TEMAN LAMA DARI AMERIKA

Teman lama berjumpa di lebaran ini. Teman sekolahku ketika SMP dan SMA. Sempat kami hitung bersama, rupanya kami sudah tidak pernah bertemu selama 21 tahun ini. Sejak usai SMA, dia melanjutkan studynya ke IPB Bogor. Sukses merah S1, dia tak berhenti mengejar S2. Hingga akhirnya ia pergi ke negeri Paman Sam untuk meraih S3.
Pergelutan hidup membuat semuanya asyik dalam hidupnya sendiri. Begitulah hingga akhirnya saya bertemu dia di dunia maya. Beberapa tahun lalu, hingga kami sering kontak via email. Dia di Amerika dan saya di Indonesia.
Kunjungan pulkamnya pada lebaran ini membuat pertemuan yang amat mengasyikkan antara aku dan temanku. Pertemuan yang cukup menambah pengetahuan karena kami saling bercerita. Dia menceritakan mengenai Amerika dan saya menceritakan tentang kampung halaman.
Perbedaan Amerika dan Indonesia amat jauh. Amat amat jauh menurut cerita teman saya ini. Sebelum kutuliskan semua ini, kunyatakan sejujurnya bahwa saya tidak bermaksud menghina negaraku Indonesia, tapi saya hanya bermaksud agar kita tersadar bahwa kita telah jauh tertinggal. Agar kita bisa merubah diri menjadi yang lebih baik. Agar kita tahu seberapa jauh kita tertinggal, dan beberapa jauh kita harus berlari mengejar ketertinggalan ini.
Banyak saya bertanya tentang Amerika, dan banyak juga ia menjawab dan menceritakan apa yang saya jawab. Tapi satu yang membuat tak semuanya tak bisa diceritakannya adalah karena banyaknya ia bertanya tentang kampung halaman. Tentunya ia ingin tahu banyak tentang kampung kami. Jadi sebanyak Yang ia ceritakan tentang Amerika, sebegitu pulalah saya menerangkan tentang Indonesia.
Ini cuma sekilas pembicaraanku dengan teman se SMA yang baru pulang dari Amrik. Antara lain kami berbincang bincang tentang pelacuran. Katanya tidak ada pelacuran yang resmi dan yang dilindungi di Amerika. Ini yang membuat saya heran. Padahal saya sering melihat film sex bebas di film Amerika. Bahkan saya sering melihat tempat pelacuran di film Amerika. Terkadang dengan merk Angel, Girl dan yang lainnya. Tapi kata temanku, itu hanya di film saja. Katanya Amerika sangat bagus. Amerika sangat teratur. Semuanya jelas. Semuanya jelas.
Dia bahkan membicarakan pelacuran yang selalu ditertibkan pada menjelang ramadhan. Lalu bagaimana jika bukan menjelang ramadhan. Katanya kapan saja kalau di Amerika, pelacuran adalah illegal.

Jadi katanya, kehidupan yang kelihatan di film hanyalah cerita indah karangan pengarang. Bagaimana agar ceritanya bagus, bagaimana agar filmnya menarik. Apa yang ada di film, belum tentu merupakan gambaran kehidupan di Amrik. Semua itu hanya gambaran pandainya sipenulis merangkai cerita.
Hukum ditegakkan dengan benar disana. Saya tidak mencaci negara manapun. Tapi alangkah baiknya kalau negara kita meniru negara mereka yang cukup teratur dan menjunjung tinggi hukum.
Selesai masalah pelacuran, saya menyinggung soal kepegawaian. Dia lalu menceritakan disiplin yang cukup ketat. Yang tidak ada tawar menawar sedikitpun kalau di bidang kesalahan. Seperti mobil dinas misalnya. Mobil dinas tidak bisa dipakai untuk urusan di luar kantor. Seperti contoh berkunjung ke kampung atau pulang kampung, menjenguk orang sakit, atau bahkan shopping ke mall atau ke mini market. Jika kedapatan, maka yang membawa mobil plat merah ini akan mendapat masalah. Akan ada yang mengawasi setiap saat, akan ada yang menyeret kita ke pengadilan bila kita memakai mobil dinas pemerintah untuk urusan lain. Bukan hanya mobil dinas. Email atau surat elektronik yang diberikan tempat bekerja atau pemerintah saja tidak bisa dipergunakan untuk urusan lain. Semuanya jelas, semuanya tegas.
Hebat Amerika ya. Kalau kita memang ingin memakai mobil pemerintah sepuas puasnya tanpa batas, memang kita tidak akan menyukai hukum di Amerika ini, tapi kalau kita ingin peraturan yang lurus, kita akan berpikiran alangkah bagusnya peraturan di Amerika ini.
Lalu kusinggung lagi masalah pembunuhan. Kudengar disana rawan pembunuhan. Tegang dan banyak orang bersenjata api. Tapi ia menjawab bahwa semua itu ada peraturannya. Ada pajak dan surat izin setiap senjata api di Amerika. Dan kalau soal pembunuhan, itu sesuatu yang jarang terjadi. Dia mengingatkan saya pada seorang mahasiswa Indonesia yang mati tertembak oleh mahasiswa Korea Utara di Virginia. Itu salah satu tindakan kriminal disana. Disiarkan di semua stasiun televisi. Diketahui oleh semua negara di dunia. Lalu kapan lagi kau mendengar pembunuhan disana? Jarang terjadi kan? Saya jadi terdiam. Saya jadi ingat berita televisi di Indonesia. Setiap malam menyuguhkan berita korupsi, seseorang mati terbunuh tanpa dikenali, mutilasi, dan banyak lagi cerita pembunuhan di negara kita setiap hari. Semoga saja Indonesia akan semakin baik pada setiap harinya. Begitulah bisikan hatiku berdo’a pada yang kuasa.

Selesai cerita pembunuhan, saya langsung menanyakan tentang makanan halal disana. Katanya mudah bahkan sangat mudah didapatkan. Lagi pula ada tertulis komposisinya, begitu juga dengan label halalnya jika kita mau membedakan yang halal dan yang haram. Soal makanan Indonesia juga mudah diperoleh disana. Seperti halnya daun ubi dan bahkan santan dari air kelapa. Saya jadi heran dan terpukau.
Semua yang mengganjal di hati, saya tanyakan pada temanku ini. Termasuk mengenai berita Islam yang didiskreditkan disana. Tapi katanya semua itu tidak benar. Islam cukup aman disana. Kehidupan Islam cukup terjamin di Amerika. Mesjid ramai dengan sholat
berjamaahnya. Bahkan dia menceritakan pada saya, pernah suatu hari seorang pendeta dan rombongannya datang ke mesjid mereka di New York. Pendeta ini sangat senang melihat mesjid ini ramai. Aktivitas jamaahnya lumayan bagus. Pendeta ini bahkan mengharapkan agar aktivas yang bagus di mesjid ini harus dipertahankan. Sebab Islamlah satu satunya yang diharapkan dapat mengambarkan bahwa Amerika adalah negara yang penduduknya beragama. Pendeta ini sangat mendukung kegiatan Muslim di mesjid ini. Karena katanya agama Kristen sungguh tidak bisa dipertahankan lagi. Semakin lama pengisi gereja semakin sedikit. Kristen sudah mulai tidak dipercayai jamaatnya lagi. Luar biasa cerita ini. Benar benar sangat bermanfaat bertemu dengan teman ini. Soal Islam yang dikucilkan disana, tidak benar. Siapa yang
mengkucilkan agama apapun, maka ia akan kualat ditindas hukum yang berlaku. Sebab penegakan hukum sangat bersih dan tegas di Amerika. Kemudian pada pertemuan saya berikutnya dengan teman dari Amerika ini, anaknya sakit. Temanku sedikit pusing, sebab istrinya sedang di Amrik. Cuma ia dan anaknya yang datang ke Indonesia ini. Kutanya apakah anaknya sudah dibawa ke dokter. Tapi rupanya tidak. Cara berobat di Amerika lain dengan di negara kita. Di negara kita para dokter akan mengobati dengan anti biotik, vitamin dan sebagainya. Tapi disana hanya diberi vitamin alami atau natural. Memang menurut ilmu pengetahuanpun begitu, jika nutrisi seseorang itu lengkap, tidurnya cukup maka akan sehat individunya. Dokter tidak berani memberi obat sembarangan. Sebab kalau diberi sembarangan, bisa berujung masuk penjara. Memang sangat jauh berbeda dengan di Indonesia.

Seperti teman saya misalnya. Suatu hari dia merasa kurang enak badan. Lalu dia menemui seorang dokter untuk berobat. Lama konsultasi, akhirnya ia cuma disarankan untuk tidur. Tidak dikasih obat apapun. Kata dokter, dia sakit karena lelah. Tidur saja dulu yang cukup. Nanti juga akan sembuh. Hanya itu yang ia peroleh, ia sudah membayar 2 juta rupiah kalau diuangkan ke uang Indonesia. Wah ngeri sekali biayanya. Memang mengerikan karena mahal. Tapi di Amerika, biasanya siapapun yang mempunyai kerja, umumnya sudah mendapat asuransi kesehatan. Lalu saya tanya bagaimana dengan orang tak mampu? Ia menerangkan, kalau orang tak mampu, sudah jelas jadi tanggung jawab pemerintah. Dan bahkan setelah pemerintahan Barack Obama ini, sudah direncanakan agar semua warga Amerika sudah harus mempunyai ansuransi kesehatan paling lambat tahun 2012 ini. Memang luar biasa perencanaan mereka. Banyak cerita menarik yang saya dapat dari teman saya. Yang seharusnya sudah dicontoh oleh negara kita. Seperti halnya contoh lain seperti susu segar. Di Amerika banyak menjual susu segar di galon. Begitu kita beli dari swalayan, kita membawanya ke rumah dan langsung dimasukkan ke dalam refrigator. Kita meminumnya kapan kita suka. Alangkah segar dan banyaknya nutrisi yang terkandung dalam minuman itu. Kalau di daerah saya ibu kota Mandailing Natal, belum pernah saya menemukan susu segar diperjual belikan di pasar maupun di swalayan.
Saya hanya melihat susu kotak yang mempunyai bahan pengawet. Yang bahkan bahkan susunya tahan tidak rusak berbulan bulan. Ini yang saya temukan di daerah saya. Memang masyarakat di sekitar saya mungkin tak menyukai susu segar seperti itu. Dan kalaupun suka, memang tak ada yang menjual di pasar.
Hanya kata semoga yang ada di hati saya. Semoga kita sampai pada kemajuan yang cukup modern seperti itu.
Sampai pada tahap yang cukup bersih sehat dan teratur. Parit parit digali dalam tanah jadi seperti terowongan. Tidak ada nampak parit yang membuat bau tak sedap dan kotor. Semua diatur. Lalu kutanyakan bagaimana perkembangan Amrik setelah Obama? Tak akan banyak pertukaran siapapun presidennya. Sebab semua petugas sudah tahu kewajibannya. Semua sudah berjalan seperti berdasar sistem. Ada yang salah, akan ada yang menyeretnya ke pengadilan. Semua menghargai tugasnya.
Semoga tulisan saya ini akan mendorong kita untuk menjadi lebih maju.

1 Response so far »

  1. 1

    andy said,

    Tidak ada yang menarik dari Amerika. Kecuali cara mereka bekerja dengan giat tapi itu pun masih jauh dibawah negara Jepang. Sedangkan tata krama Amerika jauh lebih buruk dari Indonesia


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: