KEBIASAAN PENDUDUK MANDAILING

Adat dan Agama di Mandailing.
Bagaimana kira kira kebiasaan orang Mandailing sejak masuknya agama Islam? Apa perbedaan Suku Batak dengan Suku Batak Mandailing?
Benarkah suku Mandailing merupakan penyembah roh roh halus sebelum datangnya agama Islam?
Di halaman ini, saya akan memberi contoh contoh kebiasaan orang orang Mandailing yang menandakan bahwa orang Mandailing adalah satu rumpun keturunan dengan Batak Toba, yang membuktikan banyak persamaan antara Batak Toba dengan Batak Mandailing, yang menggambarkan seolah agama Islam itu perlahan lahan mulai mengikis kebiasaan orang Mandailing sehingga perlahan lahan mulailah semakin banyak perbedaan antara Batak Mandailing dan Batak Toba, padahal sebenarnya Batak Mandailing dan Batak Toba adalah bersaudara. Dan juga kebiasaan orang orang Mandailing yang menggambarkan bahwa ada ajaran animisme pada Mandailing tempo dulu:
1. Dalam penyambutan pengantin baru di Mandailing, selalu ada ucapan Horas … Horas… Dan juga ada acara melemparkan beras ke arah rombongan pengantin.
2. Jika ada bayi yang baru lahir, masih selalu ada acara pemberitahuan kelahiran ini pada roh roh halus dan setan setan dengan acara membakar kemenyan di depan rumah yang baru lahir.
3. Dengan adanya Tor Tor, ulos batak, amak lampisan, gordang, onang onang merupakan kesamaan antara Toba dan Mandailing.
4. Bila ada yang sakit demam, selalu menggunakan daun daun yang diyakini tidak disukai setan. Ini selalu menjadi ramuan utama obat tradisional Mandailing.
5. Dengan adanya acara upa upa dengan kepala kambing maupun kepala kerbau bagi sebagian masyakat yang masih percaya.
6. Dengan menghapuskan ramuan santan maupun biji beras pada kendaraan yang baru dibeli, dengan maksud agar terhindar dari mara bahaya.
7. Dengan mengoleskan darah sembelihan pada kain. Kain berdarah ditempatkan pada langit langit rumah yang baru dibangun. Ini juga bermaksud agar penghuni rumah jadi aman dan tenteram.
8. Dengan menanami tumbuhan dingin dingin di sekitar rumah agar penghuni rumah terhindar dari penyakit.
9. Kebiasaan penduduk untuk memotong kambing atau ayam pada lahan perkebunan atau bangunan jembatan baru dengan maksud agar tidak ditimpa bencana. Semua contoh di atas menandakan kebiasaan Batak Mandailing dan Batak Toba dan juga menyakinkan bahwa dulunya orang Batak adalah pemercaya roh roh atau sipele begu.
Masih banyak lagi persamaan antara Toba dan Mandailing. Tapi kebiasaan itu kini mulai terkikis dengan datangnya ISLAM.

7 Tanggapan so far »

  1. 1

    Pulungan Achyar said,

    saya sependapat dengan artikel pak Tanjung, dimana di Mandailing sebelum adanya penyebaran agama Islam dan juga Kristenisasi yang dibawa Belanda, masyarakat mandailing menganut animisme (Sipele begu) dengan menyembah batang kayu kramat, batu besar dan roh roh halus. sama halnya masyarakat batak toba, dengan masuknya agama ISlam membawa perubahan dan mengikis kepercayaan dan tradisi lama, juga semakin majunya perkemabangan zaman dan technologi saya juga ada melihat perubahan besar dalam adat istiadat mandailing godang khususnya di mandailing. salah satu contoh pesta perkawainan”markorja” dulu dibawah tahu 90an pesta baru selesai setelah jam 5 sore tapi sekarang kita bisa lihat acara pesta jauh lebih cepat dirangkumkan waktunya karena sudah banyak phase – phase dalam adat perkawinan (horja) yang disingkatkan mengingat pentingnya waktu bagi semua orang.dan satu lagi yang terkikis adalah permaianan kampung anak -anak (margotria, martin, mar rene- rene, tamtam buku, cap cap bawangi dll) bisa dikatakan sudah terkikis habis dengan hadirnya permaianan era digital seperti TV, Video, CD, radio, Play station Dll.

    dan perlu saya tambahkan agama islam sudah masuk ke tanah mandailing sekira tahun 1800 dan hal ini terbukti pada batu Niszan raj raja nasution di hutasiantar dimana nizannya sudah bertuliskan aksara Arab. dan dapat kita bayangkan mulai dari itulah peradaban (adat istiadat) orang mandailing mulai perlahan aus bergesekan dengan sendi agama dan perubahan zaman dan era globalisasi & informasi. semakin lama adat ini bisa saja semakin menipis dan bahkan hilang sama sekali, semua berubah dengan peradaban moderen dan westernisasi di sega lini kehidupan. kecuali kita tetap bertekad bulat untuk memelihara adat istiadat tersebut dan menitipkannya ke generasi muda (recycle local tradition).

    namun di daerah lain (luar mandailing) adat istiadat ini masih kental dan tidak bisa kompromi (dalam aturan adat) seperti Angkola, Padang Bolak. semua ritual pesta perkawinan (Horja) masih dijalankan sebagaimana dulunya, belum banyak perubahan dan pengguntingan episode. hal ini yang perlu kita cermati dan bandingkan dengan mandailing khususnya Panyabungan. apa faktor yg membuat adat istiadat di daerah luar mandailing masih bertahan sementara di mandailing Sendiri adat istiadat itu di persingkat.

    masih banyak hal hal yang semestinya kita (masyarakat mandailing) dan lebih lebih pemuka adat dan local government membentuk satu wadah untuk kembali
    merajut dan mendokumentasikan adat istiadat yang original sehingga lesatari samapai ke anak Cucu.

    salam,

    Muhammad Achyar Pulungan
    Hutasiantar Putra

  2. 3

    ashartanjung said,

    Terima kasih atas tambahan pendapatnya. Kapan kapan kita mungkin bisa bertemu. Achyar termasuk seorang pemikir. Saya bangga.
    Salam.

    • 4

      Pulungan Achyar said,

      Ok Mr. Tanjung, ari rayo on mada abg pasuo molo mulak kampung, bia mantong napadao – dao, au pe bangga do tu abangi sebagai putra madina namundung canggih mamanfaatkon dunia maya, lagi english na pe jago do wida. marsiajar do gari jolo tu abangi . ha..ha….

  3. 5

    ashartanjung said,

    Idia do tinggalmu, Achyar?
    Madung dot do homu Achyar program na di bawah on?
    Bila anda ingin memperoleh uang dari intrenet Klik disini

  4. 6

    Pulungan Achyar said,

    Au di Dumai do au Abg, nape dohot botul do nanga i

  5. 7

    ashartanjung said,

    Coba saja, ruginya juga tidak ada. Aupe baru mandapot 380 Dollar. Setelah 2rb Dollar baru bisa ditukar. Salam sukses ma. Molo Tuhan mangizinkan, mungkin hita bisa pajumpang di lain maso


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: