Cara perkreditan furniture meraih keuntungan. Bagaimana perkreditan tv, kulkas, spring bed, kulkas mendulang keuntungan? Di halaman ini saya akan ceritakan bagaimana mekanisme jual beli dengan cara perkreditan.
Banyak usaha macam ini tumbuh dimana mana. Banyak merk usaha berthema, disini bisa cash dan kredit, harga murah, cicilan lunak, bunga ringan, bagaimana bisa demikian?
Di antara perusahaan semacam ini, biasanya karyawannya terdiri banyak pegawai. Ada kasirnya (pemegang keuangan), adm (pegawai pembukuan), kolektor (pengumpul uang dari pelanggan), tim survey (penyelidik layak tidaknya pembeli untuk diberi kredit barang), salesman (penjual), manager (pimpinan dari perusahaan), dan driver (supir).
Berikut akan saya uraikan mekanisme jual beli perkreditan barang ini.
Supir akan selalu siap membawa para salesman/woman ke lokasi daerah sesuai jadwal route. Salesman/woman akan menyebar di tempat tujuan untuk memperkenalkan semua dagangan mereka dengan brosur yang ada di tangan mereka pada masyarakat. Bila ada penduduk yang berminat, mereka mesti menilai kemampuan calon pembeli ini. Bagaimana keadaan hidupnya, sanggupkah kira kira ia membayar cicilan bulanannya, adakah income yang tetap, adakah pekerjaan tetapnya, dan yang lainnya. Bila penilaian sudah kira kira lolos, maka sales akan melaporkan calon pembeli ini ke kantor. Tahap kedua, team survey akan bekerja. Tim ini akan mencari bukti. Bila tim survey menilai calon pembeli ini sanggup, maka hari besok barang akan diantar pada calon pembeli. Bila barang sudah tiba ke tangan pembeli, maka pembeli akan mulai membayar cicilan perdananya. Harga barang tentu tak sama dengan harga cash. Dari harga 2,5juta cash, jika kredit sudah akan jadi 3,8juta. Gaji pokok sales hanya Rp 7.500 perhari. Sales punya target penjualan. Misalnya 20 juta /bulan. Bila target tercapai, maka sales akan menerima gaji 400rb dalam bulan tersebut. Bila target tak cukup, maka ia hanya akan menerima uang makan saja ditambah sedikit bonus. Begitulah kira kira system perkreditan mengambil keuntungan. Jadi untuk selanjutnya kolektor akan menagih kredit pada pembeli pada tiap bulan. Kolektor akan menyetorkan uang ke kasir dengan sepengetahuan adm. Jika terjadi kredit macet, maka barang akan disita secepatnya. Jangan sampai berlama lama. Itulah kira kira cara perkreditan barang yang sekarang menjamur dimana mana. Semoga tulisan yang sedikit ini berguna buat anda. Terima kasih.
CARA USAHA PERKREDITAN BARANG MERAUP UNTUNG
5 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik









![images2[1]](http://ashartanjung.files.wordpress.com/2010/05/images21.jpg)






reallylife berkata,
Oktober 9, 2009 @ 8:36 am
beritanya menarik ni
o iya kalo pas di medan bisa ikutan halal bi halal
berita lengkapnya lihat di sini ya
http://bloggersumut.net
medysept91 berkata,
Oktober 9, 2009 @ 11:43 am
Postingan ringan namun sarat manfaat.
ashartanjung berkata,
Oktober 9, 2009 @ 2:37 pm
Terima kasih atas tanggapannya, Reallylife & medysept91
deni agus yudiono berkata,
Januari 20, 2012 @ 3:14 am
Bos saya lg mulai usaha perkreditan bidang elektonik nih.. mudah mudan bs lancar dan trimakasih artikelnya..
pipit berkata,
Mei 22, 2012 @ 9:56 pm
Trmksh, smg brmnfaat. Utk kmajuan kt amin