NGOBROL DAN CARA SUKSES JADI PEDAGANG COKLAT

Ngobrol bersama seorang saudagar memang banyak gunanya. Terkadang bisa saling berbagi pengalaman. Kita menjadi tahu apa yang tak diketahui, dan juga kita bisa memberi tahu apa yang tak diketahui orang lain. Kemarin saya tukar pikiran dengan dua orang saudagar besar. Yang seorang benar benar manusia cacat. Tidak bisa berjalan. Bahkan untuk bergeser dan berjalanpun ia harus merakangkak karena kedua kakinya memang cacat. Keadaan seperti ini akan dipergunakan orang lain untuk mengemis. Tapi laki laki ini tidak seperti itu. Dia tidak mengemis. Dia seorang saudagar. Seorang pedagang barang hutan dari daerah Tambiski, Naga Juang, Madina.
Teman ngobrol saya yang kedua adalah seorang pedagang hasil hutan juga. Dia berdomisil di desa Bonan Dolok, kecamatan Siabu, Mandailing Natal.
Dia banyak bercerita tentang sepak terjangnya di dunia bisnis. Katanya dia meraih kesuksesan karena mudahnya mendapatkan info info penting dari Internet atau Dunia Maya.
Dia tahu harga harga barang hutan dari situs Internet. Sebagai contoh harga barang kayu manis, kapas, kemiri, coklat, dia mendapatkan harga Internasionalnya dari Internet. Dia bahkan mengajari saya bagaimana bisa menemukan situs harga hasil hutan dan juga emas di Internet ini. Dia mengajari bagaimana cara menghitungnya. Berapa harga coklat yang bisa ditampung di pedesaan, dan berapa pula pasaran coklat di pasar Internasional hari ini. Semuanya bisa diperoleh secara online. Dari data harga komoditi jagung, coKlat dan berbagai hasil bumi yang tertera di situs bloomberg, kita akan mengetahui kekuatan harga hasil bumi di desa maupun di kota di seluruh Indonesia.
Sebagai contoh pada tanggal 8 Juli 2010 kita menemukan harga Cocoa Future – LI (gbp/mt) di situs comodities online seharga 2253.000. Change: -39.000
% change: -1.70
Time: 05:55.
Dari data di atas dapatlah kita hitung berapa harga coklat di pasaran Internasional.
Harga coklat 2253 dikali harga Dollar (kebetulan Rp: 8.965 per 1 Usd pada hari ini). Dibagi 1.000 (satu ton)= 20.198,145/kg. Inilah harga di Singapura. Jadi jika kita mau menjual pada pebisnis export impor, mereka hanya akan mau menerima dengan harga: Rp: 20.198,145 – Rp: 5.000 (biaya export import dan keuntungan agent) = 15.200/ kg. (Menurun) Begitulah cara menghitungnya bila anda ingin jadi saudagar komoditi coklat.

KLIK DISINI UNTUK MASUK KE BLOOMBERG

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: