Archive for April 14, 2010

Hasil Liga Spanyol Tanggal 15 April 2010

Bagi sobat semua yang ingin tahu hasil liga spanyol terbaru, yang bertanding tanggal 15 april 2010, kamis dini hari waktu Indonesia Barat.
Ini dia hasilnya.

Jam 01:00 wib

ATLETICO MADRID 1-2 XEREZ

OSASUNA 2-2 MALAGA

RACING SANTANDER 3-1 ESPANYOL

ZARAGOZA 1-1 MALLORCA

jam 03:00 wib

BARCELONA 3-0 DEPORTIVO LA CORUNA

gol tercipta pada menit :

16′ B. Krkic 1-0

69′ P. Rodriguez 2-0

72′ Y. Toure 3-0

Leave a comment »

SHOLAT DI MESJID RAYA MEDAN

Begitu saya melihat banyak kaset dvd dan vcd dipajangkan di kaki lima trotoar jalan Sisingamangaraja Medan, sayapun teringat bahwa anakku meminta dibelikan kaset Ultramen yang asli alias jangan bajakan kalau pulang dari Medan. Di sore ini akhirnya kucoba untuk pergi menuju Yuki Plaza buat mencari keinginan anak saya sendiri. Setiba di dalam Yuki, saya lebih dahulu melintasi berbagai pajangan furniture yang amat bagus bagus, hiasan air mancur yang amat menarik dan berbagai koleksi garmen full cream dan juga batik mulai dari harga rendah hingga yang mahal. Karena semula tujuanku ingin mencari kaset dvd, akhirnya saya mesti naik ke lantai 2 karena kaset dvd tak kutemukan dilantai dasar. Lalu setelah tiba di lantai 3pun tidak saya temukan juga hingga akhirnya saya memutuskan untuk pergi saja ke Carefour. Sebab saya tahu di sana pasti lebih lengkap.
Sesampai di luar gedung Yuki Plaza, saya terus menuju jalan raya. Disini saya melihat langsung Mesjid Raya Medan berdiri megah. Saat melihatnya, sayapun teringat bahwa saya belum melaksanakan sholat Ashar. Saya melangkahkan kaki ke seberang jalan melalui tangga penyeberangan yang ada di tepat di depan Yuki Plaza.
Sesampai di depan mesjid raya Medan ini, tak lupa kusempatkan memphoto mesjid indah ini. Teringat seketika bahwa sudah hampir 6 tahun saya tidak pernah melakukan sholat di mesjid raya ini. Terasa rindu untuk sholat di dalamnya. Memang tempat tinggal saya amat jauh dari mesjid ini. Lebih dari 500 km. Sekarangpun saya ke Medan ini karena sesuatu urusan.
Setelah memotret beberapa kali, pergi mengambil wuduk, saya langsung melakukan jama’ takhir Dzuhur dan Ashar. Usai sholat, saya masih sempat melihat sekelompok jamaah tabligh sedang mengaji bersama dalam mesjid.
Ketika keluar dari dalam, penjaga pintu ternyata telah memindahkan sandalku. Dia memindahkan sandalku ke tangga paling atas mesjid. Saya tak sempat berterima kasih padanya, sebab ketika menujuk sandalku, saya memeriksa sandal, dia sudah langsung asyik memeriksa ponselnya.
Tiba di dekat pintu, saya melihat 6 orang pengemis sedang menunggu rezeki di dekat pagar. Kurogoh sakuku, kuambil uang di kantong. Sebagian kumasukkan ke kotak amal karena sudah lama saya tak membagi rezeki yang diberikan Allah untukku pada mesjid Raya Medan ini. Sisanya kubagi rata buat peminta minta yang duduk dengan lengan terbujur dan telapak tangan terbukanya. Saya amat bersukur karena saya bisa membagi uangku pada mereka dengan jumlah sama. Lalu dengan

Leave a comment »

SEJENAK DI MILLENIUM MEDAN

Saya sampai pada jam 10 pagi di Millenium Plaza. Ketika saya masuk ke dalamnya, kunaiki elevator sampai tiga kali. Rupanya masih banyak toko yang tutup pada jam itu, termasuk ke toko tujuan saya bermerk ACE Com di lantai 4. Lalu saya menelepon pemiliknya, tapi tak ada jawaban. Kutanya toko di sebelahnya, ternyata Ace Com biasa membuka tokonya pada jam 11 siang.
Saya tidak lagi tahu banyak tentang Millenium ini, sebab sudah setahun saya tak kemari. Ketika kutelepon terakhir kalinya, barulah Ace Com menerimanya. Katanya ia akan menelepon saya setelah mereka buka.
Selagi menunggu jam 11 tiba, saya pergi ke seberang jalan Kapten Muslim. Di salah satu rumah makan ‘TUKAR SALERO’, disinilah saya makan pagi.
Selesai makan, saya pergi lagi menuntaskan urusan lain. Yaitu mencari obat pesanan kakakku di setiap apotik yang ada di jalan Kapten Muslim. Satu persatu kucari obat penghilang bintik hitam di wajah dengan merek Rifaquin sejenis salep. Asisten apoteker salah satu apotik mengatakan bahwa barang tersebut lagi kosong. Malah ia menanya kegunaan obat itu. Dia malah menanyakan bagaimana model bintik hitam di wajah kakakku. Saya menjawab tak tahu. Memang saya tak tahu apakah bintik hitam ada di dalam kulit atau juga sejenis jamur. Kemudian saya menanyakan apakah ada obat yang sama fungsinya dengan Rifaquin itu. Tak lama kemudian, asisten itupun keluar dari ruang obat dan menjawab bahwa barang sejenis itu juga sedang kosong di Apotiknya.
Akhirnya saya tidak mendapatkan obat itu di sekitar Rumah Sakit di Jalan Kapten Muslim ini. Pencarian kuhentikan karena panggilan telepon dari Ace datang. Saya langsung ke Millenium. Kulintasi berbagai merek dagang ponsel yang ada di Millenium. Mulai dari xl, mentari, Gerai Halo Telkomsel, hingga tawaran kredit ponsel Nokia selama 6 bulan dengan bunga nol persen. Begitulah sekilas cerita di Millenium Medan Sumatera Utara.

Leave a comment »

AKIBAT JATUHNYA FUSO DI BATU JOMBA

Ketika saya terjaga karena nada dering ponselku di pagi ini, sayapun terus bertanya sedang dimana kami berada. Sebab saya sudah tak tahu dimana kami saat ini. Sopir mengatakan bahwa kami masih beberapa km dari kota Tarutung Taput. Kata sopir, kami akan terlambat sampai ke Panyabungan. Belum tahu kerusakan apa yang terjadi di Aek Latong. Yang jelas kata sopir, sudah lama mobil kami tidak berpapasan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Menurut sopir, sudah lebih 3 km antrian kendaraan karena kerusakan jalan Aek Latong ini.
Begitu saya selesai berbicara pada istriku via ponsel, kamipun terus berhenti pada satu rumah makan besar di sekitar Pahae Jae. Disini saya mengambil wuduk dengan air spa yang cukup panas. Air spa yang dikolamkan sehingga nampak cukup bagus dan menawan. Disini saya melakukan sholat Subuh, qasar Isya dan sesudahnya menikmati sarapan pagi karena kami akan menuju Aek Latong yang sudah pasti tak akan terlalui dalam waktu singkat.
Beberapa km dari Pahae Jae, kami akhirnya berhenti pada antrian yang sudah sangat panjang. Belum tahu kapan bisa bergerak dan tambahnya tak ada signal coverage lagi. Tak ada connect ke luar lagi. Yang ada cuma bus dan mobil yang begitu banyak, penumpang yang tersangkut. Ada yang bertahan dalam mobil, ada yang keluar dan ada yang makan di warung warung yang tersedia.
Setengah jam setelah antrian, kendaraan dari arah berlawanan arah sudah mulai lolos satu persatu. Kami tinggal menunggu giliran kapan bisa lewat dan menunggu tahu, ada apa di Aek Latong.
Lama menunggu antrian, akhirnya saya coba tidur di tempat dudurku. Lalu ketika terbangun pada jam 9.05, kami masih tetap berada di antrian dengan bergeser sedikit demi sedikit. Saat ini barulah saya tahu bahwa kami masih berada di Batu Jomba. Kami terjebak di satu desa di tengah pegunungan tanpa bisa gunakan layanan operator apapun. Ingin connect dengan siapapun sudah tidak bisa untuk sementara. Termasuk connect dengan keluarga. Itulah akibat yang terjadi dengan rusaknya jalan di Batu Jomba pada 13 April 2010 ini.
Kemudian pada jam 9.53 akhirnya kami selesai melewati antrian yang diakibatkan oleh jatuhnya sebuah truck tronton Fuso.

Leave a comment »