INFO TENTANG TAMBANG EMAS DI TAJULU

Perjalanan yang amat melelahkan menuju pertambangan emas di Huta Julu, Huta Bargot Mandailing Natal.

2 km pertama setelah meninggalkan desa Huta Julu, kami melalui jalan berkelok kelok, agak mendaki dengan kemiringan 10 derajat sampai 25 derajat. Jarak tempuh 2km pertama ini memakan waktu 1 jam 15 menit.

Kemudian 1,2 km terakhir kami tempuh pula dengan waktu 1 jam. 1,2 km terakhir ini mempunyai tingkat kemiringan 35 derajat hingga 65 derajat. Waduh luar biasa terjal.

Sungai yang didapati pada perjalanan ini hanya satu. Itupun hanya sebatas air gunung yang biasa dinamakan rura.
Gunung mengandung emas ini cukup tinggi.
Masyarakat membuat lobang tambang dari arah timur gunung ini. Daerah lobang paling banyak menghasilkan emas di daerah ini adalah daerah bernama Kandang Kawat.
Kata kata penting dalam perjalanan menuju tambang emas ini:
Markarangen: Bertanda seperti tanda melekatnya biji emas. Biasanya bentuknya antara bentuk batu dan tanah liat.
Mangeleges: meminta minta batu ke lobang penambangan emas tanpa ada memiliki lobang tambang.
Kwik: Cairan air raksa ataupun merkuri.
Gadungdung: Mesin pemecah batu agar emas bisa diambil darh biji batu. Pengalaman: Ini pengalaman yang amat berharga. Pergi ke satu daerah tambang. Cukup melelahkan dan menegangkan. Mungkin ini pengalamat paling melelahkan dalam hidupku. Luar biasa. Apalagi saya memang tidak terbiasa mendaki gunung terjal semacam ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: