RIWAYAT PERPINDAHAN WARGA INDONESIA KE SURINAME

Sejarah datangnya orang Indonesia ke Suriname. Perpindahan penduduk Indonesia ke Suriname bermula sejak penjajahan kolonialis Belanda di Indonesia. Dimana orang orang barat pada masa itu berpendapat bahwa orang orang Indonesia sebagai sosok lambat, tidak kreatif dan penurut. Sementara mereka mengusahakan bangsanya agar menjadi lebih maju dan berani bertindak. Penduduk asli Suriname sebenarnya adalah bangsa Amerindian atau Amerika Indian. Kebanyakan mereka lari ke pedalaman karena tidak mau dijadikan budak pada zaman dulu. Pendatang pertama orang asia ke Suriname adalah orang Tionghoa. Mereka memulai imigrasi pada 1853 dan berakhir pada 1870 karena larangan pemerintah Tionghoa. Orang pertama dari Indonesia tiba di Suriname pada tahun 1890 dan kebanyakan berasal dari pulau Jawa dan ada juga dari Sumatera. Mereka dibawa kapal SS Koningin Emma menuju perkebunan tebu di Marienburg pesisir selatan Commewijne. Ada juga dari biro tenaga yang ditangani Wervers atau Werk dengan iming iming janji selangit dan masuk kategori penipuan. Bahkan ada satu desa bernama Kampung Kolam dekat bandara Kalipah Deli serdang Sumatera Utara yang hampir sekampung itu seperti menghilang karena direkrut untuk bekerja di Suriname. Dan ada juga karena dibuang oleh kolonial Belanda karena dianggap mengganggu stabilitas politik Belanda. Peranan orang melayu Indonesia ada juga sebagai guru politik disana seperti Cik Tjemail yg merupakan pegawai Belanda. Tokoh lain ada juga seperti Tirto Suwiro atau Dayun Nahar yang berasal dari Jawa Tengah yg berprofesi sebagai polisi. Pada tahun 1932 telah berdiri PII atau persatuan Islam Indonesia di Suriname. Tahun 1973 Salikin Hardjo asal Indonesia telah memperjuangkan hak konstitusionil orang Indonesia di Suriname. Tetapi tetap dalam jajahan Belanda. Orang Indonesia yang lain yg berprestasi di Suriname adalah Ming Doelman sekitar tahun 1947. Pernah pulang ke Indonesia sebelum akhirnya menetap di Belanda. Untuk mengenang jasanya di Suriname, namanya telah diabadikan disana dgn nama sebuah jalan: Ming Doelman Straat atau jalan Ming Doelman, sampai sekarang. Dlm catatan sejarah, imigrasi ini termasuk imigrasi terjauh. Lebih 30.000 km atau separuh bumi. Sumber: Guru sekolah saya dan Waspada 07 05 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: