Archive for Juli 27, 2010

BENARKAH BATAK MAKAN ORANG?

Benarkah suku Batak makan orang?
Dari sumber asing seperti Tiongkok, Arab, Eropah terdapat cerita Anthropopagis (memakan manusia) pada masyarakat Sumatera. Pada abad ke 5 s/d 6 telah dikenal dua daerah di Sumatera, yakni: Polos atau Pasai dan Balus atau Barus yang penduduknya adalah kannibal.
Ibn Khordadzbeh penjelajah asal Persia yang mengunjungi Rami atau Sumatera dan Balus pada tahun 851 mengatakan penduduk disini adalah pemakan orang.
Aja Ib Al Hind tahun 1000 dan Idrisi tahun 1165 juga menerangkan tentang cara hidup kannibal ini.
Marcopolo juga menegaskan mengenai masyarakat pagan, dan sebagian ketika dia mengunjungi Ferlech atau Perlak.
Sumber dari Nicolo de’ Conti pada tahun 1430 juga menceritakan tentang penduduk kannibal dan suka perang. Ini menyangkut perjalanannya menuju Sciamuthera atau samudra. Dia menyebut suku ini dengan sebutan: Batech (denagn maksud suku Batak).
Buku berjudul Peregrination 1539 oleh Mendes Pinto juga menyebutkan suku Bata (Denagn maksud suku Batak) memang ada. Ibukotanya adalah Panaju di pesisir barat laut Sumatera.
Selanjutnya, penyair Turki Sidi Ali Celebi menceritakan tentang komunitas manusia kannibal atau pemakan daging manusia yang hidup di bagian barat Sumatra.
Joa de Barros pada masa 1563 menyebut suku Batas sebagai masarakat kannibal dan hidup berhadapan dengan selat Malaka.
Agustin Bealieu yang berkunjung ke Aceh pada 1620 – 1621mengatakan penduduknya adalah Melayu dan dipegunungannya terdapat manusia pemakan orang.
Pada abad ke 17, F. De Haan seorang Tionghoa, dia juga menggambarkan rakyat Panda atau Bata yang suka makan manusia. Panda atau Bata ini hidup di sekitar sebelas hari perjalanan dari Barus.
Seterusnya tahun 1772. hamilton menyebut sungai Delley (sungai Deli) yang pesisirnya adalah masyarakat pemakan manusia.
Juga pada 1772 Charles Miller ketika memasuki pedalaman Tapanuli, disini dia menemukan suku Batas (Dengan maksud suku Batak) yang Kannibal punya bahasa berbeda dari seluruh bahasa di Sumatera.
Pada 1823, Jhon Anderson, seorang Eropah yang menelusuri pedalaman Sumatera, ia juga menemukan suku Batta, Mandiling, Kataran, Pappak, Tubba, Karau karau, Kapak, Alas. Dia mengatakan: Battas tribes are as follow: tribe Mandailing, Kataran or which are Rajah Seantar, Rajah Silow, Rajah Munto Panei and Rajah Tanah Jawa all canibals: tribe Karau karau kannibals. The Alas people are mussulmen.
Berdasar pendapat Marsden, tradisi Anthropopagis adalah bagian kepercayaan orang Batta (Dengan maksud suku Batak).
Kata Marsden: Tak cukup bukti cannibalisme di sumatera. Kalupun ada tapi sangat minim sekali sehingga tetap merupakan pertanyaan yang tak terjawab hingga sekarang.

Iklan

Comments (5) »