GEMPA SUSULAN MANDAILING

Pada hari Kamis tanggal 29 07 2010 ini, terjadi lagi gempa susulan 4 kali di Mandailing Natal. Tidak seberapa kuat lagi guncangannya. Tapi masyarakat Madina yang sudah trauma atas kejadian beberapa hari yang lalu terus saja merasa cemas. Apalagi penduduk di daerah yang kebetulan mengalami gempa kuat pada pada minggu lalu seperti kampung Tangga Bosi, Tano Tiris, Sinonoan, Lumban Dolok, Aek Mual, Bange Dolok, Huta Bangun, Malintang, dan hampir semua desa di kecamatan Bukit Malintang, kecamatan Siabu, Kecamatan Panyabungan Timur, kecamatan Panyabungan Barat, Panyabungan kota dan umumnya seluruh daerah Mandailing Natal.
Di sekolah SD pun banyak anak anak yang menangis ketakutan karena gempa susulan ini. Tapi sekolah tak lagi diliburkan seperti minggu kemarin. Tentu karena getarannya tidak lagi sekuat hari pertama yang lalu.
Gempa susulan terjadi tepat pada hari kamis. Tepat pada hari pekan raya (poken godang) di Panyabungan Madina. Tentu banyak dari berbagai penjuru Mandailhng Natal berdatangan menjual hasil taninya dan juga berdatangan ke pusat kota untuk membeli kebutuhannya. Hari ini banyak yang menceritakan pengalamannya. Terdengar menakutkan semua cerita yang saya dengar. Ada yang bercerita tentang tidak adanya lapangan luas di desanya. Seperti desa Ranto Natas di Panyabungan Timur. Desa ini ada di kaki gunung tinggi. Di lembah desa ini ada jurang curam tempat mengalirnya sungai Aek Pohon yang mengalir ke pinggir Pidoli Panyabungan. Tentu akan menakutkan gempa ini bagi mereka. Banyak ibu ibu yang menangis ketakutan saat berlari dari dalam rumahnya. Tempat satu satunya berlindung hanya jalan raya yang tidak berapa lebar. Gunung tinggi ada di seberang jalan. Kemana harus berlari. Cuma kehati hatian dan rasa berserah diri pada sang pencipta yang jadi perisai diri. Begitulah mengerikan perasaan mereka.
Bukan hanya dari desa ini yang bercerita di hari pekan ini. Dari desa desa di kecamatan Bukit Malintang dan Kecamatan Siabu juga ikut bercerita. Di daerah desa Lumban Dolok misalnya, botol kecap yang di taruh di atas meja makanpun ikut terjatuh karena gempa lalu. Apalagi yang lainnya. Tapi untunglah gempa Madina ini tidak sempat memakan korban. Tapi meski tak memakan korban, ada juga beberapa rumah roboh pada gempa minggu lalu.
Begitulah sekilas cerita gempa di Madina ini. Sebagai penutup tulisan, gempa susulan yang terjadi pada Kamis 29 Juli 2010 ini, alhamdulillah juga tak memakan korban.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: