Archive for Juni, 2012

Prediksi Pemenang Perempatan Final PialaEeropah 2012


Prediksi Pemenang dalam pertandingan sepak bola piala Eropah 2012.

Siapa yang akan menang menurut anda antara kesebelasan::
Rep. Ceko vs Portugal.
Menurut saya yang akan menang adalah: Portugal. Bagaimana pendapat anda?

Siapa yang akan menang menurut anda antara kesebelasan::
Jerman vs Yunani.
Yakinkah anda bahwa pemenangnya adalah Jerman? Apa alasan anda?

Siapa yang akan menang menurut anda antara kesebelasan::
Spanyol vs Prancis
Dua jagoan yang diandalkan. Saya berpendapat Spanyol akan menang. Sesuaikah dengan pendapat anda?

Siapa yang akan menang menurut anda antara kesebelasan::
Inggris vs Italia
Mungkinkah Italia yang akan menang? Menurut saya, Italia yang akan menang.
Beri komentar anda tentang prediksi pertandingan ini. Bagaimana pula dengan Ramalan ya?

Comments (1) »

Lirik Lagu Arie Lasso: Karena Aku Tlah Denganmu

Di bawah ini telah saya tuliskan text lagu Ari Lasso. Lagu ini termasuk lagu kesukaan saya. Kutuliskan lyric (Lirik) lagu Ari Lasso ini hanya sebagai blog pribadi tentang nyanyian favorit saya.
Judul lagu: Karena Aku Tlah Denganmu
Aku tak suka selalu saja
Kau sebut-sebut namanya saat kita bicara
Aku tak ingin, tak ingin mendengarnya
Kau bawa-bawa namanya saat berdua denganku

Maafkan aku membuatmu tak suka
Karena aku tlah denganmu
Bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

Tak akan lagi, takkan terulang lagi ooh
Membawa-bawa namanya saat berdua denganmu

Maafkan aku membuatmu tak suka
Karena aku tlah denganmu
Bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

Maafkan aku bila kau tak suka
Maafkan aku membuatmu tak suka, aku tlah denganmu
Bukan maksudku bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

Leave a comment »

Kisah Sang Pendeta Memilih Agama Islam

Pendeta Masuk Islam (Dr. Muhammad Yahya Waloni)
Adaha Nadjemuddin, Tolitoli : PAGI menjelang siang hari itu, nuansa Idul Fitri 1427 Hijriah masih terasa di Tolitoli. Hari itu baru memasuki hari yang ke-9 lebaran. Kendati terik panas matahari masih mengitari Tolitoli dan sekitarnya, tetapi denyut aktivitas warga tetap seperti biasa.
Begitupun di sekitar Jalan Bangau, Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kabupaten Tolitoli. Aktivitas sehari-hari warga berjalan seperti biasa.
Kecuali di salah satu rumah kost di jalan itu, pintunya tampak masih tertutup rapat. Di rumah kost inilah, Yahya Yopie Waloni (36), bersama istrinya Lusiana (33) dan tiga orang anaknya tinggal sementara. “Pak Yahya bersama istrinya baru saja keluar. Sebaiknya bapak tunggu saja di sini, sebelum banyak orang. Karena kalau pak Yahya ada di sini banyak sekali tamunya. Nanti bapak sulit ketemu beliau,” jelas ibu Ani, tetangga depan rumah Yahya kepada Radar Sulteng.
Yahya bersama istrinya memeluk Agama Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah Yahya dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat.
Setelah memeluk Agama Islam, nama Yahya Yopie Waloni diganti dengan Muhammad Yahya, dan istrinya Lusiana diganti dengan Mutmainnah. Begitupun ketiga anaknya. Putri tertuanya Silvana (8 tahun) diganti dengan nama Nur Hidayah, Sarah (7 tahun) menjadi Siti Sarah, dan putra bungsunya Zakaria (4 tahun) tetap menggunakan nama itu.
Mohammad Yahya sebelum memeluk Islam, pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004. Saat itu juga ia sebagai pendeta dengan status sebagai pelayan umum dan terdaftar pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana. Ia menetap di Sorong sejak tahun 1997. Tahun 2004 ia kemudian pindah ke Balikpapan. Di sana ia menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) sampai tahun 2006. Yahya menginjakkan kaki di kota Cengkeh, Tolitoli, tanggal 16 Agustus 2006.
Sambil menunggu kedatangan Yahya, ibu Ani mempersilakan Radar Sulteng masuk ke rumahnya. Sebagai tetangga, Ibu Ani tahu banyak aktivitas yang terjadi rumah kontrakan Yahya. “Pak Yahya pindah di sini kira-kira baru tiga minggu lalu. Sejak pindah, di sini rame terus. Orang-orang bergantian datang. Ada yang datang dengan keluarganya. Malah ada yang rombongan dengan truk dan Kijang pickup. Karena rame sekali terpaksa dibuat sabua (tenda, red) dan drop kursi dari kantor Lurah Tuweley,” cerita ibu Ani.
Hari pertama Yahya pindah di Jalan Bangau itu, orang-orang berdatangan sambil membawa sumbangan. Ada menyumbang belanga, kompor, kasur, televisi, Alquran, gorden dan kursi. Mereka bersimpati karena Yahya sekeluarga saat pindah dari tempat tinggal pertamanya hanya pakaian di badan. Rumah yang mereka tempati sebelumnya di Tanah Abang, Kelurahan Panasakan adalah fasilitas yang diperoleh atas bantuan gereja. Sehingga barang yang bukan miliknya ia tanggalkan semuanya.
Tidak lama menunggu di rumah Ibu Ani, datang dua orang ibu-ibu yang berpakaian dinas pegawai negeri sipil. Keduanya juga mampir di rumah Ibu Ani. Salah satu dari mereka adalah Hj Nurdiana, pegawai di Balitbang Diklat, Pemkab Tolitoli. Ibu berjilbab ini ternyata guru mengaji. Dia adalah guru mengaji yang khusus membimbing istri Yahya. “Saya baru tiga kali pertemuan dengan ibu Yahya. Supaya ibu Yahya mudah memahami huruf hijjaiyah, saya menggunakan metode albarqy. Alhamdulillah sekarang sedikit sudah bisa,” kata Nurdiana.
Menurutnya, dia tidak kesulitan mengajari ibu Yahya. Malah, katanya, ibu Yahya cepat sekali memahami huruf-huruf hijaiyah yang diajarkan. Karena itu dia memperkirakan kemungkinan dalam waktu tidak lama ibu Yahya sudah bisa lancar mengaji.
Hanya sekitar 20 menit menunggu di rumah ibu Ani, bunyi kendaraan sepeda motor butut milik Yahya terdengar memasuki halaman rumah kontrakannya. Radar Sulteng diterima dengan senang hati, lalu dipersilakan duduk di sofa. Sementara Yahya memilih duduk di lantai alas karpet. Badannya disandarkan ke kursi sofa. “Kita lebih senang duduk di bawah sini,” tuturnya dengan logat kental Manado.
Cara duduk Yahya, tampak tidak tenang. Sesekali ia membuka kedua selangkangnya. Ternyata karena baru beberapa hari selesai disunat. “Setelah tiga hari saya masuk Islam, saya langsung minta disunat di rumah ini,” cerita Yahya, sesekali disertai canda.
Penataan interior rumah kost Yahya tampak apik. Di dinding ruang tamu tampak terpampang kaligrafi ayat kursi yang dibingkai dengan warna keemasan. Di sisi lain, kaligrafi Allah-Muhammad juga terpampang. Di meja ruang tamu terdapat dua buah Alquran lengkap terjemahannya. Di tengah meja itu, juga masih ada tiga toples kue lebaran. “Rumah ini saya kontrak sementara. Saya sudah bayar Rp2,5 juta,” rinci Yahya.
Di tengah asiknya bercerita, istri Yahya, Mutmainnah menyuguhkan beberapa cangkir teh panas. “Silakan diminum air panasnya,” kata ibu tiga anak ini yang saat itu mengenakan jilbab cokelat.
Tidak lama kemudian, dia masuk di salah satu kamar dan mengajak guru mengajinya Hj Nurdiana bersama rekannya. Dari balik kamar itulah terdengar suara Mutmainnah yang sedang mengeja satu per satu huruf hijaiyah. Terdengar memang masih kaku, tetapi berulang-ulang satu per satu huruf-huruf Alquran itu dilafalkannya.
Lain halnya dengan suaminya, Yahya. Pria kelahiran Manado ini mengaku sudah bisa melafalkan beberapa ayat setelah beberapa kali diajarkan mengaji oleh Komarudin Sofa. Selain Komarudin, selama ini ia juga mendapat bimbingan dari ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tolitoli, Yusuf Yamani. “Hanya lima menit saya diajarkan. Saya langsung paham. Surat Fatihah saya sudah hafal,” ujar Yahya.
Selain belajar mengaji dan menerima tamu, aktivitas Yahya juga kerap menghadiri undangan di beberapa masjid. Tidak hanya dalam kota, tetapi sampai ke desa-desa di Kabupaten Tolitoli. “Saya ditemani beberapa orang. Ada juga dari Departemen Agama,” katanya.
Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. “Hari itu saya sudah mengucapkan dua kalimat syahadat yang dituntun Pak Komarudin,” cerita Yahya. Apa yang melatari sampai Yahya dan keluarganya memeluk Islam.
Mengalami Mimpi yang Sama dengan Istrinya
Pak Yahya, begitu sapaan akrabnya. Pria kelahiran Manado tahun 1970 ini lahir dari kalangan terdidik dan disiplin. Ayahnya seorang pensiunan tentara. Sekarang menjabat anggota DPRD di salah satu kabupaten baru di Sulawesi Utara. Sebagai putra bungsu dari tujuh bersaudara, Yahya saat bujang termasuk salah seorang generasi yang nakal. “Saya tidak perlu cerita masa lalu saya. Yang pasti saya juga dulu pernah nakal,” tukasnya.
Lantaran kenakalannya itulah mungkin, sehingga beberapa bagian badannya terdapat bekas tato. Di lengannya terdapat bekas luka setrika untuk menghilangkan tatonya. “Ini dulu bekas tato. Tapi semua sudah saya setrika,” katanya sambil menunjuk bekas-bekas tatonya itu.
Postur tubuhnya memang tampak mendukung. Tinggi dan tegap. Meski ia pernah nakal, tetapi pendidikan formalnya sampai ke tingkat doktor. Ia menyandang gelar doktor teologi jurusan filsafat. Saat ditemui, Yahya memperlihatkan ijazah asli yang dikeluarkan Institut Theologia Oikumene Imanuel Manado tertanggal 10 Januari 2004. Sehingga titel yang didapatnya pun akhirnya lengkap menjadi Dr. Yahya Yopie Waloni, S.TH, M.TH.
Sebelum menyatakan dirinya masuk Islam, beberapa hari sebelumnya Yahya mengaku sempat bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lamanya, kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli. Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut. Dan anehnya lagi, jam pertemuannya dengan si penjual ikan itu, tidak pernah meleset dari pukul 09.45 Wita.
“Kepada saya, si penjual ikan itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil saya Sappo. Tapi dia baik sekali dengan saya,” cerita Yahya.
Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, Yahya mengaku berdialog panjang soal Islam. Tapi Yahya mengaku aneh, karena si penjual ikan yang mengaku tidak lulus Sekolah Dasar (SD) tetapi begitu mahir dalam menceritakan soal Islam.
Pertemuan ketiga kalinya, lanjut Yahya, si penjual ikan itu sudah tampak lelah. “Karena saya lihat sudah lelah, saya bilang, buka puasa saja. Tapi si penjual ikan itu tetap ngotot tidak mau buka puasanya,” cerita Yahya.
Sampai saat ini Yahya mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si penjual ikan mengaku dari dusun Doyan, desa Sandana (salah satu desa di sebelah utara kota Tolitoli). Meski sudah beberapa orang yang mencarinya hingga ke Doyan, dengan ciri-ciri yang dijelaskan Yahya, tapi si penjual ikan itu tetap tidak ditemukan.
Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana (sekarang Mutmainnah, red), tetap ngotot untuk tidak memeluk Islam. Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya. “Malah saya dianggap sudah gila,” katanya. Tidak lama setelah itu, kata Yahya, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita. Ia antara sadar dengan tidak mengaku mimpi bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara Yahya di lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang berpakaian serba putih itu. “Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya Lailatulkadar,” ujar Yahya mengisahkan.
Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke atas dan melihat ada pintu buka-tutup. Tidak lama berselang, dua perempuan masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun perempuan yang kedua, tersengat api panas.
“Setelah saya sadar dari mimpi itu, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja begitu,” cerita Yahya.
Sekitar dua jam dari peristiwa itu, di sebelah kamar, dia mendengar suara tangisan. Orang itu menangis terus seperti layaknya anak kecil. Yahya yang masih dalam kondisi panas-dingin, menghampiri suara tangisan itu. Ternyata, yang menangis itu adalah istrinya, Lusiana.
“Saya kaget. Kenapa istri saya tiba-tiba menangis. Saya tanya kenapa menangis. Dia tidak menjawab, malah langsung memeluk saya,” tutur Yahya.
Ternyata tangisan istri Yahya itu mengandung arti yang luar biasa. Ia menangis karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang dimimpikan Mutmainnah. “Tadinya saya sudah hampir cerai dengan istri, karena dia tetap bertahan pada agama yang ia anut. Tapi karena mimpi itulah, malah akhirnya istri saya yang mengajak,” tandasnya.
Akhirnya, Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah Yahya dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat.
Setelah memeluk Islam, nama Yahya Yopie Waloni diganti dengan Muhammad Yahya, dan istrinya Lusiana diganti dengan Mutmainnah. Begitu pun ketiga anaknya. Putri tertuanya Silvana (8 tahun) diganti dengan nama Nur Hidayah, Sarah (7 tahun) menjadi Siti Sarah, dan putra bungsunya Zakaria (4 tahun) tetap menggunakan nama itu.
Masuknya Yahya ke agama Islam, menimbulkan banyak interpretasi. Menurut Yahya, ada yang menyebut dirinya orang gila. Ada juga yang meragukannya, dan mungkin masih banyak interpretasi lain lagi tentang dirinya. “Tapi cukup saja sampai pada interpretasi, jangan lagi melebar ke yang lain,” pungkasnya.

Comments (1) »

HASIL PENGUMPULAN POIN PESTA BOLA EROPAH 2012 PUTARAN KE 3

Jumlah point UEFA 20 JUNI 2012.
Pengumpulan poin pertandingan UEFA EURO 2012 pada putaran ke 3 dan jumlahnya. Poland – Ukraine

Group A:

Polandia 1 + 1 + 0 = 2
Yunani 1 + 0 + 3 = 4
Rusia 3 + 1 + 0 = 4
Rep. Ceko 0 + 3 + 3 = 6

Group B:

Belanda 0 + 0 + 0
Jerman 3 + 3 + 3
Portugal 0 + 3 + 3
Denmark 3 + 0 + 0

Group C:
Italia 1 + 1 + 3
Irlandia 0 + 0 + 0
Kroasia 3 + 1 + 0
Spanyol 1 + 3 + 3

Group D:
Ukrainia 3 + 0 + 1
Perancis 1 + 3 + 0
Inggris 1 + 3 + 1
Swedia 0 + 0 + 3

Bila anda ingin tahu hasil pertandingan semalam, disini telah saya tuliskan. Rabu 20 Juni 2012 (01.45)
Inggris vs Ukrainia: 1 – 1

Rabu 20 Juni 2012 (01.45)
Swedia vs Perancis: 2 – 0

Ingin tahu siapa juara group dan siapa runner up yang akan berjaga pada perempatan final nanti?

KILIK DISINI UNTUK MELIHAT JADWAL LAGA PESTA BOLA EROPAH 2012

KLIK DISINI BILA ANDA INGIN EBOOK ENGLISH GRAMMAR DARI SEORANG YANG SUDAH BISA MENERAPKAN BAHASA INGGRIS DALAM KELUARGANYA

Leave a comment »

JADWAL PERTANDINGAN PEREMPATAN FINAL EURO 2012

Jadwal perempatan pinal Euro 2012:
Berlaku mulai tanggal: 21 Juni 2012.

Inilah daftar pertandingan UEFA 2012 Pada perempatan final:

Kamis 21 Juni 2012
A di Warsaw
Rep. Celo vs Portugal.

Jum’at 22 06 2012
B Gdanks
Jerman vs Yunani.

Sabtu 23 06 2012
C Donetsk
Spanyol vs Prancis

Minggu 24 06 2012
D Klev
Inggris vs Italia

Sehabis perempatan pinal, maka akan tiba semi final.

Inilah jadwal pertandingannya:

Rabu 27 06 2012
Main di Donetsk

Juara Group A vs Juara Group C
Kamis 28 06 2012
Main di Warsaw

Juara group B vs Juara group D

Usai semi final, maka kita akan mengikuti Final
Yaitu pada hari Minggu 01 Juli 2012 di Stadium Klev.

Selamat menyaksikan.

Leave a comment »

CARA MEMBOOKING TIKET PESAWAT TERBANG MELALUI ATM

Cara Memesan Tiket Pesawat.
Di zaman sekarang ini semuanya sudah sangat canggih. Walaupun kita tidak tinggal di ibu kota maupun kota besar, kita sudah bisa memesan tiket pesawat dengan mudah melaui internet atau telepon, kemudian mengadakan pembayarannya melalui ATM milik bank. Bagi sebagian orang mungkin sudah tahu cara yang akan saya terangkan ini. Tapi meski begitu, tentu banyak yang belum tahu. Saya sendiri misalnya baru minggu ini pertama sekali melakukan pembayaran tiket pesawat melaui ATM.
Kebetulan karena dua minggu lagi saya akan ke Jakarta untuk menghadiri hari peresmian perkawinan anak dari saudara saya. Karena itu saya akan ke Jakarta dan memikirkan bagaimana cara mengambil tiket yang lebih mudah ini. Dulunya kalau memesan tiket, saya selalu pergi ke loket travel di kota saya. Tapi karena salah seorang teman saya tertunda keberangkatannya karena petugas loket tidak melunasi pembayaran ke perusahaan pesawat, akhirnya saya tidak selera lagi ke loket seperti itu. Memang tidak semua travel demikian. Kejadian pada teman sayapun bukan dilakukan travelnya. Tapi hanya dilakukan kasirnya yang kebetulan sedang tidak stabil keuangannya. Jadi karena itu saya langsung menghubungi call center perusahaan penerbangan melalui ponsel. Kebetulan pesawat pilihan saya Lion Air. Nomornya mudah didapatkan melalui internet. Setelah hubungan tersambung dgn call center, kita akan mudah menanya berapa ongkosnya dan kita bisa menyampaikan dari mana berangkatnya, kemana tujuannya.
Dalam hubungan tersambung ini mereka akan menanya nama asli kita sesuai KTP, nomor ponsel, tujuan, dari bandara mana berangkatnya. Sesudah ongkos dan semua yang lainnya sama sama disetujui, mereka akan memberitahu nama pesawatnya, kapan berangkat dan kapan tiba ke tempat tujuan. Mereka juga akan memberi code booking dan kode pembayaran yang nomornya akan kita temui pada saat kita membayarkan ongkosnya melalui ATM. Total jumlah yang diberi tahu oleh Lion Air akan terpampang di layar monitor atm saat kita membayar uangnya. Tidak ada bedanya yang kita dengar saat menanyakan semuanya ke call center.
Saat tiba di ATM, masukkan kartu, tekan pin, pilihan pembelian atau pembayaran, pilih tiket, pilih nama pesawat yang telah dibooking, masukkan kode pembayaran, maka semua data yang diperoleh dari call center tadi sudah nampak di monitor. Jadi kita tidak ragu lagi membayarnya. Kertas dari ATM keluar, itulah jadi alat pengambilan tiket di Bandara. Mudahkan. Terima kasih.

Comments (1) »

HASIL LAGA SWEDIA VS INGGERIS, BESERTA HASIL KLASEMEN PUTARAN KE 2 UEFA 2012

Jum’at 15 Juni 2012 (23.00)
Swedia vs Inggris: 2 – 3

Sabtu 16 Juni 2012 (01.45)
Ukrainia vs Perancis: 0 – 2

Dengan selesainya laga pada group D ini, maka putaran ke 2 telah selesai. Klasemen sementara telah tertulis di bawah ini.

Hasil UEFA 17 JUNI 2012.
Pengumpulan poin pertandingan UEFA EURO 2012 pada putaran ke 2. Poland – Ukraine

Group A:

Polandia 1 + 1
Yunani 1 + 0
Rusia 3 + 1
Rep. Ceko 0 + 3

Group B:

Belanda 0 + 0
Jerman 3 + 3
Portugal 0 + 3
Denmark 3 + 0

Group C:
Italia 1 + 1
Irlandia 0 + 0
Kroasia 3 + 1
Spanyol 1 + 3

Group D:
Ukrainia 3 + 0
Perancis 1 + 3
Inggris 1 + 3
Swedia 0 + 0

Leave a comment »