KETIKA SAYA BEROBAT KE PENGOBATAN ALTERNATIF

Karena sakit di perutku belum juga sembuh pada minggu yang lalu, akhirnya semakin banyak di antara teman dan family yang menyarankanku untuk pergi berobat tambahan ke dukun kampung atau ke perobatan alternatif. Memang saya sudah mencobanya 3 minggu lalu. Tapi rasanya tidak ada perobahan pada waktu itu. Namun karena kuatnya dorongan family, akhirnya kembali lagi saya menuruti.
Waktu itu family saya menyarankan untuk berobat ke Gunung Tua. Ke seorang ahli pengobatan alternatif bernama Sulhan. Pada saat kami sampai di rumahnya, rupanya kami harus antrian beberapa jam untuk menunggu giliran. Rupanya pasien pak Sulhan ini cukup ramai. Malah lebih ramai dari dokter spesialis tempatku berobat.
Sebelum tiba giliran, pak Sulhan ini sudah menegurku lebih dulu. Dia menanyakan penyakit yang saya derita. Saya menerangkan bahwa perutku sakit. Tidak menceret dan perut terasa perih. Tanpa ada diperiksanya sedikitpun, ia sudah langsung menyuruh saya untuk membeli ramuan obat yang perlu buat saya.
7 lembar daun sirih.
5 biji temu lawak (seperti kunyit tapi berwarna putih)
1 bundar gula merah.
1 bungkus kayu angin (kelihatan seperti akar kayu).
Dua jam menunggu akhirnya tibalah giliranku. Dia meraba perutku. Katanya ususku yang sakit. Perutku terasa keras. Dia meminta maaf sebelumnya karena bila dia mengkusuk belakang lututku, saya akan kepayahan menahankan rasa sakitnya. Ya… Namanya saja berobat. Biarpun sakit tetap akan kita tahankan demi menuju kesembuhan. Dia mulai mengkusuk lututku. Memang luar biasa sakitnya. Tak tahu kenapa dia mengkusuk lututku, padahal perutku yang sakit dan bukan lututku. Mungkin begitulah kepandaiannya. Tak lama saya dikusuknya, diapun membaca do’a dan sholawat dan terus mengajariku tentang cara pakai obat yang sudah lebih dulu ia suruh beli di samping rumahnya. Katanya semua ramuan dicampur air 1 liter lalu dimasak hingga mendidih. Dalam tiga hari obat itu diusakan agar habis. Hanya itu obatnya.
Setelah dua hari saya memakai obat ini, memang semakin banyak terasa kemeningkatannya. Tapi saya tak tak bisa memastikan mana yang lebih manjur buat saya. Obat dari dokter atau obat dari dukun kampung ini. Tapi yang jelas kedua duanya kupakai demi mengharap kesembuhan yang saya damba.
Karena adanya perobahan ini, kedua perobatan ini saya lanjutkan. Hingga pada hari jadi saya minggu lalu, disitulah saya semakin yakin bahwa saya akan sembuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: