SHOLAT DI MESJID RAYA MEDAN

Begitu saya melihat banyak kaset dvd dan vcd dipajangkan di kaki lima trotoar jalan Sisingamangaraja Medan, sayapun teringat bahwa anakku meminta dibelikan kaset Ultramen yang asli alias jangan bajakan kalau pulang dari Medan. Di sore ini akhirnya kucoba untuk pergi menuju Yuki Plaza buat mencari keinginan anak saya sendiri. Setiba di dalam Yuki, saya lebih dahulu melintasi berbagai pajangan furniture yang amat bagus bagus, hiasan air mancur yang amat menarik dan berbagai koleksi garmen full cream dan juga batik mulai dari harga rendah hingga yang mahal. Karena semula tujuanku ingin mencari kaset dvd, akhirnya saya mesti naik ke lantai 2 karena kaset dvd tak kutemukan dilantai dasar. Lalu setelah tiba di lantai 3pun tidak saya temukan juga hingga akhirnya saya memutuskan untuk pergi saja ke Carefour. Sebab saya tahu di sana pasti lebih lengkap.
Sesampai di luar gedung Yuki Plaza, saya terus menuju jalan raya. Disini saya melihat langsung Mesjid Raya Medan berdiri megah. Saat melihatnya, sayapun teringat bahwa saya belum melaksanakan sholat Ashar. Saya melangkahkan kaki ke seberang jalan melalui tangga penyeberangan yang ada di tepat di depan Yuki Plaza.
Sesampai di depan mesjid raya Medan ini, tak lupa kusempatkan memphoto mesjid indah ini. Teringat seketika bahwa sudah hampir 6 tahun saya tidak pernah melakukan sholat di mesjid raya ini. Terasa rindu untuk sholat di dalamnya. Memang tempat tinggal saya amat jauh dari mesjid ini. Lebih dari 500 km. Sekarangpun saya ke Medan ini karena sesuatu urusan.
Setelah memotret beberapa kali, pergi mengambil wuduk, saya langsung melakukan jama’ takhir Dzuhur dan Ashar. Usai sholat, saya masih sempat melihat sekelompok jamaah tabligh sedang mengaji bersama dalam mesjid.
Ketika keluar dari dalam, penjaga pintu ternyata telah memindahkan sandalku. Dia memindahkan sandalku ke tangga paling atas mesjid. Saya tak sempat berterima kasih padanya, sebab ketika menujuk sandalku, saya memeriksa sandal, dia sudah langsung asyik memeriksa ponselnya.
Tiba di dekat pintu, saya melihat 6 orang pengemis sedang menunggu rezeki di dekat pagar. Kurogoh sakuku, kuambil uang di kantong. Sebagian kumasukkan ke kotak amal karena sudah lama saya tak membagi rezeki yang diberikan Allah untukku pada mesjid Raya Medan ini. Sisanya kubagi rata buat peminta minta yang duduk dengan lengan terbujur dan telapak tangan terbukanya. Saya amat bersukur karena saya bisa membagi uangku pada mereka dengan jumlah sama. Lalu dengan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: