Posts tagged panyabungan

KAPAN JEMAAH HAJI 2009 MADINA TIBA KE PANYABUNGAN

Selamat datang kembali jemaah haji Mandailing Natal. Pada hari Minggu 21 12 2009, rombongan haji Madina telah tiba kembali ke kampung halaman.

Ingin lihat klgp video di Pantai pandan Sibolga Tapanuli Tengah, silakan Klik di link youtobe ini. Klik saja, anda akan lihat hasilnya.

Iklan

Leave a comment »

SELAMAT MENEMPUH UJIAN CPNS DI SUMATERA UTARA

Satu hari sebelum tibanya ujian CPNS di Panyabungan Mandailing Natal, keadaan sudah nampak mulai ramai. Suasana jalan raya sudah nampak jauh lebih padat. Apalagi di perempatan jalan, suasana nampak lebih ramai lagi disaat menunggu pertukaran lampu merah ke lampu hijau. Banyak peserta ujian CPNS yang berdatangan dari berbagai daerah. Semua ingin berkompetensi dalam memenangkan ujian CPNS pada 25 11 2009. Berlomba mendapatkan kursi CPNS yang saat ini sangat bagus prospectnya.
Anak sekolah di Panyabungan juga sempat diliburkan karena ruangan kelas mereka akan dipakai untuk menjadi ruangan ujian CPNS 25 November ini. Semoga semua terlaksana dengan baik. Semoga semua akan bersikap jujur. Agar tidak ada yang dirugikan.
Diantara peserta ujian CPNS nampak sangat beragam. Ada yang kelihatan ketika memasuki kota Panyabungan dengan sendiri saja. Ada yang menaiki sepeda motor bersama temannya, ada yang menaiki mobil, ada yang datang bersama ayah dan ibunya, ada yang peserta yang datang bersama istrinya, suaminya, anak anaknya. Yah, semua nampak pada sibuk. Rumah makan kelihatan juga lebih ramai dari yang biasa. Begitulah kesibukan yang kelihatan di saat menjelang ujian CPNS tahun 2009. Semoga blog ini berguna bagi anda. Anda yang merupakan peserta ujian CPNS November 2009, akan selalu mengingat kenangan ini bila kebetulan sedang membaca halaman saya. Semoga sukses.

Leave a comment »

Buku untuk kesempurnaan pengetahuan

Buku berjudul 40 Hari di Tanah Suci, sangat perlu untuk dibaca seseorang yang akan melaksanakan haji. Sebab buku ini berthema pengalaman yang diralami sipenulis pada setiap harinya ketika berada di Jeddah, Madinah, Mekkah dan kota suci lain yang perlu untuk diziarahi ketika berhaji. Begitu besar arti pengalaman dalam buku ini. Begitu berguna untuk dibaca semua isinya. Harganya juga tidak terlampau tinggi untuk dibeli. Harganya terjangkau terjangkau untuk dimiliki. Mulai 6 hari sebelum lebaran Idul Fitri 1430 H atau tahun 2009, buku ini sudah akan tersedia di Swalayan Madina Market Mandailing Natal. Semoga bagi yang berminat memilikinya, akan semakin mudah menemukannya. Dan juga akan semakin bermanfaat bagi para pembaca semua pengalaman yang tercantum di dalamnya.
Di akhir halaman ini, tak lupa penulis menyampaikan
Kata:
Selamat Hari Raya Idul Fitri buat para kaum Muslimin di seantero dunia, khususnya masyarakat Muslim Sumbagut dan juga seluruh Indonesia tentunya. Mohon maaf lahir bathin untuk semua saudara saya.
Penulis buku 40 Hari di Tanah Suci, juga mengucapkan terima kasih atas semua support yang telah diberikan banyak sahabat dalam penerbitan buku ini. Dan juga teman saya Medysept91 yang sempat mengatakan dalam blognya Semoga semuanya mendapat imbalan yang semestinya.
Dapatkan buku ini demi kesempurnaan pengetahuan anda. Selamat membaca.

Profil penulis

Link alexa

Comments (3) »

MAKANAN BUDAYA MANDAILING

Gulo batu alias gula batu mulai akan muncul kembali di akhir bulan Ramadhan nanti. Gulo batu terbuat dari:
1. Gula kristal putih
2. Air
3. Zat pewarna (kuning).
Dimasak hingga lama sekali.
Lalu dikemas dalam botol putih. Gula batu yang dikemas dalam botol putih ini akan nampak membeku setengahnya dan mencair sebahagiannya. Ini dinamakan gulo batu. Sangat laris di pasaran setiap menjelang lebaran di Panyabungan. Sebab gulo batu ini sudah biasa digunakan masyarakat Mandailing untuk campuran makanan lemang (pulut yang dibakar dalam batang bambu) di hari Raya Idhul Fitri maupun hari Raya Idhul Adha.
Meski belum tiba hari lebaran, tapi para tukang masak gulo batu telah mulai sibuk mencari gula kristal putih, botol putih, dan juga tutup botol. Saya tahu karena saya seorang agen botol di kota saya. Terkadang saya juga ikut menjual gulo batu ini, tapi tidak pala serius sekali. Karena usaha menjual gulo batu ini hanya karena saya akrab dengan tukang masak gulo batu di kota saya. Bila ada saudara saya di pulau lain di Indonesia yang ingin mencoba menikmati gulo batu, datanglah ke kota saya Panyabungan, Mandailing Natal, Indonesia. Harga perbotol hanya Rp: 10.000.
Ini merupakan masakan budaya Mandailing Godang. Sangat enak jika dicampur dengan lemang atau pulut ketan.

Nb:
Bila anda ingin memperoleh uang dari intrenet Klik disini

If you want to get money from your site, Click here

PenulisBukuHaji

Thank you

Comments (2) »

INDAHNYA BULAN PUASA

Tak bosan bosannya saya menulis cerita bulan Ramadhan di blog saya ini. Meski saya bukan alumni sekolah agama dan juga tidak pernah menjadi seorang santri.
Keadaan yang akan saya tuliskan di halaman saya, adalah situasi ramainya mesjid di bulan puasa. Seperti pada sholat Dzuhur, Azhar, dan yang lainnya. Tidak hanya di kala sholat, di waktu antara sholatpun banyak kaum muslimin memasuki mesjid. Ada yang menghabiskan waktunya dengan membaca ayat ayat Tuhan. Memang benar benar magfirahlah bulan Ramadhan ini. Kaum muslimin kelihatan beribadat semaksimal mungkin. Mengharapkan ridha Tuhan. Mengharapkan ampunan dari yang kuasa. Begitulah kira kira perbedaan antara bulan Ramadhan dengan bulan bulan lainnya. Belum lagi banyaknya makanan berbuka puasa di pusat pasar. Makanan bermacam macam dipajang berbaris. Banyak makanan dan mimuman yang tidak ada ditemui di pusau pasar Panyabungan. Maksud saya, makanan seperti itu hanya dijual di waktu bulan puasa. Seperti makanan Sarabi, kue bongko, onde onde, roti India, dan yang lainnya. Begitu semaraknya bulan puasa di daerah saya. Terima kasih banyak atas kunjungannya.

Bila anda ingin memperoleh uang dari intrenet Klik disini

If you want to get money from your site, Click here
PenulisBukuHaji

Thank you

Comments (5) »

BATU TULIS GEREP DI SUMATERA UTARA

Aku tersenyum mendengar pertanyaan anakku. Dia bertanya apakah saya dulu memakai batu lei dan gerep untuk menulis di sekolah. Tentu saja saya tersenyum. Menurut orang orang tua yang saya tanya, menulis dengan batu gerep terakhir pada tahun 1960 di Panyabungan SUMATERA UTARA. Sedangkan saya masuk sekolah pada tahun 1978. Jadi saya tidak pernah menggunakan batu tulis gerep untuk menulis. Bahkan melihatnyapun belum pernah.
kalau ditinjau dari sudut kemajuan zaman, memang kehidupan di daerah Panyabungan sangat jauh tertinggal dengan negara negara luar. Sedangkan pada tahun yang sama sudah ada buku buku beredar di luar negeri. Buku buku yang terbuat dari bahan kertas. Bukan hanya buku pelajaran, tapi buku percintaan dan juga buku kisah peperangan juga sudah banyak beredar di Eropah. Seperti karangan John Master, Ernest Hamingway dan yang lainnya. Itulah kalau ditinjau dari sudut kemajuan zaman. Lalu kalau dari sudut kesejahteraan rakyat, dulu batu tulis dibagikan pada anak anak sekolah secara gratis. Kalau saya bandingkan dengan pada saat itu. Negara belum begitu maju tapi sudah bisa membagikan buku tulis dengan gratis pada masa itu, saya benar benar salut mendengar tulisannya. Sekarang juga memang sudah dibagikan buku buku paket pada anak sekolah. Tapi buku tulisnya belum. Semoga negara kita akan semakin maju lagi. Pertanyaan itu ada karena kebetulan anak saya belajar sejarah di sekolahnya. Mereka membicarakan mengenai batu tulis gerep pada zaman dulu.
By writer of Hajji Book:
40 Hari Di Tanah Suci
Thank you

Comments (1) »