TERMINAL BUS DI PANYABUNGAN DIPINDAH. APA AKIBATNYA?

Pemindahan terminal di Panyabungan.

Sebenarnya sebelumnya saya tidak begitu suka menuliskan apapun yang berhubungan dengan keputusan pemerintahan. Tapi mengingat akibat positif dan akibat negatif dari pemindahan terminal ini saya nilai akan mengakibatkan kemunduran di kota saya tercinta. Karena itu saya coba menuliskannya.
Jika kita bahas akibat pemindahan terminal yang terlalu sering di Padang Sidempuan, itu cukup memberatkan orang orang luar kota yang akan menuju Sidempuan. Dari semula pendatang cuma memerlukan biaya satu kali naik bis untuk menuju pusat kota, akhirnya terpaksa harus 2 kali bayar uang transportasinya. Jadi dengan pembengkakan biaya ini, ada banyak penduduk yang mengurangi perjalanannya ke pusat kota. Pemindahan terminal yang kedua di Padang Sidempuan yaitu dari Padang Matinggi ke Palopat, malah membuat pendatang makin banyak lagi menghabiskan biaya untuk menuju jantung kota Sidempuan. Dulu orang orang dari Panyabunganpun banyak yang berbelanja ke Padang Sidempuan. Toko pecah belah, kelontong, sembako, garmen dan lainnya. Tapi sekarang sudah berkurang jumlahnya. Coba pula kita perhatikan kota Bukit Tinggi. Terminal mereka tidak pernah dipindah. Kalaupun ada terminal lain, itu hanya sebagai tambahan. Jadi semuanya tumbuh sesuai alam. Pasar di sekitar terminal jadi tumbuh besar. Pendatang ke Bukit Tinggi dengan mudah membeli apapun yang dia inginkan di sekitar terminal, karena pasar sudah tumbuh besar di sekeliling terminal itu. Tapi coba sekiranya terminal besar bernama Aur Kuning di Bukit Tinggi itu dipindahkan. Sudah pasti pasarnya akan lemah. Pengunjung akan berkurang. Kemajuan Bukit Tinggi tidak akan sepesat sekarang lagi. Jadi terminal itu sangat menentukan sekali akan kemajuan pasar. Jadi inilah yang baru saja terjadi di kota Panyabungan. Terminal bus seperti Aek Mais, Torsijanggut dan sejenisnya telah dipindahjan ke pinggir kota. Jadi menurut saya, akan banyaklah yang akan mengurangi perjalanannya ke Panyabungan. Jika kita lihat dari pendapatan masyarakat, memang angkutan becak akan semakin lancar. Tapi bagaimana pula dengan di Bukit Tinggi. Mereka malah memakai kereta sorong yang tak memerlukan bbm. Modalnya murah pendapatannya tinggi. Upah angkat di Panyabungan jauh lebih murah ketimbang di Bukit Tinggi. Sehingga pendapatan penduduk mereka jauh lebih tinggi. Ini merupakan study banding yang perlu kita pikirkan. Itulah sebabnya tulisan ini saya cipta. Agar kita kembali mempertimbangkan agar terminal tak jadi dipindahkan. Agar kita meniru gaya Bukit Tinggi yang cukup maju dalam dunia perdagagangan. semoga Panyabungan terus jaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: