Archive for Agustus 5, 2009

PENYANYI URIP TELAH PERGI

Penyanyi Urip yang telah terkenal dengan julukan Tak Gendong telah menghembuskan nafasnya yang kemarin. Lagu yang bagi banyak orang benar benar cukup menghibur dan bagi banyak orang hanya lagu lelucon, tapi yang jelas sangat laku di pasar musik Indonesia. Kini penyanyi atau artist ‘Tak Gendong’ itu telah pergi untuk selama lamanya.
Dia seorang pengamen yang biasa mengamen di Blok M, Jakarta. Yang belakangan ini telah menjadi artis top Indonesia. Tapi sayang, dia tidak lama bersama kita. Dia telah pergi selamanya. Mari kita do’akan semoga ia diterima yang kuasa. Oh, ya. Sebenarnya saya sedang berada di ferry angkutan Merak Bakahuni. Tadi berangkat dari Merak pada 19.55. Jadi sekarang jam 10.10 malam sudah tiba di Bakahuni Lampung. Jadi blognya sedikit terpotong. Sorry bangat pada semua pembaca. halaman saya akhirnya sedikit terpotong, Sehingga cerita meninggal dunianya Urip jadi tak lengkap tertuliskan.

Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih.

Iklan

Comments (1) »

MENAIKI DUTA BANTEN

't4ñZ' Fhøtø(917)

Perjalanan malam antara Merak dengan tujuan Bakahuni mulah saya jalani malam ini. Saya dengan mobil yang saya kenderai memasuki kapal Duta Banten pada jam 19.30. Masuk dengan bayaran Rp: 198.000, untuk mobil kijang dan sejenisnya. Pengeluaran saya sejak start dari Jakarta sudah lumayan. Tadi beli minyak ful tank di Kali Malang Jakarta Timur. Kemudian beli tiket toll Rp 3.500. Lalu bayar toll di Ciputat Rp 5.500. Kemudian bayar toll lagi ketika kami keluar dari toll Merak dengan bayaran 18.000. Kini kami telah memasuki kapal yang amat besar. Lantai dasar dipenuhi kendaraan roda enam ke atas. Sedangkan di lantai atasnya dimuat oleh kendaraan bermotor roda empat dan enam. Kapal ferry yang saya tumpangi akhirnya mulai berangkat pada jam 19.59.
Saya duduk makan pop mie sambil mengetik hp di ruang restaurant. Kapal mulai melaju. Saya tak bermaksud melihat keadaan Selat Sunda yang yang kami seberangi malam ini. Karena kebetulan saya sedang merasa tidak enak badan. Saya bertahan saja di ruangan restaurant untuk mengelak dari angin laut di malam hari yang terus berhembus. Teman teman sekapal nampak asyik saja mimum dan makan. Saya makan popmie di rendam saja sudah bayar Rp 10.000. Entah berapa kalau bayaran untuk makan. Tapi saya memang tidak ingin makan karena kami baru saja makan 1 jam yang lalu ketika berada di jalan toll. Saya butuh makanan ringan untuk hangatkan badan.
Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih.

Comments (1) »

PULANG KE SUMATERA

't4ñZ' Fhøtø(909)

Sudah kurencanakan dari semula untuk mengedarkan buku saya di kota Jakarta untuk kedua kalinya. Pertama kali saya luncurkan tepat di Kwitang Jakarta Pusat. Tapi kali ini gagal saya luncurkan karena saya merasa kurang enak badan ketika di Jakarta. Kita yang berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Akhirnya saya mengambil keputusan saja untuk kembali ke Sumatera Utara. Dalam hati, sebenarnya saya berminat untuk menginap lagi barang semalam. Tapi kondisi badan benar benar tidak mengizinkan. Akhirnya saya pulang tanpa menambah penyebaran buku saya di Jakarta. Sekarang mobil yang saya sudah berada di tol antara Jakarta dan Merak. Sopir sewaan saya asyik menyetir. Sementara saya duduk saja sambil mengetik tulisan ini di hp saya. Saya menulis saja tanpa memperhatikan suasana yang sudah gelap di sekitarku. Keadaan sudah berkisar jam 7 malam. Tak ada lagi matahari menerangi. Tak ada juga kelihatan bulan dan bintang. Semua nampak gelap. Semoga saja selamat di perjalan pulang ke kampung di Sumatera Utara.
Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih.

Leave a comment »

LEBIH ENAK BERSAMA KELUARGA

Susah juga kalau kurang enak badan. Saya benar benar setengah demam. Tidak selera buat ngomong, tidak selera buat mikirin apapun. Kulitku terasa menebal. Ac di ruangan tempat aku berada membuatku merasa kurang nyaman. Tapi bukan karena acnya yang kurang bagus. Tapi hanya karena saya sedang kurang fit. Kebetulan saat ini saya sedang transaksi di satu bank Syariah di Jati Waringin. Transaksinya amat lama. Saya tidak menyangka begitu.
Kakiku ku goyang terus karena terasa sedikit dingin. Urusan belum selesai juga. Tapi semoga selesailah hari ini. Aku sudah tidak mau berlama lama lagi di Jakarta ini. Aku ingin pulang ke Sumatera Utara. Memang menyenangkan di Jakarta ini. Tapi saya lebih senang bersama keluarga dimanapun berada.

Comments (1) »