JUMPA PERTAMA DI TAMAN BUNGA TIDUR

Rasa rindu pada ibuku tiba tiba hadir dalam benakku. Kutelusuri segera relung relung hatiku. Kuperiksa semua memori tentang kebersamaanku dengan ibuku tercinta. Tapi tak ada selembar kenanganpun kudapatkan. Kutelusuri hingga pada cerita dua tahun yang lalu, tiga tahun, 4, 5, 6, oh Tuhan rupanya sudah lebih dari 6 tahun aku tidak bertemu ibunda. Karena itu aku jadi bergegas ingin pulang. Terlalu lama bila sepanjang waktu itu aku tidak pernah menemui ibu. Kuusahakan bagaimanapun agar aku bisa pulang secepatnya. Lalu perjalanan menuju ibundapun berjalan mulus dengan adanya kasih Tuhan.
Sesampai di depan ibu tersayang, aku menyadari semuanya. Rupanya ibuku masih seperti dulu. Seperti saat terakhir aku melihatnya.
Kujabat tangannya, kupeluk dirinya, kucium pipinya, semua pertanda aku menyayanginya. Kusadari kesalahanku bahwa sudah terlalu lama tak hadir di hadapannya.
Tak cukup dengan mengobrol bersama ibu, lalu kurebahkan tubuhku di samping ibuku. Terasa rindu mulai terobati. Saat itu aku mulai tersadar. Saat berbaring di samping ibu aku mulai bertanya dalam hati, ‘bukankah ibuku sudah dipanggil yang kuasa tujuh tahun yang lalu?’
Kupusatkan pikiranku yang paling sehat. Oh, rupanya aku sedang bermimpi. Rupanya cerita kerinduan tadi, pulang menemui ibu, berjumpa dengan ibunda, rupanya hanya setangkai bunga tidur alias mimpi. Aku berpikir setelah terjaga, ada apa dengan ibuku? Kenapa dia hadir dalam mimpiku?
Apakah ada sesuatu yang kurang? Apakah sudah terlalu lama saya tidak pergi ke ziarah ke tempat peristirahatannya yang terakhir?
Lalu dalam keadaan sunyi malam saat terbangun dari tidur itu, aku jadi bertekad akan pergi mengunjungi pusara ibunda tersayang. Aku teringat bahwa sudah terlalu lama tidak mengirimkan do’a padanya, dan juga terlalu lama tak menjenguk makamnya. Aku akan pergi besok. Aku akan sekalian mengunjungi pusara ayahku yang ada disamping kuburan ibuku. Rupanya beginilah bila terlalu lama tidak menziarahi orang tua kita yang sudah lebih dulu dipanggil Yang Kuasa. Memang aku telah terlena dengan kesibukan duniawi. Tapi kini aku telah bertekad akan mengunjungi makam kedua orang tuaku. Semoga Allah tetap mencintai mereka. Semoga Allah akan tetap menempatkan mereka ke tempat yang sebaik baiknya. Maafkan dosa kedua orang tuaku, ya Tuhan. Maafkan juga dosaku beserta keluargaku. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: