DALAM DAGANG, KADANG MANUSIA BISA BERSIFAT SERIGALA

Dalam dagang, terkadang manusia menjadi serigala bagi yang lainnya. Suatu kalimat yang amat pedas tapi nyata. Pernahkan anda memperhatikan serigala yang makan daging segar binatang yang mati? Si harimau menerkam mangsanya, melahapnya sepuas puasnya karena itu memang hasil buruannya dan memang itu kebutuhannya. Jika harimau kenyang, maka serigala yang tak dapat buruan akan datang melanjutkan menghabiskan daging segar itu. Serigala itu akan menguasai sisa makanan harimau ini. Jika sewaktu harimau melahap daging tadi makhluk kecil seperti burung pemakan daging masih mendapat bagian untuk memakan sesekali, tapi setelah serigala menguasai semua jadi berubah. Tak ada lagi yang boleh. Dan bahkan serigala yang lain juga sering tak boleh lagi ikut ambil bagian. Begitulah serigala. Mungkin karena itu tercipta kata kata pedas di atas.
Saya ulangi lagi:
Dalam dagang, terkadang manusia menjadi serigala bagi yang lainnya. Hari ini merupakan hari paling sembraut dan paling tak menentu di toko ponsel saya. Kalimat d iatas saya kutip dari sebuah buku berjudul 10 JURUS TERLARANG. Saya bilang semberaut karena seorang dari karyawan saya yang punya status sekretaris mengundurkan diri. Tiga karyawan saya di toko yang saya kelola kebetulan tidak hadir karena alasan berbeda. Seorang tekhnisi di counter saya mengundurkan diri karena diajak seorang famili saya untuk bekerja dengannya. Seorang famili yang sama sama terjun di dunia dagang. Famili yang termasuk dekat hubungannya dengan saya. Tapi dia sampai hati mengajak karyawan saya untuk berhenti dengan saya agar bekerja dengannya dengan iming iming gaji yang lebih tinggi. Tak ada rasa segan buat saya. Tak ada rasa malu baginya. Hatinya sudah mirip seperti hati serigala.
Saya tahu karena karyawan saya ini datang mengundurkan diri dan menceritakan semua. Saya cuma bilang tak apa apa. Lagi pula saya tidak berhak menahan seseorang bekerja dengan saya. Saya tidak bisa memaksa. Dan sayapun tidak mau bermusuhan dengan siapapun. Saya relakan dia pergi. Mungkin ini yang terbaik. Besok Tuhan pasti beri solusi buat saya. Tuhan pasti menyayangi hambanya.
Begitulah keadaan hari ini. Begitulah dagang. Kadang bisa membuat lupa persaudaraan. Rekrut saja karyawan orang yang masih asyik bekerja. Itu salah satu cara yang tak memikirkan orang lain. Memang terkadang itu biasa terjadi. Tapi bagi yang ada hubungan famili, itu sudah luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: