PENGALAMAN SAYA KETIKA MERASA SAKIT DADA

Ada apa dengan sakit di dada? Apa obatnya? Bagaimana mengatasinya? Berbahayakah kalau dibiarkan?
Ini merupakan pertanyaan pertanyaan yang sangat penting dan sangat fatal. Perlu kita berbagi pengalaman karena pengalaman ini sangat penting bagi kita semua.
Beberapa hari yang lalu kebetulan saya merasa dada saya sakit. Sakitnya tidak berkepanjangan. Hanya sesekali saja. Terkadang sewaktu duduk, terkadang sewaktu berdiri. Tapi yang jelas selalu saja di wakju berhenti. Sakitnya sedikit saja. Jika terasa sakit, selalu saja seperti ada yang bergerak di dadaku. Pada mulanya saya tak tahu apa penyebabnya. Saya tidak merekok jadi tak mungkin karena rokok, saya tidak pernah sakit dada sebelumnya. Jadi ini yang membuat saya tidak mengerti dengan sakit di dada saya.
Biasanya apapun penyakit saya, lebih dahulu saya obati dengan istirahat. Sekarang juga begitu. Tapi sakit di dada saya semakin perih dan semakin sering saya rasakan. Hingga pada malam ini, rasa sakitnya semakin perih dan waktunya semakan panjang. Jika begini, terpaksa saya harus berobat. Mungkin berbahaya kalau ditunda tunda. Sebab dada merupakan tempat organ organ penting. Dan bahkan rasa perih di dada yang saya rasakan saya yakini adalah jantung. Kebetulan saat sakit yang memuncak ini malam hari. Jadi tak mungkin check up di malam malam begini. Lalu saya ambil jaket dan keluar dengan tujuan warung kopi tempat saya nongkrong. Saya kesana dengan maksud akan memberi sedekah. Menurut keyakinan saya, inilah salah satu obat yang tepat buat penyakit saya. Saya berencana akan bersedekah 50.000,-. Yang mana menurut ilmu agama saya sudah memberi 500.000. Karena berdasar Nabi Muhammad Saw, setiap sedekah akan dibalas sepuluh kali lipat. Dan saya berpendapat saya sudah berobat dengan biaya 500.000 Rupiah. Dan menurut yang saya ketahui, banyak orang sakit yang kalau bersedekah dengan uang pada orang lain, maka secara tak disangka sangka ia akan jadi sehat. Jadi karena inilah saya bertujuan ke warung kopi untuk memberi sedekah pada orang tua tak mampu yang kadang ada disana. Tapi sesampai disana, rupanya warkop sedang tutup. Saya tak jadi berhenti. Tujuan berubah. Akhinya saya ke toko milik saya yang kebetulan masih buka.
Disini saya bingung. Kemana lagi bersedekah malam ini? Saya ingin memberi pada orang tak mampu. Bukan pada orang sembarangan. Malam sudah mulai larut sementara sakit di dada masih kambuh sesekali.

Karena tak tahu lagi apa yang harus dilakukan, akhirnya saya hanya merencakan besok saja pergi memeriksakan sakit di dada saya ke dokter. Malam ini saya menceritakan mengenai sakit dada saya pada seorang teman akrabku. Katanya diapun sering merasakannya. Kalau sama dengan yang saya rasakan, minum saja Antangin Herbal. Saya biasa meminumnya, katanya. Sebenarnya saya sangat jarang mengkonsumsi obat obat warung seperti ini. Tapi mengingat sakit dada saya yang cukup mengganggu, akhirnya saya memutuskan untuk membeli obat yang ia anjurkan. Kami pergi ke satu kios kecil yang masih buka tengah malam begini di pusat kota. Saya membeli 1 papan. Harganya cuma 2.000 Rupiah. Inilah yang saya telan sesampai saya di rumah. Sebelum tidur saya tak bisa menduga apakah akan sehat besok atau akan semakin parah. Hanya Tuhan yang tahu. Saya hanya berharap agar cepat sehat supaya saya bisa berusaha dan beribadat pada Yang Kuasa.
Pada pagi harinya, sayapun terbangun. Setelah melewati malam yang belum tentu akan lebih baik atau tidak. Saat kuingat sakit di dadaku, ternyata sudah membaik dari sebelumnya. Cuma saja badanku masih lebih lemas dari biasanya. Belum normal seperti sedia kala. Tapi yang jelas rasa sakitnya hilang. Berarti penyakit saya sama dengan penyakit yang sering di derita teman akrab saya. Berarti obat yang dikatakan temanku amat cocok dengan penyakit yang saya derita.
Setelah bangun, sayapun sholat dan terus melahap makan pagi yang sudah disediakan istriku. Sesudahnya pergi ke pasar untuk membeli jaket baru. Karena jaket sudah sangat penting buat penunjang kesehatan saya. Sebab sudah terbukti sakit di dada saya dikarenakan angin. Yang mana angin di dada saya telah lenyap karena keberkatan obat yang saya beli semalam. Selesai beli jaket, saya sudah merasa lebih baik. Saya yakin sudah bisa melaksanakan tugas saya di pagi ini. Saya terus berangkat ke kebun karet untuk mengantar gaji pekerja yang sekarang masih sedang bekerja disana. Saya sempat ngobrol dengan para perkerja. Kebetulan di antara para pekerjanya ada yang sempat bergaul akrab dengan almarhum ibuku. Saya tahu karena ia menceritakannya. Karena ini saya menyuruh istri saya memberi uang tambahan pada pekerja wanita itu. Betapa puasnya rasa hatiku memberi uang pada seseorang yang pernah berteman akrab dengan mendiang ibu saya.
Selesai dari kebun, saya pergi lagi menuju rumah saudara ibu saya yang masih hidup. Disana saya memberi sedekah lagi. Semata mata karena mengharap agar Yang Kuasa memberi kesehatan dan kelapangan rezeki buat saya. Setelah uang saya berikan, alangkah senangnya rasa hatiku. Semoga semua ini menjadi obat buat saya. Semoga cerita saya ini membuat anda tahu jalan keluar yang akan anda tempuh bila anda menderita sakit nyeri di dada. Kutuliskan semua ini pada malam harinya. Sakit di dada tak terasa lagi. Semoga tak kambuh lagi. Semoga sehat saja. Bila anda ingin membaca pengalaman dan cara mengatasi sakit di dada yang berbeda dengan sakit yang saya derita, silakan klik disini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: