PENGALAMAN MENGATASI SAKIT PERUT

Sakit perut. Itu topik pembicaraan yang ingin saya tuliskan di halaman ini. Entah karena ada kelainan, entah juga karena suatu penyakit, saya sudah 3 kali menderita sakit perut pada tahun ini. Pertama terjadi kira kira bulan Agustus 2010. Pada mulanya sakitnya seperti masuk angin. Kuobati dengan minyak kayu putih, menara lima, tapi akhirnya harus berobat ke dokter umum sebanyak dua kali baru sembuh. Sakit perut pertama ini menimpa saya hampir 2 minggu lamanya.
Kejadian kedua terjadi pada bulan January 2011. Mulanya malas berobat, tak kuasa menahankannya akhirnya harus 2 kali juga berobat ke dokter umum baru penyakitku bisa sembuh.
Sakit perut ketiga datang pada April ini. Perobatan tak bisa kutunda lagi karena penyakit ini sudah terlalu sering menyerangku. Dua kali bersambung obat saya lakukan pada dokterku yang biasa. Tapi tak juga sembuh. Bosan meminum obat, mual bila melihat bekas obatku, malas berobat terus terusan, akhirnya kutahankan derita ini beberapa hari. Sampai semakin perih di perut, akhirnya saya kembali lagi ke dokter yang sama. Dia terheran kenapa penyakitku tak juga kunjung terobati. Akhirnya ia memberiku obat yang berbeda dosisnya. Setelah kuminum pada malam harinya, saya malah jadi setengah sadar. Saya yakin karena overdosis. Setengah malam saya lunglai dan tak karuan. Akhirnya saya tak berani lagi meminum obatnya pada keesokan harinya. Pada pagi harinya memang saya merasa agak baikan. Tapi saya merasa obat semalam terlalu kuat. Saya berhenti lagi berobat. Saya berniat harus ke Rumah Sakit. Sudah saatnya saya harus Cek penyakit saya dengan alat tekhnologi yang lebih canggih dan dokter yang lebih spesialis. Lalu ternyata harus menunggu beberapa hari. Karena hari Minggu dokter penyakit dalam tidak hadir. Hari Senin juga tidak hadir karena hari Selasanya kebetulan tanggal merah karena hari raya Waisak. Lalu pada hari Rabu, saya ke Rumah Sakit. Disana saya cek darah, cek air seni, cek tensi darah dan cek Elektrocardiograf. Untuk alat yang paling penting pada penyakit saya yaitu alat Ultrasonografi tidak bisa difungsikan karena arus PLN tidak cukup. Itu yang lebih penting tapi itu yang tak bisa digunakan. Dokter spesialis dalam yang menangani saya mengatakan: Aliran darah bagus, tensi lumayan, detak jantung normal, air seni bagus, semua bagus. Ini sudah pasti masalah pencernaan. Meski USG tak sempat digunakan, sudah pasti penyakit anda masaiah perut.

Dia masih menanyakan apakah saya mual, apakah menceret? Saya jawab tidak. Saya juga menyampaikan keluhan saya. Sakit di perutku terkadang seperti masuk angin, terkadang perih seperti ada tusukan dalam perut, terkadang terasa panas dalam lambung, terkadang terasa seperti lapar sekali. Dokter spd itu dengan tenang menjawab:
Jangan kuatir. Penyakit anda bukan masalah serius. Dia menyarankan agar saya tidak mengopi dulu, jangan merokok, jangan minum air panas, sebab air panas bukan obat pengusir angin. Jangan sering meminum minuman botol atau kalengan. Sebab itu sangat merusak lambung. Kurangi makan sayuran. Begitu kira kira saran dokter spesialis dalam ini. Ada sedikit kecewa dalam hal berobat ini, itu terjadi karena tidak mampunya PLN mencukupi arus listrik. Memang di kotaku cukup sering listrik kekurangan daya. Tapi saya masih punya rasa bangga, sebab saya masih bisa mendapatkan dokter spd di daerahku. Dia memberiku obat beberapa macam.
Propepsa sucralfate (syrup yang harus diminum sebelum makan) 3 x 1 hari. Astrolan 30 mg, capsul 1 x 1 hari.
Lansoprazole, alprazolam 0,5 mg 1 x 1 hari.
Enercore 5000 mg sebangsa serbuk yang mesti dicampur air 200ml. Dengan keyakinan penuh kukonsumsi obat ini. Tapi apa hasilnya. Ada perubahan yang cukup lambat. Memang datangnya penyakit lebih mudah daripada sembuhnya.

Hari demi hari kuhabiskan obat yang kuterima dari dr spd itu. Tapi begitupun saya tetap masih berniat untuk memeriksakan bagian dalamku dengan alat Usg yang tertunda karena masalah listrik di kotaku. Rencanaku akan pergi berobat ke kota madya Padang Sidempuan. Semoga disana nanti tidak ada kendala lagi. Semoga saya tahu penyakit perutku secara detail.
Itulah kira kira cerita tentang sakit perut yang kualami dan belum sembuh disaat saya menuliskan blog ini.
Bagaimana kira kira biaya perobatannya:
Buat daftar berobat: gratis.
Cek darah dan urine: 27.000.
Elektrokardiograf: 45.000.
Empat jenis obat diatas menelan biaya 368.000.
Begitulah kira kira biayanya.
Semoga cerita singkat ini berguna buat pembaca.
Cerita mengenai lanjutan berobat ke Padang Sidempuan akan saya tuliskan disini.
Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: