OBAMA, WAKTU DAN ROKOK

“Barack Husein Obama punya kebiasaan buruk sebelum ia dicalonkan partainya jadi kandidat President Amerika Serikat. Kebiasaan buruknya adalah merokok”. Ini yang membuat saya terdiam sejenak. Sebegitu burukkah merokok sehingga itu dikatakan kebiasaan buruk?
Bahkan diberitakan juga bahwa Obama telah diberi peringatan ketika akan menjadi Presiden USA. Ia mesti bisa menghentikan kebiasaan buruk itu. Sebab bilamana tidak, jikalau ia menang, sementara ia tidak menghentikan kebiasaan merokoknya, maka dialah presiden Amerika yang pertama yang berstatus perokok. Karena itu larangan merokok ini cukup keras. Tapi rupanya Obama bersedia untuk berhenti merokok. Dia akhirnya dicalonkan dan menang sebagai seorang presiden.
Jika saya pikirkan tentang kerugian merokok ini, memang cukup banyak. Mungkin karena itu merokok dikatakan kebiasaan buruk. Jika saya tanya para perokok, ada banyak variasi banyaknya rokok yang mereka habiskan. Ada yang bisa menghabiskan 2 bungkus rokok dalam satu hari, ada yang 3 bungkus dan bahkan ada yang 4 sampai 5 bungkus. Luar biasa.
Jika kita bahas lagi lebih dalam, memang rokok cukup banyak membawa dampak negatif.
Dalam soal waktu saja, bila seseorang bisa menghabiskan rokok sebungkus dalam sehari. Jika waktu yang dibutuhkan untuk mengisap 1 batang rokok memakan waktu 15 menit, maka untuk menghabiskan 1 bungkus akan mencapai 180 menit atau 3 jam. Jadi bila kita merokok 1 bungkus, berarti Waktu kita sudah tersita 3 jam untuk hal yang tak berguna. Bila kata ‘tidak berguna’ terasa kurang bagus, boleh saja diganti dengan kata ‘bersenang senang’. Berarti bila kita merokok 2 bungkus dalam sehari, berarti kita telah memboroskan 6 jam dari waktu kita dalam 1 hari untuk jadi waktu bersenang senang. Pantas kalau peringatan untuk tidak merokok sangat keras pada Obama di Amerika. Jika dia merokok, berarti waktu yang seharusnya dibagi pada rakyat akan berkurang terjaring saat saat merokok. Begitulah rokok menyita waktu kita sehingga waktu seakan dilewatkan tanpa arti. Apalagi kita menghabiskan rokok 3 atau 5 bungkus dalam satu hari. Kita tidak akan mampu lagi bekerja maksimal. Bila anda tidak setuju dengan tulisan saya, silakan anda cipta percobaan. Jadikanlah karyawan karyawan anda menjadi pecandu rokok yang menghabiskan 3 bungkus dalam sehari. Maka anda akan melihat hasil kinerja karyawan anda nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: