Archive for September, 2009

GEMPA DI SUMBAR 30 09 2009

Tak ada yang nampak bertahan dalam rumahnya. Semua nampak berhamburan keluar rumah. Begitulah ketika terjadi gempa yang mengguncang kota Panyabungan Mandailing Natal Indonesia. Kejadian itu tepat di sore hari pada 30 09 09. Begitu suasana kembali tenang, datanglah firasat bahwa telah terjadi gempa di daerah lain. Keyakinan memastikan bahwa gempa di Panyabungan Indonesia hanya imbas dari daerah lain saja. Entah dimana pusat gempa yang baru saja terjadi. Semoga ini hanya firasat saja. Semoga daerah lainpun aman aman saja.
Ketika malam saya tiba di rumah. Ya Tuhan. Rupanya benar seperti firasatku. Rupanya pusat gempa yang baru saja terjadi ada di daerah Pariaman Sumatera Barat. Saya mendapatkan berita ini karena telah menonton berita di Metrotv. Menurut kabar, banyak bangunan yang roboh. Banyak korban yang tewas. Bencana yang ngeri ini telah merenggut banyak korban. Rumah rumah banyak yang hancur. Banyak bangunan yang telah roboh dan rata dengan tanah. Banyak korban yang meninggal tertimpa bangunan. Semoga mereka diterima disisi yang kuasa. Semoga korban lain yang selamat akan mendapat pertolongan.
Tak ada yang bisa dielakkan lagi. Gempa telah terjadi pada kedalaman 71 km dengan kekuatan 7,6 skala richter. Semoga jangan terjadi lagi. Semoga lempeng pertemuan empat benua yang mengakibatkan seringnya terjadi di Sumatera akan kembali stabil. Sehingga semua akan aman dan damai.
Marilah mencari jalan untuk bisa saling bantu membantu. Bisa dengan rekening resmi yang akan menyalurkan bantuan langsung pada korban bencana seperti ini. Sebagai contoh rekening rekening yang disiarkan di televisi.
Marilah saling membantu antar sesama. Mari membantu orang yang sedang ditimpa kesusahan.

MOTTO:
PEMBERIAN YANG SEDIKIT ITU, AMAT BERHARGA APABILA DIBERIKAN TEPAT PADA WAKTUNYA.

Akan sangat berharga apalagi kita memberi lebih banyak, sebab banyak warga sumbar sedang membutuhkan uluran tangan anda.

Terima kasih telah mengunjungi halaman saya:
Profil penulis
Bursa Buku Haji
Disini ada Dollar
Click here to get money
Terima kasih

Comments (3) »

Earth Quake in West Sumatera Indonesia

Indonesia Earthquake.
I was busy to finish my work at that tme. Busy to type sms for my friend in Medan. My wife was busy to check many bills on her chair. Sudenly she said that it was earth quake. I thought a lot about it and I felt that it was the true earth quake. Many of my clients felt it too. My building became shake. I soulth to my member to run out the building. I, my wife,m y son, my member and all of my client had aware that it was quake. I should to all of body to run out. It was dangerous. It was earth quake.
The quake has made my building shakes. Of course every body become afraid. It was about 5 minuntes. At that time I did not know where is the central of quake. But I believe that something has happened around my area. Maybe in my North Sumatera, maybe in West Sumatera.
When I checked my facebook, I found many walls talk about earth quake. A girls said that it was happen in Pariaman West Sumatera. The other man said that it was in Rao West Sumatera, and somebody said that it was in Pekan baru. Wow, many places. Maybe the earth quake was felt by many province. I don’t know which place is the true. But when I stopped to work this afterrnoon, I went home and I turn on my television, I watch the news that earth quake just happened in Pariaman North Sumatra. It is about 7,1 Rithcher skale. I watch many victims in the news. Many buildings has broken. I just hope they will get helping by Governmen. Thequestion where is the earth quake has allready answered. It is in Pariaman West Sumatera Indonesia. Happen in September 30th in 2009. May they will get helping. Everybody feel s sorry to hear it. May God will help them all.

Topic:
Sumatera’s eartquake.
What a pity many victims
Indonesia’s earthquake victims

Comments (2) »

BUAH NAGA DAN LENGKENG

Seusai belanja pakaian di Tanah Abang, saya terus berniat untuk menuju pulang. Mataku sudah mulai terasa panas karena tidak terbiasa dengan udara berbau kain. Badanku sudah merasa lelah sekali karena sudah terlalu jauh berjalan kaki.
Setelah keluar dari Mall tempat perbelanjaan kain itu, saya terus mengikuti arah jalan ketika saya datang tadi. Ingin rasanya saya duduk dan istirahat dulu, tapi saya belum melihat tempat untuk bisa istirahat. Jalan yang kulalui kembali lagi dari jalan yang sangat rapat dengan kendaraan roda empat. Saya berjalan dari antara mobil yang sangat padat itu. Anakku yang bungsu berulang kali meneleponku untuk dibelikan memory playstationnya, sementara telepon dari abangku yang sulungpun datang menanyakan dimana saya berada. Banyak juga panggilan ponsel yang kuterima ketika saya berada di antara pusat perbelanjaan Tanah Abang hingga menuju tempat stasiun bus menuju Kampung Melayu yang akan saya lalui.
Ketika saya melintas di depan penjual buah, saya terus membeli buah lengkeng dan buah naga yang ia sediakan di tempat jualannya. Buah lengkeng sangat murah harganya di Tanah Abang ini. Jauh lebih murah harganya dibandingkan di daerahku di Sumatera Utara. Sementara buah naga, merupakan kali pertama saya mengenalnya. Buahnya sebesar kepalan tinju. Berwarna orange dan memang berbentuk seperti kepala ular naga. Baìan dalamnya berwarna putih dengan biji biji hitam kecil yang sangat banyak. Tak kutanyakan dari mana asal buah naga ini, tapi dari packet dan merk dagangnya, kemungkinan besar buah ini berasal dari negeri bambu atau negeri China. Saya membelinya sebanyak dua biji saja. Harganya Rp: 7.500 per buah. Rasanya sedikit saja manisnya. Tak tahu mengambarkan rasanya, tapi di daerahku di Sumatera Utara, ada rasa buah yang mirip rasanya dengan rasa buah naga ini. Yaitu buah sanduduk. Itu saja yang saya beli ketika sedang mencari tempat duduk ketika menuju stasiun mobil ini. Sebelum menemukan tempat untuk duduk, kembali lagi saya ingin membeli kartu perdana Simpati ketika masih berada di Jakarta ini. Saya membelinya sebagai kenang kenangan ketika berada di Kota Metropolitan Jakarta ini. Kubeli dengan harga 15.000, dengan nomor urut yang menurutku sudah lumayan bagus.

Comments (3) »

Community

Leave a comment »

My Blog

Comments (2) »

GARMEN DI TANAH ABANG

Begitu saya masuk di pusat perbelanjaan garmen di Tanah Abang, nampaklah
Terpajang berbagai macam busana wanita di dalam Mall ini. Mulai dari pakaian Muslim, pakaian sehari hari, jubah dan tak tak ketinggalan pakaian seksi yang katanya sangat banyak terjual ke Pulau Bali atau Pulau Dewata.
Suasana di dalam bangunan perbelanjaan ini cukup sejuk. Hanya saja karena saya tidak terbiasa berada di antara bahan kain seperti ini, jadinya saya merasa tak sedap di hidung dan mata saya. Kurasa sama saja dengan bau cengkeh dan tembakau. Saya teringat dulu ketika saya pertama sekali menjadi pedagang rokok. Saya sering merasa tidak enak bernafas ketika berada di antara timbunan rokok dagangan saya. Mungkin begitulah perasaan orang yang tidak terbiasa dengan bau kain. Sebab saya melihat hal ini merupakan hal biasa bagi orang di sekitar saya. Tidak ada nampaknya yang merasa tidak enak di Gedung Grosir Pakaian ini.
Di dalam pusat perbelanjaan ini, saya sempat membeli beberapa helai kemeja dan celana. Harganya lumayan murah. Tapi mereka selalu menjual perkodi atau lusinan. Mereka tidak menjual eceran. Paling sedikit mereka hanya mau menjual 1/4 lusin alias tiga helai. Hampir semua toko selalu demikian. Mereka malah menyuruh saya ke gedung perbelanjaan sebelah kalau saya hanya akan membeli bijian. Tapi saya tetap membeli di grosiran ini, sebab saya yakin bahwa disini harganya lebih murah.
Setelah lama mondar mandir dan shopping disini, saya merasa lapar dan pergi ke bangunan lantai dasar. Disana saya menikmati masakan siang. Makanan ala minang. Selesai makan siang, saya kembali meneruskan untuk berkeliling keliling di Pusat perbelanjaan ini.
Saya akhirnya pergi juga ke bangunan sebelah. Rupanya disinipun amat luas. Lebih luas lagi disini dari pada yang tadi. Kedua bangunan ini dihubungkan dari bagian atasnya. Dari situlah saya menyeberangi bangunan itu dengan lebih dahulu melewati beberapa eskalator. Memang sangat luaslah tempat perbelanjaan ini. Memang sangat ramailah pedagang kain dan baju disini. Harganya sangat murah murah. Bahkan bahkan dulunya kuanggap karena barang jelek karena murahnya, tapi rupanya karena disinilah harga pakaian paling murah di kota Jakarta ini. Inilah sekilas cerita saya ketika di Tanah Abang pada awal Agustus 2009 lalu.

By writer of Hajji Book:
40 Hari Di Tanah Suci
Thank you

Comments (1) »

Adsense

Leave a comment »