SESAMPAI DI TUJUAN

Sesampai di tujuan, ternyata saya masih harus menunggu mekanik printer yang ada di Kembar Ponsel. Buku yang sengaja saya bawa menuju Medan saya titipkan di toko tadi. Sementara saya pergi mencari sarapan ke sekitar UISU Fak Pertanian yang tak jauh di tujuan saya. Saya memilih makanan Lontong dari banyaknya makanan yang tersaji seperti Mie Tiau, Soto dan lainnya. Kutunggu hingga akhirnya mekanik datang. Saya membeli 1 unit Printer, 2 set tinta dan 20 box kertas cetak photo.
Setelah saya mengobrol dengan mekanik, ternyata katanya dia sanggup memperbaiki kedua printer saya yang sudah rusak di toko ponsel saya. Dulunya memang saya tidak menyangka bahwa ia sanggup memperbaiki. Sebab kedua printer saya sudah pernah dibetulkan di Madina. Dengan mekanik yang ada di Madina telah diambil kesimpulan bahwa kedua printer saya telah jadi bangkai. Tapi setelah jumpa dengan mekanik di Medan, ternyata semua bisa diperbaiki. Dan sudah dijanjikan untuk dikirim ke Medan besok.
Seusai urasan printer, saya terus ke pinggir jalan raya untuk menemukan kendaraan yang bisa mengantarkan saya ke Plaza Millenium. Tapi kendaraan yang saya temui untuk pertama kalinya ternyata sudah disewa orang lain. Saya akhirnya hanya menanyakan ongkos ke Millenium. Siapa tahu saya menemukan kendaraan yang lain, sayapun sudah tahu ongkos yang sebenarnya dari Sisingamangaraja ke Plaza Millenium. Katanya ongkornya Rp 30.000. Sebab jarak antara keduanya amat jauh.
Dia bahkan masih membandingkan. Jarak Sisingamangaraja ke Millenium adalah serupa dengan dua kali jarak Sisingamangaraja ke Petisah. Kalau ada yang bilang ongkosnya Rp: 25.000, itu sudah termasuk murah. Saya cuma mengiyakan saja, sebab saya cuma bertanya. Toh saya mesti mencari kendaraan yang lain untuk bisa ke Millenium.
Ketika kendaraan kutemukan. Ternyata ongkosnya cuma Rp: 15.000. Saya jadi heran. Rupanya ongkos yang dikatakan sopir tadi tidak benar. Atau juga benar hanya untuk dirinya saja. Buktinya pada pengendara lain bukanlah begitu.
Karena saya merasa ongkosnya murah, saya malah menanya nomor ponselnya. Saya mengatakan masih punya banyak urusan dan membutuhkan kendaraan. Kuminta nmr hpnya agar aku mudah memanggilnya kalau urusanku sudah selesai di Millenium. Tapi dia menolak untuk dipanggil sebab katanya jalanan sering macet. Jadi hanya akan membuat kecewa saja. Akhirnya sayapun meninggalkannya untuk menyelesaikan urusan saya.

Iklan

1 Response so far »


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: