AKIBAT JATUHNYA FUSO DI BATU JOMBA

Ketika saya terjaga karena nada dering ponselku di pagi ini, sayapun terus bertanya sedang dimana kami berada. Sebab saya sudah tak tahu dimana kami saat ini. Sopir mengatakan bahwa kami masih beberapa km dari kota Tarutung Taput. Kata sopir, kami akan terlambat sampai ke Panyabungan. Belum tahu kerusakan apa yang terjadi di Aek Latong. Yang jelas kata sopir, sudah lama mobil kami tidak berpapasan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Menurut sopir, sudah lebih 3 km antrian kendaraan karena kerusakan jalan Aek Latong ini.
Begitu saya selesai berbicara pada istriku via ponsel, kamipun terus berhenti pada satu rumah makan besar di sekitar Pahae Jae. Disini saya mengambil wuduk dengan air spa yang cukup panas. Air spa yang dikolamkan sehingga nampak cukup bagus dan menawan. Disini saya melakukan sholat Subuh, qasar Isya dan sesudahnya menikmati sarapan pagi karena kami akan menuju Aek Latong yang sudah pasti tak akan terlalui dalam waktu singkat.
Beberapa km dari Pahae Jae, kami akhirnya berhenti pada antrian yang sudah sangat panjang. Belum tahu kapan bisa bergerak dan tambahnya tak ada signal coverage lagi. Tak ada connect ke luar lagi. Yang ada cuma bus dan mobil yang begitu banyak, penumpang yang tersangkut. Ada yang bertahan dalam mobil, ada yang keluar dan ada yang makan di warung warung yang tersedia.
Setengah jam setelah antrian, kendaraan dari arah berlawanan arah sudah mulai lolos satu persatu. Kami tinggal menunggu giliran kapan bisa lewat dan menunggu tahu, ada apa di Aek Latong.
Lama menunggu antrian, akhirnya saya coba tidur di tempat dudurku. Lalu ketika terbangun pada jam 9.05, kami masih tetap berada di antrian dengan bergeser sedikit demi sedikit. Saat ini barulah saya tahu bahwa kami masih berada di Batu Jomba. Kami terjebak di satu desa di tengah pegunungan tanpa bisa gunakan layanan operator apapun. Ingin connect dengan siapapun sudah tidak bisa untuk sementara. Termasuk connect dengan keluarga. Itulah akibat yang terjadi dengan rusaknya jalan di Batu Jomba pada 13 April 2010 ini.
Kemudian pada jam 9.53 akhirnya kami selesai melewati antrian yang diakibatkan oleh jatuhnya sebuah truck tronton Fuso.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: