Albert Einstein dan Perubahan Dunia


Sekilas mengenai Albert Einstein dan Matematika beserta akibat penemuannya. Dia, lahir pada 14 Maret 1879 di Jerman, bisa dibilang sebagai fisikawan terbesar abad ke-20. Pada usia 26 tahun, ia mempublikasikan empat karya besar yang hingga sekarang diakui sebagai masterpiece dunia fisika:
(1) Teori Relativitas Khusus,
(2) Kesetaraan Massa-Energi (E = mc2),
(3) Efek Fotolistrik, dan
(4) Analisis Gerak Brown.
Ketenarannya sebagaiseorang jenius dimahkotai oleh penemuan Teori Relativitas Umum pada tahun 1915, teori yang — oleh beberapa kalangan — dianggap sebagai “pencapaian kreatif terbesar manusia sepanjang sejarah”
Einstein tumbuh sebagai fisikawan dengan latar belakang Matematika yang sangat kuat. Sejak usia muda ia sudah mempelajari prinsip dasar Aljabar. Pada masa itu, pamannya, Jakob Einstein, yang memperkenalkannya pada dunia hitung-menghitung.
Pendidikan matematika sejak belia ini membuat Einstein sangat terpaku, sekaligus terampil, dalam menyelesaikan persamaan aljabar. Ini menuju pada rasa suka yang berlebihan: pada akhirnya, kemampuannya di bidang non-eksakta menjadi detrimental. Einstein hampir ditolak masuk Politeknik Zurich karena nilai bahasa dan biologi yang rendah pada masa itu.[11]
Untungnya sang rektor berbaik hati. Mengingat nilai fisika dan matematika yang tinggi, Einstein diizinkan masuk dengan catatan. Jika ia bersedia mengulang setahun sekolah menengah di Swiss, maka ia akan diterima di Zurich tahun ajaran berikutnya.
Kefavoritan Einstein terhadap matematika menghantarkannya pada sudut pandang yang mirip dengan Heisenberg. Keduanya sama-sama percaya bahwa alam semesta dapat, dan seharusnya bisa, dipetakan menggunakan ilmu matematika. Meskipun demikian terdapat perbedaan mendasar.
Heisenberg memandang kenyataan fisika sebagai sekumpulan ide (“in favor of Plato”). Sebagaimana telah kita bahas, ini membuatnya jadi seorang idealis. Einstein berbeda: ia menganggap matematika semata sebagai sarana menjelaskan konsep dan hubungan. Ini membuatnya terkesan condong pada instrumentalisme, sebagaimana akan saya kutipkan berikut ini.
Sebagaimana sudah kita lihat bersama di atas, haluan filsafat Einstein adalah realisme (atau lebih tepatnya, realisme ilmiah). Meskipun demikian, terdapat pula sentuhan lain dalam pemikirannya.
Di satu sisi, ia memandang matematika sebagai suatu daya kreatif, kemampuan untuk menginduksi kenyataan. Di sisi lain, ia menimbang bahwa sekadar matematika tidak cukup — agar bisa mendapat gambaran dunia dengan sebenarnya, seseorang harus menimba pengalaman (atau “percobaan” di bidang fisika).
Pengalaman, “hasil percobaan fisika” inilah yang kemudian dirangkai dalam konsep bernama matematika. Adapun pengalaman ini juga berfungsi sebagai petunjuk: sudahkah model matematika ini benar? Lagi-lagi, pengalaman juga yang menentukan.
Sebagaimana sudah kita lihat bersama, Einstein mempunyai afinitas yang kuat untuk bersikap “membumi”. Mungkin ini juga sebabnya dia cenderung kuat dalam menolak QM. Dibandingkan ide Bohr-Heisenberg, realisme Einstein lebih akrab dengan logika sehari-hari.
Artikel yang luar biasa dari Albert Einstein di tahun 1905 berjudul “On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid”, mencakup penelitian tentang gerakan Brownian menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial. Einstein berhasil memberi penjelasan detail tentang fenomena yang masih membingungkan para ilmuwan saat itu. Dalam beberapa dekade berikutnya teori Eisntein memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan adanya atom. dan mekanika statistika yang saat itu dianggap kontroversial. Sebelum Einstein mengemukakan thesisnya atom dikenal baru pada tataran sebagai konsep. Para fisikawan dan kimiawan masih berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang perilaku atom memberikan mengilhami eksperimen menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah merujuk penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.
Penemuan Einstein tentang teori relativitas dan atom akhirnya mengubah peradaban dunia. Negara-negara adidaya berlomba-lomba mengembangkan senjata pemusnah massal. Sampai sampai Hirosima dan Nagasaki di negeri Jepang hancur luluh lantah karena hasil penemuannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: