GARMEN DI TANAH ABANG

Begitu saya masuk di pusat perbelanjaan garmen di Tanah Abang, nampaklah
Terpajang berbagai macam busana wanita di dalam Mall ini. Mulai dari pakaian Muslim, pakaian sehari hari, jubah dan tak tak ketinggalan pakaian seksi yang katanya sangat banyak terjual ke Pulau Bali atau Pulau Dewata.
Suasana di dalam bangunan perbelanjaan ini cukup sejuk. Hanya saja karena saya tidak terbiasa berada di antara bahan kain seperti ini, jadinya saya merasa tak sedap di hidung dan mata saya. Kurasa sama saja dengan bau cengkeh dan tembakau. Saya teringat dulu ketika saya pertama sekali menjadi pedagang rokok. Saya sering merasa tidak enak bernafas ketika berada di antara timbunan rokok dagangan saya. Mungkin begitulah perasaan orang yang tidak terbiasa dengan bau kain. Sebab saya melihat hal ini merupakan hal biasa bagi orang di sekitar saya. Tidak ada nampaknya yang merasa tidak enak di Gedung Grosir Pakaian ini.
Di dalam pusat perbelanjaan ini, saya sempat membeli beberapa helai kemeja dan celana. Harganya lumayan murah. Tapi mereka selalu menjual perkodi atau lusinan. Mereka tidak menjual eceran. Paling sedikit mereka hanya mau menjual 1/4 lusin alias tiga helai. Hampir semua toko selalu demikian. Mereka malah menyuruh saya ke gedung perbelanjaan sebelah kalau saya hanya akan membeli bijian. Tapi saya tetap membeli di grosiran ini, sebab saya yakin bahwa disini harganya lebih murah.
Setelah lama mondar mandir dan shopping disini, saya merasa lapar dan pergi ke bangunan lantai dasar. Disana saya menikmati masakan siang. Makanan ala minang. Selesai makan siang, saya kembali meneruskan untuk berkeliling keliling di Pusat perbelanjaan ini.
Saya akhirnya pergi juga ke bangunan sebelah. Rupanya disinipun amat luas. Lebih luas lagi disini dari pada yang tadi. Kedua bangunan ini dihubungkan dari bagian atasnya. Dari situlah saya menyeberangi bangunan itu dengan lebih dahulu melewati beberapa eskalator. Memang sangat luaslah tempat perbelanjaan ini. Memang sangat ramailah pedagang kain dan baju disini. Harganya sangat murah murah. Bahkan bahkan dulunya kuanggap karena barang jelek karena murahnya, tapi rupanya karena disinilah harga pakaian paling murah di kota Jakarta ini. Inilah sekilas cerita saya ketika di Tanah Abang pada awal Agustus 2009 lalu.

By writer of Hajji Book:
40 Hari Di Tanah Suci
Thank you

1 Response so far »

  1. 1

    sigit said,

    salam kenal …

    kalo butuh info biaya konveksi dan harga mesin konveksi, cari di tempat saya aja

    thanks ye


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: