SEJENAK MAKAN PAGI DI PINGGIRAN GUNUNG SEBELUM PADANG PANJANG.

Perjalanan jauh bersama keluarga memang sangat jarang saya lakukan. Terakhir kami mengadakan perjalanan jauh yaitu ke Sibolga Tapanuli Tengah. Kami pergi kesana pada bulan Maret 2011 yang lalu. Kemudian baru sekarang yang kebetulan liburan semester anak anak saya. Kadang kalau anak anak sedang libur, saya nggak punya kesempatan untuk bepergian jauh. Kadang kalau saya punya kesempatan, mereka lagi asyik belajar di sekolah dan tak jadi bepergian. Tapi kali ini benar benar pas dan tepat. Kami bisa berangkat tanpa halangan dengan tujuan Danau Maninjau Sumbar. Danau yang sama sekali belum pernah saya kunjungi. Tapi karena kata sopir saya disana tidak bagus, tidak menarik, jadinya arah tujuan ditukar menuju Danau Singkarak. Danau yang sudah beberapa kali saya kunjungi, tapi belum pernah dikunjungi oleh anak anak saya. Laju kenderaan kami saya usulkan agar biasa biasa saja. Jangan terlalu buru buru agar tidak mendapat masalah di jalan. Apalagi beberapa hari yang lalu baru saja terjadi kecelakaan fatal di pendakian menuju Bukit Tinggi yaitu di sekitar desa Palupuh. Sebuah mobil pribadi dengan seorang sopir dan empat orang penumpang jatuh ke jurang yang mengakibatkan semuanya mati di tempat. Kejadian seperti ini yang harus dianti sipasi. Kami terus hati hati hingga tiba di Bukit Tinggi pada jam 08. 10 pagi.


Selesai menyelesaikan satu urusan di salah satu Bank di Jalan Sudirman Bukit Tinggi, kami terus melanjutkan perjalanan ke Padang Panjang. Sebelum tiba di Padang Panjang, kami berhenti di sebuah rumah makan kecil di pinggir pegunungan yang bercuaca amat dingin. Disinilah kami berhenti lebih dari satu jam. Kami sempat berkeliling di sekitar mesjid yang tak jauh dari sekelilingnya banyak penduduk sedang bekerja membersihkan hasil panen mereka. Masyarakat disini rupanya banyak yang bekerja sebagai petani wortel. Barangnya bagus bagus. Tampak subur dan warnanya sangat sangat segar. Sayang sekali saya tidak ingat memphotonya. Orang orang disekitar sini rajin bertani. Semuanya nampak dari tanah olahan mereka yang kelihatan dari pinggir jalan tempat kami parkir.
Suasana disini cukup dingin sekali. Jauh lebih dingin jika
dibandingkan dengan di lokasi saya di Mandailing Natal. Begitulah cerita kami ketika berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Danau Singkarak. Danau tempat tujuan kami untuk mengisi hari liburan bersama keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: