SITUASI SARAHAN DI BULAN MEI 2011

Lembaran bulan Mei telah dimulai. Keadaan tambang emas di Sarahan Adian Barangan Huta Julu sudah mulai makin sepi.
Lobang lobang tambang sudah makin banyak yang tidak berproduksi. Ada karena mulut guanya telah tertimbun longsor, ada juga karena lubangnya sudah terlalu rawan bahaya sehingga tidak banyak lagi yang berani masuk lobang. Puluhan lobang tambang sudah mulai ditinggalkan. Sebagian karena berhenti sebab tak pernah berhasil, sebagian karena pindah lokasi karna mencari lokasi yang punya emas lebih banyak, sebagian karena bankrut karena tak dapat hasil apa apa.
Dari dulunya sangat banyak ditemui masyarakat penambang, belakangan ini hanya tinggal setengahnya. Memang ada banyak lokasi perpindahan penambang ini, tapi yang jelas sudah sangat banyak yang berhenti karena tak mendapatkan apa apa dari usaha tambang itu.
Adian Barangan atau Sarahan, mungkin tak lama lagi akan tinggal kenangan. Tertinggal karena para penambang liar tak lagi datang kesini. Sebenarnya bukan emasnya yang habis, tapi lokasi batuan emas sudah semakin jauh ke dalam tanah. Untuk penambang tradisionil yang cara kerjanya manual tak akan sanggup mencapai lebih jauh ke dasar tanah. Kalau menurut peta Sorik Mas Mining, kedalamannya mesti mencapai lebih dari 200 M. Tentu masyarakat biasa tak akan mampu. Apalagi karena jatuhnya korban di lubang tambang seorang warga Huta Julu, inipun semakin membuat kendor semangat masyarakat untuk menambang.
Itulah penyebabnya sehingga suasana di Sarahan sudah makin sepi. Daerah lain yang jadi perpindahan penambang cukup banyak, mulai dari Muara Sipongi, Tano Tiris, Rura Balancing, Pagar Gunung, Siborok, Aek Siaporas, dan banyak lagi yang lain. Tapi mesti banyak perpindahan, namun belum banyak yang berhasil. Tapi semoga saja banyak yang berhasil. Agar keadaan ekonomi masyarakat tetap bagus. Memang selama musim emas ini, ekonomi masyarakat sekitar tambang emas cukup lumayan. Para ibu ibu dengan mudahnya mendapat pekerjaan walaupun hanya jadi penokok batu. Anak anak muda juga jadi buruh lepas tukang angkat batu yang gajinya cukup lumayan. Keadaan ekonomi jauh lebih mantap. Memang tidak semua masyarakat Madina yang merasakan hasil emas ini, tapi sebagian besar penduduk kecamatan Huta Bargot telah banyak yang mencicipinya. Tapi belakangan ini hasilnya sudah mulai menurun. Mungkin tak lama lagi akan berakhir dan hanya bisa dikerjakan dengan alat canggih yang cuma dimiliki Sorik Mas Mining dan perusahaan besar lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: