GEPENG DAN PENGEMIS DI MANDAILING NATAL

Keadaan pengemis di Panyabungan menjelang lebaran 2010.
Entah karena apa makanya semakin banyak pengemis di Panyabungan. Entah di daerah lainpun sama saja dengan disini. Berbagai model pengemis bermunculan menjelang hari raya ini. Ada yang terdiri dari beberapa ibu ibu yang disengaja berpakaian sedikit kumuh, ada ibu ibu yang menggiring anak anaknya, ada yang datang dengan menunjukkan
penyakitnya, ada yang mengatakan suaminya telah tiada. Pokoknya berbagai macam alasan mereka lakukan. Permintaan pengemis ini banyak ragamnya. Ada yang datang meminta sedekah (pemberian yang hukumnya sunnah dalam Islam), ada juga yang datang dengan meminta zakat (uang yang wajib dikeluarkan pedagang yang telah mempunyai modal telah sampai pada kewajiban berzakat).
Mereka datang dengan nuansa kemiskinan, walau terkadang itu hanya topeng belaka. Tentu saja ada yang sengaja bertopengkan apa saja demi mendapatkan uang ini. Ada yang mengatakan bahwa suaminya telah meninggal padahal belum. Ada yang mengatakan bahwa anak anaknya adalah anak yatim, padahal ia berdusta. Banyak sekali alasan mereka yang jadi gepeng dan pengemis di akhir Ramadhan ini. Sampai sampai mereka nampaknya telah menyembunyikan rasa malunya demi mengharapkan pemberian dari orang lain.
Terkadang mereka membuat susah karena terlalu ramai dan mau
mendapatkan kita. Kita sedang asyik bekerja, mereka datang dan terpaksa dilayani, padahal mereka hanya meminta minta. Terkadang sedang menuju kenderaan, mereka datang menceritakan keluh kesahnya dengan akhir cerita meminta bantuan. Semua ini akan terasa hanya membuat waktu berlalu sia sia saja. Kita bukan tidak mau bersedekah. Memberi pada orang lain cukup memberi kepuasan dalam bathin kita. Tapi gepeng dan pengemis ini datang tepat disaat kita asyik bekerja. Jadi terkadang terasa sangat mengganggu. Dimana mana orang banyak berinteraksi memberi dan memberi.
Mereka para pengemis ini tidak sedikit jumlahnya. Terkadang kitapun merasa kasihan melihat mereka. Benarkah mereka semua orang tak punya? Atau hanya tipuan semata?
Di Jakarta dan di kota besar lainnya sudah ada penertiban pada Gepeng dan Pengemis ini. Semoga di Mandailing Natalpun akan diberlakukan. Agar jangan semakin ramai pengemis di Madina Sumut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: