Posts tagged buku

Buku untuk kesempurnaan pengetahuan

Buku berjudul 40 Hari di Tanah Suci, sangat perlu untuk dibaca seseorang yang akan melaksanakan haji. Sebab buku ini berthema pengalaman yang diralami sipenulis pada setiap harinya ketika berada di Jeddah, Madinah, Mekkah dan kota suci lain yang perlu untuk diziarahi ketika berhaji. Begitu besar arti pengalaman dalam buku ini. Begitu berguna untuk dibaca semua isinya. Harganya juga tidak terlampau tinggi untuk dibeli. Harganya terjangkau terjangkau untuk dimiliki. Mulai 6 hari sebelum lebaran Idul Fitri 1430 H atau tahun 2009, buku ini sudah akan tersedia di Swalayan Madina Market Mandailing Natal. Semoga bagi yang berminat memilikinya, akan semakin mudah menemukannya. Dan juga akan semakin bermanfaat bagi para pembaca semua pengalaman yang tercantum di dalamnya.
Di akhir halaman ini, tak lupa penulis menyampaikan
Kata:
Selamat Hari Raya Idul Fitri buat para kaum Muslimin di seantero dunia, khususnya masyarakat Muslim Sumbagut dan juga seluruh Indonesia tentunya. Mohon maaf lahir bathin untuk semua saudara saya.
Penulis buku 40 Hari di Tanah Suci, juga mengucapkan terima kasih atas semua support yang telah diberikan banyak sahabat dalam penerbitan buku ini. Dan juga teman saya Medysept91 yang sempat mengatakan dalam blognya Semoga semuanya mendapat imbalan yang semestinya.
Dapatkan buku ini demi kesempurnaan pengetahuan anda. Selamat membaca.

Profil penulis

Link alexa

Comments (3) »

LILIN LILIN KECIL DI BULAN RAMADHAN

Lilin lilin di bulan Ramadhan. Kenapa banyak orang Muslim menyalakan lilin pada bulan Ramadhan? Kenapa pula menyalakan lilin pada malam ke 27 bulan Ramadhan.
Sebenarnya, sepanjang pengetahuan saya, tidak ada suruhan atau ajaran agama Islam yang menyuruh pemeluknya untuk menyalakan lilin lilin ini. Kebiasaan ini muncul karena adanya ajaran tentang malam Lailatul Qadar. Malam yang terkenal dengan nama malam seribu bulan. Artinya, beribadat pada malam Lailatul Qadar, samalah nilainya dengan beribadat selama seribu bulan lamanya. Malam Lailatul Qadar ini akan terjadi pada malam ke 21, 23, 25, 27, 29. Maksudnya pada malam malam terakhir dan pada malam bilangan ganjil di bulan Ramadhan. Begitulah menurut nabi Muhammad Saw. Tapi kata nabi Muhammad pada suatu riwayat, malam Lailatul Qadar itu lebih sering datang pada malam ke 27 Ramadhan. Bila malam ini tiba, maka apapun yang akan dipinta pada Tuhan, dia selalu mengabulkannya. Pada moment ini, semua makluk akan sujud pada yang kuasa. Seperti halnya semua tumbuh tumbuhan yang ada di muka bumi ini.
Karena membahas tentang sujudnya semua makhluk di bumi, inilah latar belakang terjadinya kebiasaan menyalakan lilin di bulan Ramadhan. Seolah olah semua ummat ingin menyambut datangnya malam Lailatul Qadar ini.
Pada zaman dahulu, masyarakat Mandailing selalu menyalakan obor sebelum adanya lilin. Tapi setelah adanya produksi lilin, maka kebiasaan menyalakan oborpun berganti menjadi menyalakan lilin hingga kini. Begitulah sekilas cerita tentang asal kebiasaan penyalaan lilin lilin kecil di bulan Ramahan bagi masyarakat Islam di Mandailing.

By writer of Hajji Book:
40 Hari Di Tanah Suci
Bila ingin mengetahui komentar MEDYSEPT 91 tentang buku saya, KLIK DISINI
Thank you

Comments (6) »

SEBAIKNYA ANDA TAHU

Telah terbit buku pengalaman haji berjudul: 40 HARI DI TANAH SUCI. Bila anda ingin tahu bagaimana cerita perjalanan haji maupun umrah di tanah suci Makkah. Seorang penulis dari Sumatera, telah selesai menulisnya, dan telah berhasil menerbitkannya.
Menurut saya, siapapun lebih baik membaca buku pengalaman seperti ini baru pergi ke Mekkah untuk berhaji ataupun berumrah. Tapi terkadang minat baca yang terlalu minim, itulah yang sering menghalangi ilmu untuk masuk ke benak semua orang. Penulis dari Sumatera, telah mempersembahkan buku pengalaman haji berjudul 40 HARI DI TANAH SUCI untuk anda anda yang ingin ke Arabia dan juga anda anda yang ingin wawasannya bertambah.
Anda sudah bisa memperolehnya disini. Dapatkan segera bukunya. Kuasai pengalamannya. Sangat berguna buat anda. Tantangan ataupun rintangan disana mungkin akan semakin kita mengerti bagaimana datangnya, bagaimana mengatasinya bila telah menguasai buku 40 Hari Di Tanah Suci.
Miliki segera selagi bukunya masih ada di pasaran. Semoga bukunya jadi penuh manfaat buat anda, semoga anda bisa mendapatkan buku pengalaman haji ini. Salam beriring do’a, saya akhiri tulisan saya ini.

Terima kasih telah mengunjungi halaman saya:
Profil penulis
Bursa Buku Haji
Disini ada Dollar
Click here to get money
Kajian agama

Thank you

Comments (5) »

PENGALAMAN MENJALANKAN IBADAH PUASA

Seberapa laparkah puasa? Bagaimana laparnya orang yang puasa? Bagi orang Muslim, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang amat mudah untuk dijawab. Sebab hampir setiap Muslim pernah melaksanakan ibadah puasa. Tapi walaupun begitu, saya tetap ingin menuliskan pengalaman ini. Sebab pengalaman ini ada gunanya diketahui orang orang yang bukan beragama Islam.
Pernah dulu ketika saya masih duduk di bangku Smansa, seorang dari salah satu ranking umum kami mengatakan bahwa lebih mudah menjalankan puasa pada awal bulan Ramadhan dari pada di akhir bulannya. Sebab katanya, pada awal bulan Ramadhan, tubuh kita masih punya kandungan air yang cukup. Begitu hari demi hari kita jalani dengan tiada hari tanpa puasa, maka kandungan air di tubuh kita akan semakin berkurang. Sehingga dengan alasan ini, akan lebih payah menjalani puasa pada akhir bulan Ramadhan. Inilah yang diterangkan temanku se SMA dalam menjalani puasa selama 30 hari di bulan Ramadhan. Tapi pendapatnya ini benar benar tidak sama dengan apa yang saya alami. Menurut pengalaman saya, lebih susah menjalani puasa pada hari hari awalnya. Karena badan kita belum terbiasa dengan situasi puasa. Bila telah berlalu sekitar sepuluh hari, maka kita akan merasa biasa biasa saja. Bahkan saya sering terlupa bahwa saya sedang berpuasa. Begitulah mudahnya menjalani puasa pada pertengahan dan pada akhir puasa.
Kalau soal menahankan lapar, saya hanya merasa sedikit lapar. Lebih sakit merasakan lapar pada hari biasa karena terlambat makan dari pada menahankan lapar pada hari Ramadhan. Begitulah kira pengalaman saya dalam menjalankan ibadah puasa.

Pemilik blog ini adalah penulis buku 40 Hari Di Tanah Suci.
Ingin lihat profil penulis: Klik disini
Penulis buku ini juga doyan main internetan. Bila anda ingin mencoba punya gaji dari Internet, ikutlah dengan venifire. Tuliskan alamat email anda setelah mengklik iklan di bawah ini. Silakan mencoba.

Join Vinefire!

Comments (3) »

PULANG KE SUMATERA

't4ñZ' Fhøtø(909)

Sudah kurencanakan dari semula untuk mengedarkan buku saya di kota Jakarta untuk kedua kalinya. Pertama kali saya luncurkan tepat di Kwitang Jakarta Pusat. Tapi kali ini gagal saya luncurkan karena saya merasa kurang enak badan ketika di Jakarta. Kita yang berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Akhirnya saya mengambil keputusan saja untuk kembali ke Sumatera Utara. Dalam hati, sebenarnya saya berminat untuk menginap lagi barang semalam. Tapi kondisi badan benar benar tidak mengizinkan. Akhirnya saya pulang tanpa menambah penyebaran buku saya di Jakarta. Sekarang mobil yang saya sudah berada di tol antara Jakarta dan Merak. Sopir sewaan saya asyik menyetir. Sementara saya duduk saja sambil mengetik tulisan ini di hp saya. Saya menulis saja tanpa memperhatikan suasana yang sudah gelap di sekitarku. Keadaan sudah berkisar jam 7 malam. Tak ada lagi matahari menerangi. Tak ada juga kelihatan bulan dan bintang. Semua nampak gelap. Semoga saja selamat di perjalan pulang ke kampung di Sumatera Utara.
Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih.

Leave a comment »