MELINTASI PERKEBUNAN SAWIT DI SINUNUKAN SUMUT

Sabtu tanggal 25 Februari 2012, saya pergi dgn saudara perempuan saya dan juga dgn keluarga kepala Rumah Sakit Padang Sidempuan ke daerah perkebunan sawit di Sinunukan.
Saudara saya dan kepala rumah sakit itu memulai perjalanannya dari Padang Sidempuan. Sementara saya sendiri gabung dgn mereka sejak dari Panyabungan. Berangkat dari Panyabungan jam 06.30 pagi, makan pagi di Restauran Adian Paranginan di Jambatan merah Madina dan terus melaju menuju Sinunukan Batang Natal.
Jam 11 kami telah tiba di Simpang Gambir. Di sepanjang jalan kelihatan banyak mesin dompeng emas sedang beroperasi di pinggir sungai. Begitu melewati Simpang Gambir, masih sempat kulihat simpang menuju Desa Baru atau Air Bangis yang jalannya tembus ke padang. Tak lama kemudian, kamipun tiba di Pulo Padang, yaitu tempat persimpangan menuju Sinukan.
Setelah memasuki simpang ini, jalannya tidak begitu bagus lagi. Hanya beberapa kilo meter saja jalan yg bagus, sesudahnya hanya jalan yg sudah dilapisi kerikil saja. Jalan yang kami lalui ini adalah jalan menuju Sinunukan sekali gus menuju Batahan.
Pada km 23 arah Batahan, kami berhenti di persimpangan menuju Ranto Panjang. Beli aqua dan snack, lalu melanjutkan perjalanan lagi menuju Sinunukan 3 yang merupakan ibu kota kecamatan.
Di tengah kota ini, saya melihat beberapa ruko yang dibuat untuk menjadi sarang burung wallet. Rupanya ini merupakan salah satu usaha di Sinunukan ini.
Begitu melewati pasar, melewati sekolah SMA, belok kiri, kami langsung ke kantor koperasi KUD Cahaya, sesudahnya pergi Ke rumah Daiman dan juga rumah si Boiman yang sedikit berbelok belok agar sampai ke rumahnya. Selesai urusan dgn Boiman yang menangani perkebunan sawit Sinunukan 3, kami kembali ke pusat pasar Sinunukan 3 karena sudah merasa lapar. Selesai makan dan memanggil petunjuk jalan kami bernama Rojali, kamipun terus menuju Sinunukan 4 yang sedikit lebih jauh. Jalannya agak licin karena gerimis sedang datang. Kami terus menuju kepala desa Sinunkan 4 Blok A yang kebetulan suku Jawa. Rupanya jalan menuju Sinunukan 4 blok A ini sama dgn jalan menuju Batahan. Sesudahnya selesai dgn kepdes yang kami temui yg ternyata sangat muda, kembali lagi ke pusat pasar, terus melintas dari depan balairung dan bukan arah Batahan lagi. Belok kanan, kanan lagi dan kanan lagi, akhirnya kami tiba di kepdes Sinunukan 4 blog B yang kebetulan bermarga Nasution. Di rumahnya kami melakukan jamak qasar Zuhur dan Ashar.

Dgn kepdes Sinunukan 4 Blok B yg kebetulan asal Bange Dolok inilah saya punya sedikit urusan. Kami sempat ngobrol. Katanya hanya dua orang saja kepala desa bersuku Mandailing di Sinunukan ini. Selebihnya semuanya orang Jawa. Orangnya ramah dan juga masih muda dan energik. Usai dari blok B ini, kami kembali ke pusat pasar Sinunukan 3. Kembali jalan tadi yaitu menuju Batahan yang kami lalui. Membelok ke kanan dan terus melewati kepdes blok A yg tadi. Lalu terus memasuki areal perkebunan yang cukup luas. Luar biasa luasnya. Bahkan nampaknya lebih luas dari perkebunan RMM di Sikarak karak yg sudah pernah saya lalui beberapa tahun lalu. Jalan di Simunukan ini cukup lurus. Mirip seperti jalan raya di Rumpit dekat Lahat Sumsel menuju Jakarta. Bedanya di Sinunukan ini jalannya cukup datar sedang di Rumpit bergelombang. Perasaan saya ada sekitar setengah jam perjalanan di jalan lurus ini, baru kami tiba di persimpangan yg kata penunjuk jalan kami namanya daerah Bukit Mas. Disini kami membelok ke kanan. Jalannya lebih kecil tapi panjang. Adalagi sekitar setengah jam hingga kami tiba di Sinunukan 1. Ini hari pertama saya melihat Sinunukan 1 yang sudah lama saya dengar. Rupanya banyak juga grosir kelontongan disini. Sebenarnya urusan kami masih ada di Sinunukan 2. Tapi mengingat jalan cukup licin karena hujan, akhirnya urusan ke Sinunukan 2 kami serahkan pada Rojali untuk diselesaikannya. Kami dititipkan petunjuk jalan kami di rumah bernama Johan Saragih. Yang merupakan orang besar dan ketua KUD di Sinunukan  1 ini. Sembari mengobrol di rumahnya, kami disuguhi minuman teh botol. Dia banyak bercerita mengenai harga kebun sawit plasma dan juga kebun sawit pribadi. Termasuk juga keuntungan dan kerugian memilih salah satu di antara keduanya. Disini kami singgah sekitar 2 jam. Cukup buat Rojali untuk pergi ke Sinunukan 2 untuk menyelesaikan urusan kami. Begitu Rojali datang, urusan dgn Johan yang ternyata adapun selesai. Kami meneruskan perjalanan ke rumah Rojali dan terus menuju pulang. Pada jam 11 malam kami singgah di satu restauran di  Simpang Gambir. Disinilah kami melakukan sholat jama takhir Isya dan Magrib. Sesudahnya pulang. Di perjalanan masih sering berpapasan dgn truck truck besar. Lalu pada jam 01.30, saya telah tiba di kediaman saya kembali.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: