ROKOK ADALAH HARAM. BENARKAH?

Rokok telah diharamkan. Benarkah? Gaji karyawan rokok telah diumumkan bahwa uang gajinya haram? Betulkah? Adakah Tuhan pernah mengharamkan rokok dan sejenisnya? Adakah Tuhan menyampaikan itu lewat AL Qur’an? Adakah nabi Muhammad pernah mengatakan yang demikian? Jika Tuhan tidak pernah mengharamkan rokok, berhakkah ulama sekarang mengharamkannya? Jika hanya sebagian ulama yang mengatakan rokok adalah haram dan ulama yang lain mengatakan makruh, maka menjadi haramkah rokok? Jika lebih banyak ulama yang mengakui bahwa rokok itu haram, maka benarkah rokok itu menjadi haram? Berhakkah ulama merubah hukum? Berhakkah ulama merubah hukum rokok dari yang makruh menjadi halal? Jika kita seorang Muslim, kita menjalankan apa yang ada dalam Al Qur’an dan Hadith tapi kita tidak menuruti ulama, maka akan menjadi kafirkah kita?
Banyak pertanyaan muncul setelah keluarnya pengumuman tentang haramnya rokok. Kontraversi bergejolak. Banyak orang jadi tak mengerti kenapa begitu beraninya sekelompok ulama mengharamkan rokok pada bulan Maret 2010 ini.
Jika kita bicara tentang bunyi Hadith, Muhammad pernah bersabda ketika melihat seorang lelaki sedang asyik berdo’a dalam mesjid: LIHAT ORANG ITU. BAGAIMANA MUNGKIN DO’ANYA DITERIMA, PADAHAL IA DIBESARKAN DARI YANG HARAM, IA MEMAKAN YANG HARAM, DAN IA MEMAKAI YANG HARAM.
Jadi bila kita bahas tentang Ucapan Rosulullah ini, berarti do’a laki laki yang memakan yang haram itu tak akan diterima dan masih akan diterimakah sholatnya sebab dalam sholat juga ada do’a.
Masih akan diterimakah sholat dan ibadahnya? Berhakkah ulama mengharamkan yang makruh seperti rokok?
Saya pernah menulis tiga jilid buku berjudul 40 HARI DI TANAH SUIC. Dalam buku itu saya lebih banyak bercerita tentang pengalaman saya dalam berhaji, tapi walaupun begitu saya banyak juga menceritakan tentang pengalaman dan penilaian saya tentang rokok di Saudi Arabia. Ketika sebelum berhaji, ketika sedang berhaji, saya melihat banyak orang merokok dan saya melihat banyak penjual rokok di Mekkah. Kenapa ulama sekarang berani mengharamkan rokok yang banyak dikonsumsi orang dan banyak menjadi mata pencaharian. Bukankah karwayan, saudagar dan pengisap rokok akan terjaring Hadith Muhammad tadi. Tak akan diterimakah do’a mereka? Padahal Allah dan Rasulnya tidak pernah mengharamkannya. Tahun 2009, MUI, tahun 2010 Muhammadiyah juga mengeluarkan fatwa bahwa rokok haram. Sudah tanggung jawabkah para ulama itu?

Iklan

1 Response so far »

  1. 1

    lukman said,

    tidak
    karana saya juga peroko’
    menurut sebagian ulama roko’ hukum nya makru


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: