SITUASI PANYABUNGAN, 2 HARI PASCA GEMPA MADINA

Keadaan Panyabungan Madina Pasca Gempa Mandailing Natal.
Dua hari sudah berlalu gempa Madina dengan kekuatan 6,8 SR. Sebagian ada juga yang berpendapat 6,0 SR. Kemudian dengan gempa susulan 5,3 SR. Kini keadaan sudah kembali mulai normal seperti biasa. Hari ini pusat kota sudah mulai ramai seperti biasa. Tidak seperti kemarin yang nampak agak sepi dari biasanya. Sepi karena banyak warga yang tidak tidur semalaman. Sebagian karena lebih suka bergadang seperti jaga malam karena dikhawatirkan masih ada gempa susulan. Sebahagian karena memang trauma dan takut untuk tidur. Sehingga karena banyaknya yang tidak tidur, itu yang menyebabkan kota Panyabungan agak sepi pada hari kemarin. Sepi dan ditambah lagi karena kemarin hari Minggu.
Pusat gempa ada di 18 Km sebelah barat laut Panyabungan dan berada di kedalaman 10 Km. Berarti gempa terparah yang terjadi ada di kecamatan Siabu. Terutama di desa Tangga Bosi dan Tano Tiris. Tapi walaupun begitu, sepertinya gempa itu ada di bawah seluruh Mandailing Natal. Karena titik gempa ada di kedalaman 10 Km di bawah tanah.
Jika anda mau tahu tentang beda guncangan gempa Aceh, gempa Nias, gempa Muara Sipongi dan Gempa Panyabungan Madina jika kita berada di posisi Panyabungan, disini saya tuliskan buat berbagi pengalaman. Pengalaman saya dengan gempa Aceh 8,9 SR ketika saya berada di Panyabungan. Gempanya tidak begitu terasa. Bahkan lebih banyak orang yang tak tahu menahu dari pada yang tahu dan merasakan gempa Aceh ini. Gempa Nias dengan kekuatan 8,1 SR membuat getaran kuat di Panyabungan. Bahkan berjalanpun jadi sempoyongan pada saat gempa itu terjadi. Gempa di Muara Sipongi juga membuat sedikit sempoyongan berjalan di Panyabungan. Bagaimana pula tentang Gempa Mandailing Natal? Gempa Panyabungan Madina ini tentu jauh lebih kuat. Pada malam Minggu 25 Juli 2010, rupanya bahkan lebih banyak masyarakat yang tidur di luar rumah dari pada di dalam rumah. Sebagian warga tidur di teras rumahnya, sebagian tidur di tenda tenda darurat yang sengaja didirikan karena rasa takut yang amat sangat ini. Memang guncangannya amat kuat. Ada temanku yang berdagang di Malintang, katanya jualannya banyak yang berjatuhan dari raknya. Itu sudah merupakan kejadian menakutkan. Karena itu masyarakat merasa tidak nyaman lagi. Tapi pada 26 07 2010, aktivitas warga sudah mulai normal. Semoga seterusnya gempa tak datang lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: