DI AWAL MALAM DI LUBUK LINGGAU

Sepanjang jalan Lintas Timur Lahat yang kami lalui, benar benar boleh dibilang tidak ada lagi mobil maupun truck dengan plat BA Sumbar, BL Aceh, BB Tapsel dan Mandailing Natal serta BK Medan. Sepanjang sekitar 500 km yang kami lalui, hanya ada plat BG Palembang dan BD Bengkulu. Warung warung makan untuk truck banyak yang tutup karena tidak adanya mobil yang lewat dari propinsi lain di daerah ini. Memang begitulah keadaan jalan Lintas Sumatera Lahat ini. Padahal dahulu jalan ini amat ramai dilalui truck dan mobil dari daerah lain. Tapi sekarang tidak lagi ramai. Apalagi kalau untuk melintas daerah ini di malam hari. Para sopir lebih memilih untuk menginap di kedai truck dari pada berjalan malam di kesunyian jalan malam daerah ini.
Pada siang hari saja tidak ada lagi kawan sekampung. Apalagi kalau kami harus melintasi daerah ini di malam hari.
Kata sopirku, lebih banyak sekarang mobil dan truck melintas dari jalan Barat yang melalui kota Palembang dan Jambi dari pada jalan Lahat ini. Begitulah keadaan perjalanan yang kami lalui. Tak dapat kubayangkan lagi bagaimana ramainya bila sekiranya kami melintas dari Jalan Barat Sumatera.
Begitulah akhirnya pada jam 4.30, kami telah tiba di Lubuk Linggau Sumsel. Sesampai disini, sudah jelas kami akn tiba di daerah aman sekitar 100 km lagi. Sekarang kami sedang mencari atm Bank Mandiri untuk mengambil uang jalan tambahan, sebab uang di saku sudah hampir kandas. Setelah uang didapat, masih kusempatkan membeli mainan di swalayan terdekat buat buah hati di kampung setiap hari tak pernah absen menelepon saya dari kejauhan melebihi 2.000 km. Sehabis sholat Jama taqdin di restaurant Simpang Raya Lubuk Linggau, kami kembali melanjutkan perjalanan pada jam 6.20 malam. Sopir mengambil kemudi dan mengatakan agar dialah dulu yang mengemudi hingga daerah Rumpit. Sehabis rumpit, katanya akan aman aman saja menurut biasanya. Aman ke Saro Langun dan aman jugalah hingga sampai ke Muara Bungo, tempat kendaraan jalur lintas timur dan jalur lintas barat akau bertemu dan berada di jalan raya yang sama. Yang berjarak kurang lebih 250 dari Lubuk Linggau tempat kami masih berada di awal malam ini.

Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: