PERASAAN SETELAH MELUNASI HUTANG

Perasaan lega terasa menghiasi hatiku di hari ini. Semua ini berlaku setelah saya melunasi hutangku pada keturunan Bapak H Hbl yang selama belasan tahun jadi teman bisnisku. Dia sangat berjasa dalam
pengembangan usahaku. Dia bukan lagi seperti mitra kerja buat saya. Tapi sudah jadi seperti ayah angkatku sendiri. Sebab dia telah sekian lama menjadi perisai keuanganku. Dia sering membantu. Dia sering jadi penyelamat dalam dunia usaha yang kupegang. Tapi di telah lebih dulu dipanggil Yang Kuasa. Dia telah berpulang ke Ilahi pada sekitar 2 tahun lalu. Saya sempat melayat ke rumahnya yang berjarak sekitar 50 Km dari kediamanku, sempat juga mengiringi pemberangkatan jenazahnya, mensholatkannya di satu mesjid yang tak sempat kucatat namanya di Kotanopan. Dan bahkan sempat bertanya tanya dalam hati kemana saya meminta dana pinjaman setelah kematian bapak ini? Tapi Tuhan memang selalu memberi jalan bagi orang orang yang memerlukan dan juga meminta pertolongan padaNya.
Hubungan ekonomi terputus dengannya sejak hari itu. Tidak ada ahli waris yang menyambung koneksi dagang ini. Tak ada juga yang menindak lanjuti penyelesaian hutang piutang antara aku dan bapak itu. Lebih setahun saya memikirkan soal hutang saya padanya. Baru kemarin saya mengajak untuk bertemu dengan ahli warisnya via telepon. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Meski tak ada surat surat pertinggal. Semua berjalan tanpa ada bantah membantah. Ahli warisnya datang dengan kerendahan hatinya. Angka pasti tentang hutang saya bisa diputuskan dengan cukup damai. Hari ini juga kulunasi hutangku pada seorang dari anak bapak H Hbl yang juga merupakan perwakilan dari semua ahli warisnya. Lega rasa hatiku. Memang selama inipun mereka tidak pernah menanyakan tentang hal ini. Tapi mungkin mereka tak melakukannya karena segan. Mungkin segan karena melihat memang saya sangat menghormati ayahnya selagi masih hidup. Atau bisa juga karena hubungan bisnis saya masih dianggap kecil dibandingkan semua bisnisnya yang lain. Tapi yang jelas semua sudah tuntas. Semoga bapak itu diterima yang kuasa. Amen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: