MENGAPA DIA MEMILIH AGAMA ISLAM

Kemenangan terbesar dalam hidupku dalam hal agama adalah ketika saya pernah menyadarkan seorang Kristiani menjadi seorang Muslim. Sebenarnya saya bukanlah seorang tamatan sekolah agama. Saya hanya seorang tamatan umum yang sangat rajin memperbandingkan antara agama Islam dengan agama Kristen. Saya juga bukan seorang penyiar agama, tapi saya hanya seorang pedagang biasa. Pernah suatu hari saya menjalin kerja sama dagang dengan seorang China beragama Kristen. Saya tidak pernah bicara agama padanya. Saya tidak pernah memuji agama apapun padanya. Tapi pada suatu hari, dia mencoba mencaci agama saya. Entah itu ia sengaja, atau karena fanatiknya yang tinggi, sayapun tidak tahu. Dia mengatakan bahwa Islam tidak bersahabat. Tidak mau memakan makanan masakan Non Muslim. Padahal Non Muslim mau memakan masakan Muslim. Tapi saya terus menerangkan bahwa sebenarnya Islam mau memakannya. Tapi harus sesuai dengan tata cara memasak dalam ajaran yang ada pada kitab Islam. Kutanya apakah ia mau mengetahui sebab sebabnya. Setelah ia setuju, sayapun langsung menerangkannya. Islam hanya mau memakan sayuran yang dicuci bersih, daging yang disembelih dengan nama Allah. Bukan daging binatang yang mati karena terjatuh, bukan yang mati karena tertanduk binatang lain, sebab kalau mati bukan karena tersembelih, bisa saja karena penyakitan atau bisa saja daging itu binatang yang sudah jadi bangkai dan dijual lagi hingga akan mengakibatkan konsumen jadi penyakitan. Lagi pula agama Non Muslim bisa saja mencampurkan unsur babi dalam makanan itu. Padahal dalam Islam dan juga dalam perjanjian lama sudah benar bahwa babi haram dimakan. Karena itu Islam tak mau memakan makanan Non Muslim.
Bukan hanya masalah makanan akhirnya yang kami bahas. Bahkan kami membahas lagi tentang ketuhanan. Kuterangkan Tuhan agama Islam adalah Tuhannya alam semesta. Yang maha kuasa, maha pengasih dan maha penyayang. Dan kukatakan juga bahwa saya tidak mau mempercayai agama yang Tuhannya tidak saya mengerti. Lama sekali kami mengobrol, bahkan disambung di setiap kami bertemu. Dari pertemuan kami yang banyak, akhirnya ia melihat bahwa ketuhanan Islam lebih logika dari ketuhanan agama yang ia anut. Hingga suatu hari akhirnya ia memilih Islam sebagai agamanya. Andainya saya punya waktu, saya akan katakan semua. Tapi waktu saya sangat sempit. Anda saya sarankan saja mempelajari Islam lebih dalam.
Profil penulis: Klik disini
Terima kasih

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Abdul said,

    Alhamdulillah bro, saya sangat bahagia atas ceritamu itu, saya tambahkan sedikit bro. Alloh mengHARAMkan segala sesuatu itu karena lebih banyak mudhoratnya dari pada kebaikannya. seperti yang sebutkan ditulisanmu bro.

  2. 2

    ashartanjung said,

    Ya. Yang paling membuatku senang, saya telah pernah mengIslamkan seorang Kristiani, teman.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: