NAIK BUSWAY ATAU TRANSJAKARTA

Busway, setahu saya artinya kereta api bawah tanah. Tapi ketika saya di Jakarta, saya sering melihat rambu rambu yang berarti: ‘Dilarang masuk kecuali Busway’. Ada lagi yang bertulisan, ‘Hati hati, ini lajur Busway’. Mulanya saya bingung, tapi ketika saya melihat ada bus yang amat panjang melaju di lajur Busway itu, barulah saya tahu pasti bahwa Busway itu adalah mobil angkutan yang sedang saya lihat itu. Kadang Buswaynya sebesar bus ALS. Kadang dua kali lipatnya disambung seperti kereta dua gerbong. Jalan yang dilaluinya adalah jalan raya yang biasa juga. Tapi disediakan khusus dari kanan untuk busway ini. Ada rambu rambu lalu lintasnya yang mengartikan ‘Tidak boleh melalui lajur itu kecuali busway’. Busway ini melaju seperti tidak ada halangan. Sebab tidak ada yang lewat di lajur itu kecuali Busway itu sendiri. Busway ini nampak sangat mewah. Kenderaannya bagus bagus dan baru. Saya tidak pernah tahu tentang Busway ini kalau saya tidak ke Jakarta ini. Memang pernah kudengar di berita bahwa Busway akan hadir di kota Jakarta. Tapi saya beranggapan bahwa Busway adalah kereta api bawah tanah. Baru sekarang saya tahu Busway adalah bus yang mewah dan amat berguna bagi banyak orang di Jakarta.
Busway ini punya banyak halte, punya tempat memulai perjalanan dan punya tempat untuk berhenti. Busway ini hanya boleh berhenti di halte yang telah tersedia. Haltenya seperti box kaca. Masuk ke dalamnya mesti bayar Rp 3.500. Setelah berada di box kaca ber Ac ini, kita tinggal menunggu Busway yang akan datang. Satu persatu Busway yang kesemuanya diberi merk Transjakarta akan datang bergilir. Kita tinggal memilih mana yang akan kita naiki. Bila kita naik ke satu busway lalu singgah di halte selanjutnya atau juga singgah di halte mana saja, kita masih boleh menaiki busway yang datang berikutnya. Busway yang searah dengan perjalanan kita tadi ataupun juga dari arah yang berlawanan. Jadi kita tidak akan pernah membayar ongkos lagi walaupun berpindah pindah Busway selama kita tidak keluar dari haltenya di saat keluar dari Busway. Bila keluar dari halte, kita mesti bayar lagi seperti tadi Rp 3.500. Cara ini dibuat agar penumpang bisa pergi kemana saja di daerah Jakarta dengan hanya membayar ongkos sekali saja. Kita sendirilah yang memilih Busway tujuan mana yang akan kita naiki. Mau Busway tujuan Senen, Jati Negara, Ancol, kita tinggal transit saja.

Ingin lihat profil penulis: Klik disini
Terima kasih

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Abdul said,

    Asyiknya naek busway.

  2. 2

    ashartanjung said,

    Ya. Tapi mulanya saya kesasar. Tidak ada tulisan tujuan di busway yang saya tumpangi, basyid.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: