ADA BEBERAPA ORANG YANG MENANAM DIRINYA DALAM TANAH KARENA TAK SETUJU AKAN PENGGUSURAN

Menolak digusur, sebagian warga mengubur diri alias menggali tanah dan menanam dirinya sendiri ke dalam tanah. Ini terjadi di Rawa sari kecamatan Cempaka Putih Jakarta Pusat. Lokasinya tepat di depan kantor kecamatan Cempaka Putih. Luar biasa kejadian ini. Semua ini mereka kerjakan atas dasar protes mereka akan penggusuran yang akan mereka alami dalam waktu dekat ini.
Bagaimana pendapat anda tentang aksi warga mengubur diri ini? Waduh, menurut saya terlalu cepat menyerah. Kalau memang tanah itu bukan miliknya, kenapa tidak dilepaskan saja. Kalau tanah itu memang miliknya, sudah selayaknya pemerintah mengganti uang tanah yang akan diambil oleh pemerintah ini. Buat apa mengubur diri gara gara tanah? Buat apa mempertahankan hidup di Jakarta kalau memang Jakarta tidak memberi ruang buat kita untuk hidup. Tuhan menyediakan tanah yang begitu luas untuk didiami. Dari Sabang hingga Merauke kalau yang namanya Indonesia. Kita bisa menukar pekerjaan, kita bisa pindah tempat lain, kita bisa pindah ke luar propinsi, kenapa harus menanam tubuh sendiri dalam galian tanah demi mempertahankan tanah.
Warga yang mengubur dirinya ada yang sudah pingsan. Dan bahkan ada lagi yang melanjutkan perjuangan tanam diri ini. Begitu yang ditanam menjadi tak sadarkan diri, datang lagi yang lain menanam dirinya sebagai penanaman tahap kedua. Luar biasa. Tapi saya tak setuju dengan aksi semacam ini. Saya lebih memilih berjuang atau mencari tempat yang memberi kehidupan dari pada menyiksa diri.
Kalau dalam agama Islam, perbuatan menyiksa diri ini termasuk pekerjaan yang haram dan berdosa. Untuk apa melakukannya. Untuk apa melakukan yang dibenci oleh Sang Penguasa Alam hanya gara gara tidak setuju dengan penggusuran yang akan dilakukan pemerintah. Mari kita cari jalan lain untuk mempertahankan hidup. Tidak satu jalan ke Roma. Jangan kita tiru perbuatan sekelompok warga di Jakarta Pusat yang rela menanam dirinya hidup hidup. Dia ditanam, hanya kepalanya saja yang tidak tertelan tanah. Mulai dari kaki hingga leher sudah tak bisa bergerak karena ditanam. Apa gunanya kalau perbuatannya ternyata hanya sebuah aksi yang tidak disukai Pencipta Alam?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: