belok kiri lagi.

20 km kemudian sampai ke galon Pertamina yang ada di sebelah kiri jalan yang kami lalui. Perjalanan terus kami telusuri melalui jalan raya Petir. Bila ada plang merk, lurus saja ke Cidasari sampai tiba di pasar Petir di Jalan Raya Tunjung. Tak lama kemudian tiba di Mesjid Al Makmur. Lewat dari Pasar Petir, lurus saja terus.

Tiba di mesjid Al Kautsar lalu belok kiri. Dikirinya warung rokok di kanannya kebun pisang. Dari simpang ini hanya berjarak 500 M menuju rumah mertua Sapar. Sampai di sebuah mesjid dengan kramik hijau, itulah rumah pesta. Yaitu di desa Wadas Kubang Kelurahan Sinam Sari Kecamatan Petir kabupaten Serang Propinsi Banten.

Di pesta ini saya mendapat pengalaman yang baru tentang tata cara perkawinan di Banten.

Saya melihat betapa banyaknya perbedaam adat di Banten dengan di Sumatera Utara. Tapi kemenakan saya yang berdarah Batak telah berjodoh dengan gadis Sunda atau Mojang Priangan dari Banten ini. Meski banyak perbedaan, tapi sudah sesuai antara keduanya. Karena itu perkawinan mereka terlaksana.

Tak begitu panjang lebar kuceritakan tentang pesta pernikahan ini. Sebab halaman ini hanya merupakan buku harian saya. Agar saya punya catatan kapan hari pernikahan Sapar, agar saya punya catatan perjalanan saya ke Banten. Catatan tentang perjalanan hidup yang mungkin saja berguna nantinya.

Sekian saya tulisan ini.

Comments (2) »

KETIKA BERADA DI CEMPLANG BOGOR

Jalan jalan ke daerah bogor memang cukup menyenangkan. Yang jadi soal cuma sering tak bisa keliling keliling kalau pakai sepeda motor karena seringnya hujan.
Hari ini tanggal 19 Oktober 2010 kebetulan saya ada di Bogor. Tepatnya ada di Pesantren Sahid di lokasi gunung Menyan, Cemplang.
Sekolahnya cukup bagus. Penuh dengan bunga bungaan di tamannya, ada penangkaran burung merak, penangkaran rusa, penangkaran ikan nila, perkebunan lidah buaya dan juga peternakan kambing manggala. Sekolah ini dilengkapi sebuah klinik, ruang rapat di puncak gunungnya dan juga berbagai pasilitas lainnya. Begitulah kira kira keadaan sekolah Sahid ini.
Hari pertama saya tiba di Bogor ini, kami sudah berencana akan pergi main main ke Curug. Sebuah tempat wisata yang mempunyai air terjun indah dan menantang di Bogor ini. Tapi perjalanan terhalang karena datangnya hujan secara tiba tiba. Ini yang membuat saya batal ke lokasi wisata Curug. Saya hanya bisa keliling keliling kota apa adanya setelah hujan reda.
Hari ini, tibalah hari terakhir saya di Bogor ini. Saya akan pergi dan tak tahu apakah akan pernah kembali lagi.
Ketika menuju pulang, saya berencana menaiki bus kota dari Cemplang ini menulu Bubulak. Agak lama juga mununggu bus yang sesuai dengan tujuan saya. Setiap bus lengkap dengan tulisan tujuan perjalanannya. Seperti misalnya:
Cibatok
Bulak
Jasinga
Ciampea
Laladon
Bojong rangkas
Darmaga (Lokasi kampus IPB)
Jalan gunung batu bogor dan lain sebagainya.
Meski lama menunggu, tapi akhirnya datang juga. Saya menaiki bus kota 103 tujuan Bubulak dengan ongkos Rp: 5.000,-. Sesudahnya saya menyambung perjalanan dengan bus kota tujuan Beranang Siang. Tak terasa perjalanan itu berakhir. Berlalu begitu saja setelah melewati naik turunnya jalan raya maupun kampus IPB. Semua berjalan cepat, apalagi saya sibuk mengobrol dengan sopirnya yang seasal dengan saya yaitu Tanah Batak.
Sebelum tiba di Beranang Siang, saya turun di stasiun Bus Damri untuk mengambil tiket tujuan Jakarta. Saya berpisah dengan bus itu setelah membayar ongkos Rp: 4.000,-
Tak lupa kutuliskan di blog ini bahwa ongkos Bogor – Jakarta adalah sebesar Rp: 20.000,-
Itulah sekilas cerita perjalanan saya ketika berada di Kota Hujan Bogor.

Leave a comment »

DARI BOGOR MENUJU SOEHATTA

Jam 09 15 saya ambil tiket bus Damri tujuan Bandara Sukarno Hatta. Jam 09 19, jam sudah mulai berangkat. Saya punya waktu menuliskan cerita ini karena memang santai dan aman sekali di dalam bus. Jam 09 21 bus sudah memasuki gerbang tol Bogor. Perjalanan lancar, pemandangannya indah. Hutan buatan nampak sangat bagus di Bogor ini. Daerah ini memang sangat hijau. Pantas cuacanya tidak terlalu panas. Perjalanan terus saja berlalu. Tak begitu banyak orang yang saling tegur menegur. Saya sendiri tidak begitu banyak ngomong dengan teman sebangku. Saya cuma tanya berapa lama perjalanan Bogor – Soeatta? Katanya setengah jam sampai 1 jam kalau tidak macet. Lagi yang saya tanya, apa ada Damri dengan route Sukarno Hatta – Tanah Abang. Katanya ada, karena itu saya makin yakin akan bisa bertemu dengan saudara perempuanku nanti disana.
Sebagai ingatan dalam perjalanan ini, kutulis bahwa ongkos Damri dari Bogor ke Bandara Soehatta Rp 35.000.
Banyak sekali plang merek jalan keluar tol yang saya lewati. Ada yang ke Cimanggis, Cikeas, Cibubur, Cileungsi, Ciawi, Cikampek, Cilangkap, Cijantung dan banyak lagi yang lain.
Pada 09 45, saya sudah melewati Cibubur Square yang ada di pinggir tol. Jam 09 51, kami sudah antrian di pintu pembayaran tol Pasar Rejo. Mulai dari sini, terjadi antrian yang cukup lama. Tapi tidak begitu membosankan karena bisa menikmati ruangn ber Ac dalam bus, juga memandang bebungaan dan pepohonan rindang dan hijau yang menyejukkan mata.
Jam 09 57, saya lewati plang merek bertuliskan TMII, Pondok Gede dan Kramat Jati. Melewati itu semua masih tetap dalam suasana antrian. Jam 10 05, kami bus selesai membayar biaya tol di Gate belakang Carrefour Tamin I.
Jam 10 07, keluar dari Gerbang Ram Taman Mini 2 dan melihat plang merek Uki / Cawang.
Jam 09 12, kami melewati Lajur Kanan untuk tetap di tol menuju Jakarta. Keadaan tetap saja antrian. Entah kapan bisa lebih lapang agar saya tiba secepatnya di Soeatta.
Jam 10 14, tiba di Gerbang Tol Cilitan 2.
Pada jam 10 23. Tiba di plang bertuliskan:
Kekiri: kuningan, Semanggi, tapi kami lurus saja hingga sudah berada di jembatan layang di depan Institut Bisnis Nusantara, kemudian melewati Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Universitas Mpu Tantular, Telkom Jakarta Timur, Gedung Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai, Sekolah Tinggi Menejemen Trisakti.
Jam 10 30 tiba di plang merek: Rawa Mangun. salemba, Pulo Gadung. Jam 11 00, keluar dari tol di Cengkareng.
Jam 11 30 tiba di Bandara Soehatta.

Comments (1) »

CARA MENGURUS TIKET PESAWAT

Pengalaman naik pesawat Lion dari Polonia Medan tujuan Bandara Sukarno Hatta, Jakarta.
Bagi yang belum pernah naik pesawat dari Medan ke Jakarta, mungkin tulisan ini amat penting. Tapi bagi yang sudah pernah, mungkin tak akan begitu berguna. Namun begitu, tetap juga kutuliskan, sebab ini hanya tulisan tentang perjalanan saya. Dan bila anda kebetulan membutuhkannya, anda bisa baca dengan seksama. Semoga berguna buat anda.
Setelah tiket pesawat diambil di kota Padang Sidempuan (Tiket juga bisa dibeli di counter counter lain yang tersebar di berbagai kota), saya langsung masuk bandara Polonia sambil membawa kertas tanda terima dari Counter.
Ini kutipan tulisan yang tertulis di kertas itu.

Lion Air ETicket / Receipt
Asharih/Anwar Mr 9902146189146 25k
Annahj/Seri Mrs
Itioerary Details
Fligt JT 213
Depart Medan Mes 15 Oct 2010 12:30 hrs
Arrive Jakarta CGK 15 oct 2010
14:50 hrs
Stops 0
Class Prowo – x
Fare Basis X0W
Status Confirmed

Fare Details
Publish Fare: IDR 858,000
Total taxes: IDR 10,000
Total amount: IDR 868,000.

Setelah memasuki terminal building Polonia, saya terus menuju kantor Lion air. Dengan antrian yang tertib lebih dulu, saya bersama kereta dorong berisi barang barang saya tiba di depan officer. Dia mengganti tanda terima uang saya dengan tiket resmi. Dia juga memberi label pada barang barang saya yang akan dimuat di cargo dan seterusnya ditaruh Di rel pembawa barang yang kebiasaannya barang itu akan dapat kita ambil kembali setelah sampai di tempat tujuan.
Selesai diperoleh tiket, lalu pergi lagi membayar uang sebesar 35.000 sebagai kewajiban pada setiap penumpang. Lalu kembali lagi memasuki pintu detector setelah lebih dulu tadi di pintu masuk melewati pintu detector untuk pertama kalinya.
Disaat memasuki ruang tunggu, tiket mulai dicek dan dirobek
setengahnya oleh sipenjaga. Selesai menunggu di ruang lobi, kita tinggal menanti nomor penerbangan kita disebutkan melalui mikropon. Setelah ada pemanggilan, kita sudah bisa menuju pesawat dan mencari nomor tempat duduk kita yang sesuai dengan tiket yang kita miliki.

Leave a comment »