The Pursuit To Happines By Will Smith

Kuhadirkan penerangan ini karena kesalutan saya pada sebuah film yang penuh perjuangan ini. Kebanyakan dari tulisan ini kuambil dari tulisan seseorang. Yaitu sebuah Film tahun 2006 yang dibintangi actor Holly wood Will Smith ini menceritakan tentang kisah nyata perjuangan seorang laki-laki bernama Chris Gardner, untuk memperoleh kebahagiaan. Bukan kebahagiaan demi dirinya sendiri, namun juga untuk putra tunggalnya, Christopher. Sehari-hari ia berprofesi sebagai sales sebuah mesin scanner tulang yang akan ia jual kepada dokter-dokter di rumah sakit. Normalnya, setiap bulan ia harus menjual dua buah mesin scanner untuk menghidupi keluarganya selama sebulan. Namun ternyata menjual satu buah saja sudah dirasa sulit bagi Chris. Padahal, ketika ia memutuskan untuk menjadi sales pemindai tersebut, ia merasa mesin tersebut mempunyai potensi untuk laku keras di pasaran. Ia pun sudah menghabiskan semua tabungannya untuk membeli alat-alat tersebut di pabriknya.
Setiap hari ia menitipkan Christopher di tempat penitipan anak barulah ia pergi ke rumah sakit-rumah sakit. Istrinya, Linda, berprofesi sebagai buruh laundry. Karena Chris tidak dapat menjual alat-alat tersebut sebagaimana mestinya, Linda pun harus membanting tulang lebih demi keluarganya.
Makin lama ketidakpuasan istrinya Linda terhadap Chris semakin memuncak. Linda menganggap Chris tidak serius dalam mencari nafkah. Mereka juga sudah menunggak uang kontrakan beberapa bulan. Linda mulai mengeluarkan kata-kata sinis terhadap Chris. Dan akhirnya Linda pun memutuskan untuk meninggalkan Chris. Awalnya Linda membawa serta Christopher. Namun Chris memaksa Linda agar tidak membawa Christopher. Linda pun dengan berat hati mengalah dan tidak membawa anak mereka.
Di waktu yang bersamaan, usaha Chris untuk dapat menjadi peserta magang di sebuah perusahaan pialang saham yang cukup berhasil. Dari dua puluh peserta magang, nantinya hanya akan dipilih satu untuk menjadi pegawai. Selama menjadi peserta magang, Chris tidak akan digaji sepeser pun. Ia ragu awalnya. Karena Chris sangat membutuhkan uang. Namun akhirnya, berkat bujukan salah seorang pimpinan disana, ia pun akhirnya mencoba untuk menjadi peserta magang.
Karena Chris punya Christopher, ia tidak bisa bekerja terlalu lama. Pekerjaan yang dilakukan selama 9 jam, harus ia kerjakan dalam waktu 6 jam. Chris juga telah diusir dari kontrakannya dan ia harus tinggal di motel yang lebih murah. Dan sebab ia masih tidak bisa membayar motel, barang-barangnya pun dikeluarkan dari kamar motel tersebut.
Perjuangan Chris sampai pada puncaknya ketika ia akan menghadapi ujian magang. Meski mungkin ia mendapatkan nilai tertinggi tapi belum tentu ia terpilih menjadi pegawai di perusahaan pialang saham tersebut..
*
Kebahagiaan itu adalah sebuah proses. Dan bahagia itu dikejar, bukan dinanti. Seperti itulah kira-kira kesan saya ketika menonton film ini. Chris Gardner yang diperankan oleh Will Smith dapat memerankan peran seorang ayah yang baik. Seorang ayah yang rela melakukan apa saja, dan kuat untuk menghadapi apa saja, namun begitu rapuh jika itu berhubungan dengan anaknya. Air mata Chris jatuh bukan saat ditinggalkan oleh Linda, istrinya. Bukan pula saat ia harus kehilangan mesin scanner tulangnya. Namun air matanya jatuh justru ketika ia harus membuat anaknya bermalam di sebuah toilet di stasiun bersamanya.
Perjalanan yang ia lalui memang sangat pahit. Tidak manis. Mulai dari atasan magangnya yang selalu meremehkannya dengan menyuruhnya melakukan hal-hal yang tidak penting hingga harus hidup terlunta-lunta tidak mempunyai tempat tinggal. Tapi keyakinan Chris, bahwa kebahagiaan itu harus dikejar, membuat ia tidak menyerah. Jika saja kebahagiaan itu diraih untuk dirinya sendiri, mungkin saja ia akan cepat menyerah. Toh, hanya dia yang menderita dengan hidup serba kekurangan. Tapi berkat anaknya, ia terus mendapat amunisi semangat untuk terus berjuang.
Menurut saya film ini merupakan salah satu film yang cukup bagus dan sangat mendorong. Bahwa rezeki tidak akan menyia-nyiakan orang yang mengharapkannya. Bahwa seberat apapun ujian yang diberikan olehNya, pastilah tidak akan melebihi kapasitas kemampuan seseorang. Dan itu pun terbukti pada karakter Chris Gardner. Tidak hanya mendapatkan pekerjaan di perusahaan pialang tersebut, beberapa tahun kemudian dia pun dapat membuat perusahaannya sendiri dan mendapatkan keuntungan jutaan dolar jumlahnya. Judul film The Pursuit to happyness.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: