Posts tagged jakarta

PERJALANAN DARWIN

Hanya jabatan tangan dan ucap selamat jalan, itu yang saya berikan pada teman dagang saya bernama Darwin di malam ini. Dia pergi menggantikan saya dalam satu urusan ke ibu kota Jakarta. Tak lupa pula kutitipkan oleh-oleh berupa makanan dari Mandailing buat abang sulungku yang telah lama berkiprah di Jakarta.
Malam ini Darwin berangkat jam 9 tepat dari Panyabungan Madina. Menurut rencana akan tinggal landas dari Bandar udara Tabing Sumbar dengan tujuan Jakarta besok jam 6 pagi. Yakni dengan pesawat Lion Air nomor tiket 226176, route Padang dengan ongkos Padang Jakarta sebesar Rp 479.000.
Pesanku kalau sudah tiba di Jakarta agar segera memberi tahu saya agar saya bisa mengabari abangku yang sulung, dengan maksud agar abangku tahu bahwa ia sudah landing di Jakarta.
Buat menuliskan info nama angkutannya, di bawah ini telah saya tulis alamat kantor transportasi mengenai perjalanan ini bila anda membutuhkannya.
Nama angkutan Panyabungan Padang yaitu dengan angkutan Cv. Zico Putera Transport. Dari loket inilah temanku membeli tiket pesawat terbang Lion Air dengan nomor penerbangan 11 351 status 04 class v. Tiket diambil atas nama Citra Tour Padang Citra Mandiri. Biaya tambahan adalah ongkos angkutan darat Panyabungan Padang sebesar Rp 110.000.
Semoga tulisan singkat ini bisa berguna buat anda yang akan jadi musafir dari Mandailing Natal ke Jakarta.

Nb: Jam 9 pada keesokan harinya, ketika kutelepon, ternyata Darwin sudah berada di Jakarta.
Terima kasih atas kunjungan anda di blog pribadi saya ini.

Comments (3) »

TURN DARI ALS DI JAKARTA

Ketika tiba di Pulau Jawa dengan bus ALS yang kutumpangi, kamipun singgah di Stasiun ALS Tangerang Jawa Barat. Kalau tahun 1990 saya tiba di Jakarta, saya turun di Pulo Gadung. Tiba di P Jawa tahun 1996 saya turun di Kalideres, lalu melanjutkan perjalanan dengan Mikrolet menuju Tangerang, terus ganti bus menuju Senen Jakarta Pusat dengan meleweti jalan Daan Mogot yang amat jauh ujungnya. Tapi kali ini ALS yang saya tumpangi berhenti di Tangerang. Padahal sesuai tiket, saya akan turun di stasiun kalender Jakarta Timur. Lalu karena perbedaan tempat turun dengan tulisan di tiket saya, terus saja kulaporkan ke loket. Di loket ini saya hanya memakai bahasa Mandailing. Rupanya mereka semua mengerti. Saya yakin mereka semua adalah berasal dari tanah Mandailing.
Di loket ini mereka meminta uang minum sebagai uang antar saya ke Stasiun Kalender. Saya memberikan Rp 10.000 saja. Mereka menerima uang yang saya berikan dan terus mengantar saya ke Stasiun Tugas di Jakarta Timur. Lalu karena perbedaan nama Tugas dan Kalender ini membuat saya bingung. Ketika kutelepon seorang dari saudaraku, ternyata Tugas dan Kalender adalah sama saja. Saya terus menaiki bus pengantar tanpa menunggu lama. Menurut saya, layanan ALS ini sudah lumayan bagus. Bus pengantar yang kunaiki terus melaju dan memasuki satu jalan tol. Jaraknya agak jauh juga. Tapi saya hanya membayar 10 ribu saja, sebab itu kukatakan layanan mereka sudah lumayan baik.
Di perjalanan menuju Tugas, saya benar benar melewati jalan yang belum pernah saya lalui. Saya yakin ketika saya di Jakarta ini tahun 1996, jalan tol dan jembatan layang yang kami lalui ini belum di bangun pada saat itu. Di perjalanan ini nampaklah gedung gedung yang hampir mencakar langit. Perbelanjaan yang ramai banyak kami lewati. Seperti misalnya Carrefour dan Indomaret yang nampak menjamur di kota Jakarta ini. Sungguh luar biasa ramainya Indomaret yang kami lalui di Tangerang. Saya melihat sepeda motor yang parkir di depannya melebihi 300 unit jumlahnya. Luar biasa pembelinya. Begitulah bis terur melaju hingga tiba di Tugas. Begitulah sekilas cerita saya di Jakarta pada awal Agustus 2009.

Comments (4) »

LOKASI STASIUN KERETA API DI JAKARTA

Alamat alamat stasiun kereta api di Jakarta Indonesia:
1. Cikini. Jalan. Pegangsaan Timur.
2. Gambir. Jln. Merdeka Timur.
3. Kota. Jln. Lap. Stasiun Kota.
4. Jati Negar. Jalan Raya Bekasi.
5. Manggarai. Jln. Manggarai Utara 1.
6. Senen. Jln. Stasiun Senen.
7. Tanah Abang. Jalan Jati Baru.
8. Tanjung Priok. Jln Taman Stasiun.
Siapapun yang menginginkan info tentang dimana stasiun kereta api di Jakarta, semoga blog saya ini akan membantu.

Bila anda ingin memperoleh uang dari intrenet Klik disini

If you want to get money from your site, Click here

PenulisBukuHaji

Dapatkan Buku Karya Saya Disini

Thank you

Comments (8) »

NAMA NAMA BANK SWASTA BESERTA ALAMATNYA

Di dalam blog saya ini akan saya tuliskan nama nama Bank Swasta di Jakarta Indonesia.
1. Bank Artha Graha.
Jln Jend Sudirman.
2. Bank Buana Indonesia.
Jln Gajah Mada.
3. Bank Bukopin.
Jln letjen. MT Haryono.
4. Bank Central Asia.
Jln Jend Sudirman.
5. Bank CIC.
Jln Asia Afrika.
6. Bank Danamon.
Jln Jend Sudirman.
7. Bank Ekonomi.
Jln Jend Sudirman.
8. Bank IFI
Jln Jend Sudirman.
9. Bank Internasional Indonesia.
10. Bank Lippo.
Jln Diponegoro Boulevard.
11. Bank Mayapada.
Jln Jend Sudirman.
12. Bank Media.
Jln HR Rasuna Said.
13. Bank Mega.
Jln Jend Sudirman.
14. Bank Muamalat.
Jln Jend Sudirman.
15. Bank Niaga.
Jln Jend Sudirman.
16. Bank NISP.
Jln Gunung Sahari.
17. Bank Panin.
Jln Jend Sudirman.
18. Bank Windu Kentjana.
Jln Letjen S Parman.
Itulah kira kira nama nama Bank yang sudah sempat saya tuliskan di website saya. Semoga nama nama Bank ini ada gunanya pada para pembaca. Terima kasih atas kunjungannya.

Pemilik blog ini adalah penulis buku 40 Hari Di Tanah Suci.
Ingin lihat profil penulis: Klik disini
Penulis buku ini juga doyan main internetan. Bila anda ingin mencoba punya gaji dari Internet, ikutlah dengan venifire. Tuliskan alamat email anda setelah mengklik iklan di bawah ini. Silakan mencoba.

Join Vinefire!

Comments (5) »

PULANG KE SUMATERA

't4ñZ' Fhøtø(909)

Sudah kurencanakan dari semula untuk mengedarkan buku saya di kota Jakarta untuk kedua kalinya. Pertama kali saya luncurkan tepat di Kwitang Jakarta Pusat. Tapi kali ini gagal saya luncurkan karena saya merasa kurang enak badan ketika di Jakarta. Kita yang berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Akhirnya saya mengambil keputusan saja untuk kembali ke Sumatera Utara. Dalam hati, sebenarnya saya berminat untuk menginap lagi barang semalam. Tapi kondisi badan benar benar tidak mengizinkan. Akhirnya saya pulang tanpa menambah penyebaran buku saya di Jakarta. Sekarang mobil yang saya sudah berada di tol antara Jakarta dan Merak. Sopir sewaan saya asyik menyetir. Sementara saya duduk saja sambil mengetik tulisan ini di hp saya. Saya menulis saja tanpa memperhatikan suasana yang sudah gelap di sekitarku. Keadaan sudah berkisar jam 7 malam. Tak ada lagi matahari menerangi. Tak ada juga kelihatan bulan dan bintang. Semua nampak gelap. Semoga saja selamat di perjalan pulang ke kampung di Sumatera Utara.
Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih.

Leave a comment »

LEBIH ENAK BERSAMA KELUARGA

Susah juga kalau kurang enak badan. Saya benar benar setengah demam. Tidak selera buat ngomong, tidak selera buat mikirin apapun. Kulitku terasa menebal. Ac di ruangan tempat aku berada membuatku merasa kurang nyaman. Tapi bukan karena acnya yang kurang bagus. Tapi hanya karena saya sedang kurang fit. Kebetulan saat ini saya sedang transaksi di satu bank Syariah di Jati Waringin. Transaksinya amat lama. Saya tidak menyangka begitu.
Kakiku ku goyang terus karena terasa sedikit dingin. Urusan belum selesai juga. Tapi semoga selesailah hari ini. Aku sudah tidak mau berlama lama lagi di Jakarta ini. Aku ingin pulang ke Sumatera Utara. Memang menyenangkan di Jakarta ini. Tapi saya lebih senang bersama keluarga dimanapun berada.

Comments (1) »

KE PASARAYA SENEN JAKARTA

't4ñZ' Fhøtø(872)

Selesai urusan mobil di Cipinang Indah 1, saya terus menuju Bekasi Barat atau ke rumah saudara saya. Sesudahnya saya terus berencana ke Pasaraya Senen untuk membeli aipot dan mp4. Mulai dari berangkat dari rumah saudara saya, memang saya sudah agak ragu. Karena tempat saudara saya ini terakhir kukunjungi 18 tahun yang lalu, Jadi pasti sangat banyak perubahan. Sangat banyak kemungkinan bila saya akan susah menuju jalan pulang nanti. Jadi sayapun teringat ketika pertama kali tinggal di Medan, saya selalu mencari sesuatu yang menyolok mata untuk ditandai bila akan bepergian, agar mudah bila saya akan pulang. Jadi di sekitar rumah saudara saya, sudah beri tanda agar mudah mengenalinya bila akan kembali nanti. Begitulah hingga saya naik bus kota no 20 menuju Pondok Kopi. Sampai di sana, saya benar benar heran dengan banyaknya perobahan. Lalu saya menyambung angkutan lagi dengan mikrolet no 47 tujuan Senen Jakarta Pusat. waduh, di sanapun luar biasa banyak perubahannya. Saya sempat bertanya entah berapa kali pada orang lain baru saya tahu dimana Pasaraya berada. Saya masih sempatkan untuk melihat teman temanku ngobrol di Senen 18 tahun yang lalu. Tapi tak ada lagi yang kukenal di antara banyaknya orang di Pasaraya itu. Sempat juga kutanya seseorang apakah ia mengenal teman temanku yang dulu. Tapi di antara mereka tak ada lagi yang mengenal. Memang Jakarta ini sudah jauh berobah. Mulai dari wajah kotanya hingga pemain pemainnya.
Info kudapatkan Dari lawanku bicara bahwa Pasaraya sekarang tidak seperti dulu lagi. Sekarang Pasaraya akan tutup jam 4 sore. Sementara saya sendiri tiba di tempat ini sudah jam 4 sore. Dia lalu mengatakan bahwa perbelanjaan yang masih buka kalau sudah sore hanya Atrium. Seseorang itu menunjukkan tempatnya pada saya. Dan sayapun mulai menuju Atrium yang berdiri megah tak jauh dari tempatku. Yang ketika saya sering mangkal disini, Atrium ini benar benar belum ada. Tapi memang sekarangpun saya tidak ada rencana datang ke sini selagi saya masih di Sumatera Utara. Tapi karena urusanku sudah vacum. Tak ada lagi yang perlu kulakukan hingga hari Selasa sore nanti, karena itu saya ke Senen ini untuk berencana beli aipot dan mp4.

Comments (1) »