ASAL USUL MARGA TANJUNG YANG SEBENARNYA

Saya mendapat banyak informasi tentang marga Tanjung di Solok dan kota lainnya di Sumatera Barat. Banyak orang mengakui bahwa marga Tanjung tidak termasuk marga, suku, turunan asli Minang Kabau. Tanjung adalah marga pendatang ke Sumatera Barat. Kemungkinan marga ini berasal dari Barus, Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Namun budaya Tanjung di Sumatera Barat sudah beradaptasi dengan budaya di ranah Minang. Tapi yang jelas, Tanjung bukan penduduk asli Sumatera Barat. Itu terbukti dengan tidak adanya tanah adat orang bermarga Tanjung di Padang dan seluruh Sumatera Barat. Kalaupun ada, itu karena dìbeli. Bukan karena warisan keturunan.
Selama ini saya menyangka bahwa Tanjung berasal dari Padang adalah berlainan dengan yang di Sumatera Utara. Tapi rupanya keduanya satu keturunan. Yaitu bersaudara atau sabitua dengan marga Pasaribu dan Lubis di Tapanuli Sumatera Utara. Begitulah cerita yang saya dapatkan di Ranah Minang ini. semoga akan banyak yang memahaminya. Bila ingin pembuktiannya, bisa saja diperoleh di petinggi petinggi adat di Minang.
Rupanya mula pertama adanya marga atau suku Tanjung di Sumatera Barat, itu karena datangnya pada zaman dahulu ‘Boru Tanjung’ dari Barus ke pesisir Padang. Lalu karena garis keturunan marga diambil dari garis ibu di Minang di daerah ini, karena itu semua turunan boru Tanjung yang hijrah ke pesisir padang ini menurunkan marga Tanjung. Hingga marga Tanjung menjadi banyak di Sumatera Barat walaupun tidak dominan.
Dengan adanya tulisan ini, akan sangat membantu keturunan Tanjung tentang siapa saudara seketurunannya. Anda akan tahu dari mana Tanjung Sumatera Barat berasal. Anda akan tahu apa dan siapa saudara marga Tanjung, anda akan tahu kenapa ada Marga Tanjung di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan apa hubungan marga di dua tempat itu.

Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih.

About these ads

50 Tanggapan so far »

  1. 1

    medysept91 said,

    Ilmu namarguna. Nadorus uida postingan di blog on bro.

  2. 2

    ashartanjung said,

    Ya. Lagi rajin menulis, basyid

  3. 3

    christian said,

    adakah informasi tentang marga tanjung ini.aslausul dan segala perjlanan tentang marga tanjung ini

  4. 4

    ashartanjung said,

    Tentu ada saudara Christian Tanjung. Disini akan saya tulis secara ringkas saja. Tanjung itu pada mulanya berasal dari Pulau Samosir Danau Toba. Tanjung bersaudara dengan Lubis dan Pasaribu. Lalu keturunan Tanjung banyak berkembang di daerah Barus. Kemudian seorang dari Boru Tanjung menikah dengan seorang Minang di Sumatera Barat. Karena itu banyak juga keturunan Tanjung di Sumbar, begitu juga di daerah asalnya di Barus Sibolga. Itulah kira kira penjelasan yang bisa saya jelaskan saudara Christian Tanjung.

  5. 5

    erinos muslim tanjung said,

    Aku pun pernah dengar cerita ini tahun 1986 dulu dari pak Simorangkir, waktu aku masih muda mulai ngajar di STIE Perbanas Kuningan.
    Perlu pembuktian juga nampaknya, biar jelas.
    salam hormat

  6. 6

    ashartanjung said,

    Pembuktian memang hal yang lebih nyata. Kalau ada waktu, ada baiknya saudara Erinos jalan jalan ke Sumatera Barat maupun ke Pulau Samosir dan Juga ke Barus (Tapteng). Mungkin info lebih lengkap mengenai Tanjung ini akan bisa kita dapatkan. Terima kasih atas kunjungannya.

    • 7

      Pulungan Achyar said,

      Dear All,

      Appara berarti tanjung yang di ranah minang bukan tanjung yang asli hanya karena garis keturunan diambil dari ibu, namun di adat batak tanjung yang berada / berasal dari ranah Sumbar itu tidak bisa dikatakan / Disamakan dengan marga tanjung yang ada di suku batak, sebab dia adt batak mereka itu sudah orang luar alias “BERE”.

      meskipun demikian klo memang cerita sejarahnya seperti diatas memang masih ada hubungan pertalian secara adat antara tanjung Suku batak dengan tanjung suku Minang.

      klo tanjung sama dengan pasaribu / Lubis dll, berarti dia masuk ke punguan “BOR-BOR” termasuk marga saya sendiri PULUNGAN.

      ok Just Comment.

      Pulungan M. Achyar

  7. 8

    ashartanjung said,

    Terima kasih atas pendapatnya, sdr Pulungan Achyar

  8. 9

    Sanggam Tanjung said,

    Memang demikianlah adanya di tanah batak ‘toba’, yang patrilinier. Marga Tanjung bisa juga kita jumpai di Lobuhole, Parsoburan Kab. Tobasamosir. Juga di Pakkat Kab. Humbang Hasundutan Selain yang sudah disebutkan oleh ‘appara’ ashartanjung.

    • 10

      sudung tanjung said,

      di lobuhole ada sekitar 250 kk marga tanjung,dan opung kami berasal dari batu rara

      • 11

        budi tanjung said,

        horas appara..
        tepatnya kampung apa namanya di batu rara ???
        aku tanjung dan oppung kami juga dari batu rara ( lumban pea )

  9. 12

    ismail harun tanjung said,

    saya sangat bangga dngan marga tanjung ini, artinya bahwa marga ini bekembang bukan hanya di suku batak tapi juga oleh orng sumatera barat, saya banyak punya teman orng sumatera barat yang bermarga tanjung mereka cukup bangga juga buktinya mereka selalu memakai tanjung di akhir namanya berbeda dengan org minang lainnya di luar tanjung. umumnya tnjung sumatera barat tidak keberatan bahwa tanjung dari tapanuli. memang benar marga tanjung dari tanah toba.

  10. 13

    ashartanjung said,

    Terima kasih atas pendapat saudara Ismail Harun Tanjung.
    Ketika belum menikah, saya pernah domestic ke Samosir. Saya ke Tuktuk, Ambarita, Tomok, tapi sayang, pada masa itu saya belum tahu bahwa Tanjung berasal dari Samosir. Kalau Tuhan masih memberi saya kesempatan untuk travelling ke sana, saya akan mencari kampung asal usul Tanjung.
    Salam.

    • 14

      sudung tanjung said,

      saya juga pernah ke samosir, disana saya marsitandaan dohot marga sagala,limbong,malau mereka bilang marga tanjung itu asalnya dr samosir juga nama desanya janji dan disana msh ada peninggalan marga tanjung,,,tp saya ga sempat melihatnya.

  11. 15

    alex malau said,

    horas dihita saluhutna..!
    molo tanjung na jelas masuk tu saribu raja doi…
    dan masuk ke Bor-bor…

    Kita berdiskusi dan memberikan pengetahuan atau pendapat masing2 syah-syah saja. Tapi jangan karena diskusi ini jadi berkurang rasa tali persasudaraan kita. Untuk itu saya juga ingin memberikan pendapat juga dalam hal punguan Naimarata dan Borbor marsada.

    Menurut pengetahuan yg saya dapat dari “Buku parsadaan Keluarga Limbong Mulana Se-Jabotabek” rongkoman parjolo tahun 2000 dan dari Calender Raja Batak tahun 2008 disusun oleh M. Sianturi , dan beberapa refrensi lainnya, maka saya sangat sependapat dengan Saudara Cohen Gurning.

    Guru Tatea Bulan (Naimarata) adalah nama punguan induk, maka termasuklah didalam nya Keturanan Saribu Raja (Borbor marsada), Limbong, Sagala, Silau Raja.
    tapi keturunan Saribu Raja dari istrinya si Boru pareme yaitu Lottung tidak boleh termsuk karena perkawinan sumbang dan dianggap tidak lagi menjadi angota keluarga Guru Tatea Bulan.

    Tapi kalau Borbor marsada, maka tidak bisa termasuk Naimarata, karena Si Raja Borbor itu adalah cucu dari Naimarata.( Borbor adalah anak dari Sarbu Raja)

    Dan juga Sedangkan Si raja Borobor partuturannya adalah memanggil Bapak Uda kepada Limbong , Sagala dan Silau Raja. Jadi tidak bisa pantas memang keturunan ketiga marga ini masuk ke dalam Punguan borbor.

    Permasalahan kita hanyalah pada nama punguan, kalau memang mau digabung berarti kita harus sepakat pakai nama Punguan Naimata., tidak boleh Borbor marsada, kalau keturunan ketiga marga diatas ingin diikutkan.

    gabe jala horas..!!

  12. 16

    aris said,

    horas,
    Saya hiras asli dari barus saya mau cerita sedikit:
    Barus adalah sebuah nama kota tua yang telah ada sejak sebelum masehi terbukti karena kapur barus yang di gunakan orang mesir untuk mengawetkan mayat pada waktu silam itu berasal dari barus dibawa oleh pedagang2 dari arab.

    barus penduduknya mayoritas batak dan agama yang dianut 50% islam & 10% kristen. mata pencaharianya sebagian besar petani dan pelaut. kehidupan masyarakatnya masih fanatik2 dengan agama masing2 yang dianut meskipun meraka sama-sama batak tapi mereka selalu menjaga jarak di sini saya sangat sedih melihat orang batak yang muslim ini meraka cenderung tidak menghargai apa yang menjadi budaya nenek moyangnya mereka bisa nikah sesama marga tanjung. yang tidak diperbolehkan dalam adat batak dari puak manapun (toba, mandailing, simalungun, karo) bahkan lebi parahnya lagi mereka lebih senang memakai bahasa pesisir (perpaduan bahasa minang dengan melayu) dari pada bahasa batak yang di pake sehari-hari oleh batak kristen dan jika batak muslim nikah mereka ngak perna make adat

    nah disini aku bukan untuk mengadu domba tapi mau memperbaiki hubungan antara Batak Islam & Batak Kristen Ingat bekas Batat ngak ada tapi bekas islam atau kristen baru ada. oleh karena itu marilah kita bersatu kuat didalam melestarikan adat &dan budaya leluhur, menurunkan marga kepada anak anak kita karna ini adalah suatu warisan yang istimewa dari leluhur kita dengan tarombo kita tau kita dari keturunan siapa dan kita bersaudara dengan siapa. dan dari marga itulah saudara kita yang lainnya tau bahwa kita adalah batak dimana pun kita tinggal dipenjuru bumi ini.

    memang marga tanjung banyak di Tapanuli Tengah apalagi dibarus tapi mereka tidak mencintai budaya leluhurnya.
    memang marga ta

  13. 18

    Nor Azman Mohammed said,

    Saya dari Malaysia berketurunan Mandailing. Datuk saya bernama Akim marga tanjung. Dia datang ke Perak bersama bapak saudaranya ketika zaman penjajah Inggeris dahuku. Kesudahannya datuk saya Akim menjadi Nazir sekolah. Kami sekarang sedang cuba mencari susur galur keluarga kami. Dikatakan kami bersaudara dengan Adnan Tanjung. Malah beliau pernah datang ke rumah ayah saya ketika itu bertugas di Kelantan.

  14. 19

    TERIMAKASIH TAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  15. 20

    w tanjung said,

    jangan tebak tebaklah,tanpa ada penelitian,masalahnya ini menyangkut silsilah nenek moyang.kami suku tanjung tak mau dikatakan bukan orang minang tanpa ada fakta yang akurat,jadi hati hati mengkomentarinya.

  16. 21

    ashartanjung said,

    Pendapat itu menang berbagai macam saudaraku. Keputusan juga beraneka ragam. Saya tidak mengatakan tanjung yang di sumatera barat bukan bersuku minang. Tapi di dalam silsilah kami orang sumatera utara, begitulah adanya. Karena perpindahan pada zaman dahulu telah mengakibatkan suku tanjung tersebar dimana mana.
    Di daerah mandailing juga bisa didapati banyak marga tanjung. Ada yang mengaku berasal dari Toba dan ada yang mengaku berasal dari Minang. Ada yang mengaku berasal dari Toba tapi dia sudah memegang adat Mandailing. Ada yang mengaku berasal dari Ranah Minang tapi sudah tidak memakai adat Minang. Berdasarkan penelitian saya, orang orang bermarga Tanjung yang sudah menikah dengan suku Mandailing, kebanyakan dari mereka sudah memakai adat Mandailing dalam kehidupan sehari hari, begitu juga disaat melakukan pesta atau juga hajatan. Dari kenyataan ini, tentu keturunannya akan semakin kental dengan adat Mandailing. Dan bahkan tak tahu menahu lagi tentang adat nenek moyangnya. Begitulah saudaraku. Tapi begitulah namanya pendapat, pasti ada perbedaannya. Salam buat saudara Tanjung.
    Salam juga pada teman teman yang sudah mengkomentari blog saya. Antara lain salam pada:
    Saffa’
    ananda al sholihah
    bagi bagi tshirt
    eddy
    rina
    saut roangmanalu
    drummerfan
    fans
    berl
    medysept91.
    Salam kompak

  17. 22

    horas tu sude dongan tubu,
    pra sanggam, kl silimbat d parsoburan tau ga’,opungku cerita d sana itu ada ogung peninggalan nenek moyang marga tanjung, ceritanya gini: kalo d pukul pasti bunyi, kl dia memang betul marga tanjung. Dan kebetulan saya lg mencari garis keturun nenek moyang yg sebagian tdk ada d tarombo, jumlah oppung nami yg ada d tarombo ada 7 tp yg tercatat garis keturunannya no6 dan no 7.Tlg d bantu pra kl ada info yg akurat, kl ada tarombo pra bisa kita salin ulang

  18. 23

    andratanjung said,

    horas tu sude marga tanjung.

  19. 24

    Thira said,

    apakahh marga tanjung dalam pernikahan harus di jodohkan /harus menikah dengan yang masih dalam satu (1) keluarga atau marga ???
    kalo “ya” alasannya kenapa ???

  20. 25

    Tidak Tira. Marga Tanjung boleh menikah dengan marga apa saja. Saya sendiri menikah dengan boru Batubara.
    Salam.

  21. 26

    fajri said,

    apakah sesama sku tanjung bleh mnikah…
    n bkan kah dlam agama prkawinan antar suku it sah2 aj… ???

  22. 27

    edy tanjung said,

    Salam pak Ashar Tanjung
    Sebelumnya saya minta maaf,karena saya mungkin mengomentari blog bapak dengan beberapa kritikan-krtikan
    Yang Petama
    Tentang judul tulisan bapak yang berjudul “ASAL USUL MARGA TANJUNG YANG SEBENARNYA”. Isi tulisan tersebut tidak sesuai dengan judulnya. Dengan adanya kata Marga yang berarti condong dengan budaya batak. Jadi seharusnya bapak membahas tentang Marga Tanjung yang katanya dari samosir Sumatra Utara. Tetapi tulisan bapak membahas tentang Tanjung yang ada di Sumatra Barat yang berarti Suku Tanjung bagi orang Sumatra Barat. Perlu bapak ingat, di Sumatra Barat tidak ada yang namanya Marga.
    Yang ke-dua
    Tentang keturunan Suku Tanjung. Bapak mengatakan awalnya pada zaman dahulu datangnya ‘Boru Tanjung’ ke pesisir padang. Mungkin bisa benar dan bisa salah. tapi bapak dengan yakin menulis bahwa ‘Boru Tanjung’ datang ke pesisir Padang dan hijrah ke pesisir padang. Apakah sudah teruji kebenarannya? Apakah bapak sudah meneliti semua itu?
    Seperti kata w tanjung “bapak jangan tebak-tebakan, tanpa ada penelitian, karena ini menyangkut silsilah nenek moyang”(edit), jika benar bapak memiliki silsilah tentang keturunan Suku Tanjung yang di Sumatra Barat berasal dari Marga tanjung di Sumatra Utara. Coba bapak lampirkan silsilah tersebut. Dari siapa dan sampai siapa silsilah tersebut, dan berapa keturunan silsilah tersebut. Mungkin bapak benar-benar memilikinya seperti halnya keluarga Besar Suku Tanjung kami. Keluarga besar kami memiliki silsilah yang diketahui dalam catatan keluarga kami 11 keturunan yang di akhiri oleh nenek saya (Adilah). Yang kami dapat cerita-cerita nenek buyut kami dan mulai ditulis nenek buyut kami yang keturunan ke-7 (untuk saat ini belum di edit sampai ke nama saya, adik dan sepupu-sepupu saya). Jadi saya keturunan yang ke 13. Mungkin lain kali saya dapat melampirkan silsilah keluarga saya (karena saat ini di pegang oleh Datuk keluarga Besar saya(paman saya))untuk lebih meyakin kan bapak.
    Yang ke-tiga
    Tentang tanah adat, bapak salah besar tentang itu. Keluarga Suku tanjung kami memiliki tanah adat yang sudah sangat lama sekali mungkin sudah beratus-ratus tahun yang lalu. Coba aja bapak kira-kira bisa berapa tahun dalam 11 silsilah.itu baru yang masuk dalam catatan silsilah dan belum yang termasuk pandahulu-pendahulunya.untuk lebih meyakinkan bapak tanah adat kami berkedudukan maninjau lubuk basung agam. Bapak boleh memeriksa kebenarannya
    Saya ingin mempertanyakan petinggi-petinggi yang bapak sebutkan. Siapakah dia? Petinggi yang mana bapak maksud? Bolehkah saya tahu? Dapat kah bapak menyebutkan namanya? Tinggal dimana? Apakah jabatannya di adat? Apa gelarnya? Mungkin bapak tahu?karena mungkin dia sumber bapak. Jadi tolong bapak jawab pertanyaan-pertanyaan saya tersebut. Karena ini menyangkut nama baik Suku dan Keluarga Besar. Agar orang tersebut kami musyawarahkan secara adat kami.
    Dan terakhir saya meminta kepada bapak untuk mengubah isi dari tulisan bapak dengan judul yang sama atau menghapus tulisan tersebut. Karena tulisan bapak sangat menyakitkan untuk Suku Tanjung. Dan dapat merusak kesatuan dan persatuan bangsa yang di akibatkan oleh pendapat-pendapat yang belum teruji kebenarannya. Jika bapak ingin tahu tentang Suku Tanjung, Tanya pada yang lebih tahu. Coba posisi bapak seperti kami,Seandainya Marga Tanjung berasal dari minang kabau,bagaimana perasaan bapak? Bagaimana dengan nenek buyut bapak? Apakah di anggap tidak ada? Apakah harus diterima saja? Tentu tidak bukan

    Ini saya kasih tahu sedikit tentang Suku Tanjung
    Dalam etnis Minangkabau terdapat banyak klan, yang oleh orang Minang sendiri hanya disebut dengan istilah suku. Beberapa suku besar mereka adalah suku Piliang, Bodi Caniago, Tanjuang, Koto, Sikumbang, Malayu, Jambak; selain terdapat pula suku pecahan dari suku-suku utama tersebut. Kadang beberapa keluarga dari suku yang sama, tinggal dalam suatu rumah yang disebut Rumah Gadang.

    Di masa awal terbentuknya budaya Minangkabau, hanya ada empat suku dari dua lareh (laras) atau kelarasan . Suku-suku tersebut adalah:

    * Suku Koto
    * Suku Piliang
    * Suku Bodi
    * Suku Caniago
    Dan dua kelarasan itu adalah :

    1. Lareh Koto Piliang yang digagas oleh Datuk Ketumanggungan
    2. Lareh Bodi Caniago, digagas oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang
    Suku Tanjung termasuk ke dalam Lareh Koto Piliang. Sekutu suku Tanjung adalah:
    • Suku Guci (sebagian ada yang mengatakan dekat ke Suku Melayu misalnya di Pauh, Padang)
    • Suku Sikumbang
    • Suku Koto
    • Suku Piliang
    • Suku Sipisang
    Suku ini mengalami pemekaran menjadi beberapa pecahan suku yaitu:
    • Tanjung Pisang (Tanjung Sipisang)
    • Tanjung Simabua
    • Tanjung Guci
    • Tanjung Kaciak (Tanjung Ketek)
    • Tanjung Sikumbang
    • Tanjung Koto
    • Tanjung Gadang
    • Tanjung Payobada
    • Tanjung Sumpadang (Tanjung Supadang)
    • Tanjung Batingkah
    • Panai Tanjung
    Gelar datuk bagi suku Tanjung :
    • Datuk Tan Dilangit
    • Datuk Talangik
    • Datuk Rajo Intan
    • Datuk Rajo Ameh
    • Datuk Rajo Indo
    • Datuk Gamuak
    • Datuk Rajo Bandaro Basa
    • Datuk Kayo

    Jika bapak ingin tahu lebih banyak bapak lebih baik belajar dari sejarah minang kabau. Bukan dari tebak-tebakan. Tapi cari tahu dari tanah ranah minang itu sendiri. Dan cari orang-orang yang benar ahli sejarah minang kabau. Bukan pada petinggi-petinggi gadungan
    Dan satu lagi pendapat saya mungkin Marga tanjung bisa Satu keturunan dengan Suku Tanjung, dan mungkin juga tidak ada hubungan. Tapi yang penting kita tetap harus menjaga budaya kita agar selalu tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.jangan menjadi pencerai bangsa yang hanya karena bangga pada suku masing-masing dan menganggap rasnya yang terbaik,yang terhebat yang tertua dll.

    By Edi Tanjung

    • 28

      IRWAN TANJUNG said,

      SUKU TANJUNG DGN MARGA TANJUNG ADALAH SATU KETURUNAN TAPI SETELAH NEREKA MERANTAU ADA YG MASUK KE KAWASAN MINANG KABAU DAN ADA YG MASUK KAWASAN BATAK, DAN SETELAH MEREKA BERKEMBANG BIAK MAKA MEREKA BERADAPTASI DGN ADAT ISTIADAT SETEMPAT JD TIDAK JADI MASALAH JIKA SUKU TANJUNG ATAUPUN MARGA TANJUNG DIKATAKAN SATU KETURUNAN ITU BISA SAJA TERJADI NGGAK MUSTAHIL KARNA DIMASA NENEK MOYANG KITA DAHULU MANUSIA BELUM BANYAK SEPERTI SEKARANG , DAN ITU TERJADI DGN KETURUNANN KAMI KAMI ADALAH SUKU TANJUNG DI DAERAH BUKITTINGGI AMPEK ANGKEK CANDUANG DAN KETIKA KAMI MEBUAT SILSILAH TENTANG TANAH ADAT TERNYATA KAMI HANYA PEMBERIAN DARI PIHAK BAKO BUYUT KAMI YG
      BUYUBERSUKU JAMBAK DASN KAMI PENASARAN LAGI DAERAH ASLI KETURUNAN KAMI DI BUKITTINGGI TERNYATA TDK ADA FAKTA YG OTENTIK YG MENGATAKAN SUKU KAMI ADA YG MEMILI TANAH ULAYAT , PD KENYATAANNYA TANAH TERSEBUT KAMI PEROLEH DARI PEMBERIAN PIHAK BAKO BUYUT KAMI MALAH IBU SAYA MENGATAKAN KALAU TANH
      TERSEBUT TDK BISA DIJUAL NANTI PIHAK SUKU JAMBAK MENUNTUT BEGITU KATA IBU SAYA KALAU MASALAH SUKU TANJUNG INI ADALAH SUATU YG FENOMENAL KARNA DI DALAM KESUKUAN MINANG KABAU TIDAK ADA TERTULIS NYATA PADA SAAT SUKU PENDIRI MINANG KABAU YG ADA HANYA 4 KESUKUAN APAKAH YG DIBAWAH BAWAH ITU ADALAH HASILPERSILANGAN DGN SUKU YG 4 TERSEBUT ATAU DARI SUKU DARI LUAR MINANG KABAU ITULAH YG MENJADI PERTSANYAAN BAGI SAYA???????

  23. 29

    Saya seorang yang amat menghargai pendapat orang lain. Karena itu saya menyetujui pendapat anda untuk diterbitkan di halaman saya. Saya tidak mengatakan pendapat anda benar atau salah. Memang dimana mana ada perbedaan pendapat, tapi tidak seharusnya itu dijadikan sebagai bahan bakar permusuhan.
    Bukti bukti banyaknya perbedaan pendapat tentang sejarah suatu suku atl:
    Sebagai contoh:
    - Orang Mandailing berasal dari keturunan Batak. Itu banyak yang meyakini dan banyak tulisan dimuat di Internet.
    - Orang Mandailing bukan berasal dari Batak, tapi berasal dari Keturunan Minang. Mandailing berasal dari kata
    Mande: Ibu
    Hilang: Hilang.
    Mandehilang menjadi Mandailing. Maksudnya keturunan Mandailing berasal dari seorang Minang yang kehilangan ibunya ketika lewat melintasi tanah Mandailing. Karena itu daerah Mandailing dinamakan tanah Mandailing dan penduduknya dikatakan berasal dari Minang.
    - Bahkan ada juga riwayat yang mengatakan bahwa suku Mandailing berasal dari tanah India. Dia menerangkan secara detail menurut pendapatnya. Pendapat itu sudah dua kali kutemukan di internet. Wow. Beragam pendapat, tapi tak ada yang terpancing untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Semua bebas meyakini dan juga untuk tidak meyakini. Anda nampaknya penulis yang amat berbakat. Sangat bagus kalau anda menulis riwayat mengenai Tanjung di halaman yang baru. Sebagai tambahan dari apa yang sudah tertulis di komentar saya ini.
    Saya tidak mengkritik apa yang anda terangkan tentang suku Tanjung. Terserah anda mana yang anda yakini. Tapi saya menkritik komentar anda yang mengaitkan tentang suku dan persatuan bangsa. Boleh saja anda berpendapat bahwa tulisan anda tentang asal marga Tanjung didukung oleh ketua ketua adat. Tapi tulisan anda yang mengatakan perpecahan bangsa adalah pendapat anda sendiri. Orang minang tidak sesensitf anda. Saya juga punya darah Minang walau bukan tulen. Tapi saya tidak pernah menginginkan perpecahan. Orang Minang biasanya fair, tulus, dan ramah sehingga mudah berbaur kemanapun ia pergi.
    Bahkan sepanjang yang saya temui, seorang laki laki bermarga Tanjung asal Minang akan memberi Marga pada anak keturunannya dengan marga Tanjung bila menikah dengan suku Batak. Dia tidak akan pernah rela bila anaknya diberi marga Simbolon, Hutapea, Lubis atau yang lain. Padahal laki laki Minang tidak berhak menurunkan Marga pada anaknya.
    Salam buat edy tanjung. Terima kasih telah berbagi pendapat dengan saya.

  24. 30

    chris manurung said,

    Horas !

    Manttaaap untuk Amang Ashar Tanjung !

    Mangkuling do pe mudar ni Batak i,..sai tong do dilulu i sian dia mulana..

    Sai Mulajadi ma namanghorasi hamu Amang sekeluarga !!…

  25. 32

    Doni Hakim said,

    Horas..!!

    Sangat menarik hal-hal yang dikemukakan oleh Ashar Tanjung dan Edy Tanjung. Dalam tulisannya keduanya tanpa disadari menggambarkan “satu benda yang sama” tapi dari sudut yang berbeda. Tulisan keduanya terbatas pada yang diketahui oleh masing-masing pihak. Karena itu keduanya penting bagi saya dan mungkin untuk pembaca yang lain. Mungkin suatu saat ada pembaca yang dapat menggambarkan “benda yang sama itu” dalam perspektif 3 atau 4 dimensi yang utuh, sehingga lebih bermanfaat lagi. Jadi tidak perlu ada yang dihapus.

    Kota Barus adalah kota tua di Barat Laut Sibolga dan di Barat Daya Samosir. Kota Barus ini telah ada dan telah dikunjungi oleh beraneka suku bangsa, batak, minang, cina, tamil dan lain-lain pada abad 1 (?) masehi. Orang arab dikabarkan telah berkunjung ke Barus ketika masa Nabi Muhammad SAW masih hidup sekitar 623 M, sementara kapur asal barus bahkan kabarnya telah digunakan pada zaman Fir’aun untuk pengawetan. Yang saya ingin kemukakan di sini adalah bahwa kemungkinan terjadinya kawin campur antara wanita Tanjung dengan pria Minang di Barus ketika itu…. sangat mungkin.

    Menurut yang saya ketahui, jika pria asal suku Tanjung (bukan batak) menikah dengan wanita suku batak dan tinggal di tanah batak, dengan dasar prinsip patrilinial, kecil kemungkinannya keturunannya diberi nama dengan marga “Tanjung”, apalagi bila mereka tidak tinggal di tanah batak. Anak-anak mereka tentunya menjadi suku Tanjung dan tidak bermarga.

    Sementara itu bila wanita marga Tanjung menikah dengan pria suku lain yang matrilinial, yang berpengaruh (pria ini bukan pria kebanyakan karena dia jaman dulu sudah merantau ke Barus?) dan mereka tinggal di tempat suku pria, maka peluangnya untuk terbentuknya suku Tanjung adalah lebih besar. Karena kalau tidak, dari mana mereka mengambil akar keturunannya?

    Semoga bermanfaat.

    salam

  26. 33

    Afandri Adya said,

    Salam kenal Bung Ashar

    Mencari identitas bangsa, rupanya menjadi kegandrungan orang-orang Sumatera Utara (Sumut) akhir-akhir ini. Mandailing sedang mencari identitasnya, Toba mencari asal-usulnya, begitu pula dengan masyarakat pesisir barat Sumut yang sedang mencari jati dirinya. Suatu hal yang bagus, namun dalam proses pencarian itu terkadang semuanya merasa paling unggul, merasa paling hebat, dan banyak argumen-argumen yang dikembangkan tidak berdasarkan teori yang tepat. Termasuk yang saya temukan dalam tulisan ini.

    Adalah suatu keanehan bagi saya, jika ada masyarakat asal tanah Batak yang telah bermigrasi ke Minangkabau beratus-ratus tahun lalu. Dan kemudian di tanah tersebut ia bisa mendirikan keluarganya dengan memberikan marga tanah asalnya. Keanehan itu disebabkan :
    1. Masyarakat dataran tinggi sekitar Danau Toba baru mengenal “dunia luar” sekitar abad ke-18 dan ke-19. Jadi suatu hal yang janggal jika ia telah pergi ke Minangkabau sejak berabad-abad lalu.
    2. Suku Tanjung di Minangkabau tersebar dimana-mana, tidak hanya berada di satu lokasi (kabupaten/kota). Dan penyebaran ini tidak mungkin terjadi hanya dalam kurun 2 atau 3 abad ke belakang.
    3. Dalam sejarah Sumatera telah terjadi migrasi besar-besaran orang-orang Minang ke ke pantai barat Sumatera, paling tidak sejak abad ke-14 Masehi. Orang-orang Minang telah membangun kota-kota perdagangannya, dari Meulaboh, Barus, Sorkam, Natal, Tiku, Priaman, Padang, Painan, hingga Bengkulu. Oleh karenanya tak heran jika bahasa masyarakat pantai barat Sumatera dari Aceh hingga ke Bengkulu adalah bahasa Minang.
    (Untuk lebih lengkapnya bisa lihat buku Christine Dobbin. Mengenai merantau Minangkabau, bisa dilihat buku karya Mochtar Naim).
    4. Berdasarkan keterangan Raffless, di Silindung terdapat benda-benda peribadatan yang berasal dari Pagaruyung. Dan masih menurut Raffles bahwa raja Sisingamangaraja sebenarnya adalah utusan raja Pagaruyung. Pada abad ke-13, Pagaruyung menguasai seluruh Sumatera dan menempatkan wakil-wakilnya di seluruh pulau itu, termasuk di tanah Batak. Dan pengumpulan upeti dari tanah-tanah Batak untuk Pagaruyung dikonsentarsikan di pelabuhan Barus.
    (Untuk lebih lengkapnya lihat buku Thomas Raffles serta History of Sumatera-nya William Marsden)
    5. Barus didirikan oleh pedagang-pedagang asal Tamil sejak abad 1 Masehi. Serangan orang-orang Minang atas kota tersebut pada abad ke-14, telah menyebabkan terusirnya orang-orang Tamil ke pedalaman Karo. Sehingga di pesisir Barat kedudukan Tamil digantikan oleh saudagar Minangkabau.
    (Untuk lebih lengkapnya lihat buku Daniel Perett)

    Dari alasan-alasan di atas saya berspekulasi, yang terjadi justru adalah sebaliknya. Bahwa masyarakat-masyarakat marga Tanjung di Sumut, berasal dari Minangkabau. Karena daerah ini termasuk wilayah rantau, seperti wilayah-wilayah rantau Minang lainnya, maka sistem matrilineal tidak berlaku lagi disini. Sehingga masyarakat pesisir barat Sumut, ada yang masih mewariskan sukunya, namun melalui garis ayah, ada pula yang tak lagi melestarikan persukuan tersebut.
    Indikasi besarnya orang-orang Minangkabau di Tapanuli bisa di lihat dari data-data yang dipaparkan oleh Mochtar Naim. Selain itu Pustaka Kembaren juga mencatat bahwa marga Kembaren di Tanah Karo berasal dari Pagaruyung (lihat buku Daniel Perett). Hal ini membuktikan bahwa justru orang-orang Minang-lah yang lebih banyak membentuk dan menjadi unsur masyarakat Sumut sejak berabad-abad lampau.

  27. 34

    salam semua… sangat menarik membaca tulisan dan komentar2 di atas. terus terang saya buta sama sekali tentang masalah asal muasal tanjung khususnya suku tanjung di minang apalagi marga tanjung di sumatra utara.
    saya sendiri adalah orang minangkabau yang mempunyai ayah bersuku tanjung dan ibu yang bersuku koto. sesuai dengan kebiasaan di minang bahwa orang minang jarang memakai suku di belakang namanya. hal ini berbeda dengan orang batak yang selalu memakai nama marga di belakangnya.
    sesuai dengan adat istiadat suku minang yang matrilinear atau menganut garis keturunan dari pihak ibu maka setiap orang yang menanyakan suku saya maka saya menjawab bahwa suku saya adalah koto.
    oh ya melalui tulisan ini saya mau menanyakan beberapa hal kepada pembaca:
    -dimana saya bisa mengetahui silsilah suku tanjung di minangkabau
    -membaca tulisan dan komentar di atas saya ingin menanyakan apakah sesuatu yang etis jika saya memakai nama tanjung di belakang nama saya? karena sesuai adat minang bahwa suku saya adalah koto sesuai dengan suku keturunan dari pihak ibu. dan selama ini jarang orang yang menuliskan nama suku di belakang namanya…
    terima kasih atas tulisan dan jawabannya…

  28. 35

    Riska Rizal Tanjung said,

    abangda Azhar Tanjung, : di rumah saya ada punya daftar silsilah ( bisa juga di sebut tarombo ). Yang mencatat sejarah turunan kami mulai dari yang paling atas Balang Manunggal dan Raja Bungaran. Sampai ke saya. Daerah asal dari tanjung kupiah sampai dengan Roburan lombang Mandailing natal. Tapi karena tidak begitu mengenal sesama Marga Tanjung. Melalui media ini saya minta kepada abangda supaya memberikan informasi lebih banyak.

  29. 36

    “Tanjung adalah marga pendatang ke Sumatera Barat.”, ini adalah kutipan yang saya kutip dari tulisan bpk. ashar tanjung. Seharusnya bapak harus meneliti lebih dalam lagi tentang asal-usul suku tanjung yang ada di Sumatera Barat, saya sepakat dengan pendapat bpk. Edy tanjung dan Bpk. Afandi adya, yang intinya bahwa Tanjung Minangkabau bukan berasal dari batak dan orang suku tanjung minangkabau bukan pendatang, dan kutipan yang lain juga saya ambil masih dalam tulisan yang bpk tulis di blog bapak ashar ini.

    “Namun budaya Tanjung di Sumatera Barat sudah beradaptasi dengan budaya di ranah Minang. Tapi yang jelas, Tanjung bukan penduduk asli Sumatera Barat. Itu terbukti dengan tidak adanya tanah adat orang bermarga Tanjung di Padang dan seluruh Sumatera Barat. Kalaupun ada, itu karena dìbeli. Bukan karena warisan keturunan.”

    untuk Bpk. Ashar ketahui bahwa saya sangat amat keberatan dengan pendapat atau yang mungkin bpk sebut sebagai hasil penelitian bpk. Ashar, bahwa Alm. dari mamak saya merupakan salah satu tokoh suku tanjung koto di dalam Lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN), kalau dilihat secara sejarah dan logika apakah mungkin seorang pendatang dapat menjadi tokoh masyarakat apalagi menjadi kepala suku tanjung koto?, dan untuk bpk. Ashar ketahui lagi, bahwa saya adalah generasi ketujuh dari silsilah keluarga besar saya (itu yang saya ketahui) dan silsilah keluarga besar saya sudah direvisi (diperbarui) 2 kali, yang artinya bahwa keluarga besar saya sudah ada di padang dari generasi jauh di atas saya, dapat bapak ashar bayangkan sudah berapa abad keluarga saya tinggal di padang?, dan dari generasi ke generasi keluarga kami memiliki warisan pusaka tinggi, yang artinya warisan dari nenek buyut kami, kalau bpk mengaku keturunan minang pastinya bpk tahu apa yang di namakan pusaka tinggi.

    saya sebagai orang minang yang memiliki suku tanjung meminta agar bpk menghapus tulisan bpk tersebut atau paling tidak bpk ashar dapat merubah tulisan-tulisan tersebut agar kami selaku keturunan suku tanjung minangkabau pada umumnya dan suku tanjung koto pada khususnya tidak tersinggung dengan tulisan yang bpk tulis tersebut.

    alangkah bijaknya kalau bapak ashar memiliki niat untuk mau belajar lagi tentang suku (tanjung) minangkabau kami di lembaga-lembaga yang dapat dipercaya paling tidak dengan bapak belajar bapak tidak sembarangan menulis dan mengarang cerita dongeng sampahan ini.

    kami sebagai warga suku tanjung siap membantu bapak, kalau perlu kami bimbing bapak sampai bapak memahami suku kami.

    kami tunggu kedatangan bapak Ashar Tanjung di Kota padang tepatnya lembaga KERAPATAN ADAT NAGARI yang ada di sumatera barat.

    • 37

      saya juga sependapat bahwa marga tanjung di minang tidak sama dengan di batak ,jadi itu salah, jadi marga marga dibatak sangat banyak termasuk marga tanjung di batak utara ada di batak mandailing juga ada , kesimpulan yang saya tau batak yang marga tanjung baik dari utara maupun dari mandailing atau tapanuli selatan adalah turunan raja batak yaitu raja bor bor, turunan raja bor bor itu ada 13 marga termasuk , lubis, harahap, pasaribu,manik, malau, pulungan,batubara, tanjung,matondang, sagala, 3 lagi lupa nsaya mari kita cari bersama , mudah2an ini menjadi bahan terimakasih

  30. 38

    jefri manurung said,

    Minang Itu suka membalikkan fakta….
    Lihat aja di Internet, banyak orang minang bilang kalau Chairul tanjung itu orang Minang. Mana buktinya?????
    Kalau saya bisa buktikan Cari saja di Google
    Chairul Tanjung pada Pesta Danau TOba….

    • 39

      Rang Tanjuang said,

      Sdr. Jefri M., kita tidak tau siapa yg mulai mengatakan bahwa CT itu org Minang. Bisa saja dimulai oleh media lalu org Minang ikutan membahasnya, bahkan sempat masuk dalam “Daftar tokoh Minangkabau” di Wikipedia. Tapi setelah diketahui bahwa dia bukan orang Minang setelah bukunya diterbitkan, maka namanya-pun dikeluarkan dari daftar. Kami org Minang gak perlu mengklaim tokoh lain, karena tokoh Minang sudah sangat banyak. Hasyim Ning pernah jadi konglomerat terkaya di Indonesia pada zamannya.

      Saya harap Sdr. Jefri M. jgn melecehkan Minang. Ini saya sampaikan beberapa fakta keras yang tak terbantahkan.

      Org Minang sudah merantau sejak lama, jauh lebih dulu dibanding yg lain.

      - Abad-15 sudah merantau ke Semenanjung Malaya, lalu mendirikan Kerajaan Negeri Sembilan yg rajanya dikirim langsung dari Pagaruyung.
      - Raja Bagindo juga perintis Kesultanan Sulu di Filipina Selatan pada abad-15.
      - Datuk Mahkota, Datuk ri Bandang, Datuk Pattimang, Datuk ri Tiro, Datuk Karama, Datuk Mangaji, Tuan Tunggang Parangan, ulama-ulama Minangkabau yg mengislamkan Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara pada abad-16.
      - Teuku Nanta Seutia, Teuku Umar dan Cut Nyak Dien, panglima perang Aceh, keturunan Datuk Makhudum Sati, perantau pemberani dari Minang.
      - Tuanku Abdul Rahman (raja pertama Malaysia) dan Yusof Ishak (presiden pertama Singapura) adalah keturunan Minang.
      - Tan Malaka, Hatta, Syahrir, 3 dari 4 pendiri RI adalah orang Minang (baca Tempo edisi khusus th. 2000).
      - Hassanal Bolkiah sultan Brunei juga masih punya garis keturunan dari Pagaruyung.
      - Bahkan ahli sejarah juga berpendapat bahwa Dapunta Hyang pendiri Sriwijaya pada abad-7 berasal dari Minanga Tamwan atau Minangkabau kuno.
      - Masih banyak fakta-fakta mengagumkan yg tak perlu ditulis satu-persatu, sehingga banyak ahli yg menyatakan bahwa Minang adalah suku tersukses.

      Juga perlu disimak apa kata Uli Kozok yg menyatakan bahwa Kerajaan Pagaruyung pada masanya adalah “Balance of Power” di barat nusantara terhadap Majapahit di timur nusantara. Juga buku “History of Sumatera” karya William Marsden yang menulis bahwa Minangkabau pernah menguasai hampir seluruh Sumatera dan Negeri Sembilan di Semenanjung Malaya.

      Kepada Sdr. Jefri M., untuk lebih memahami Minangkabau, saya sarankan utk membaca artikel “Orang Minang” di Wikipedia, yg sudah mendapat bintang sebagai artikel pilihan dengan bejibun referensi. Atau artikel “Daftar tokoh Minangkabau”.

      Sekedar berbagi, ini linknya: http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Minang
      http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_Minangkabau

      Terma kasih, salam

  31. 40

    Imbalo Tanjung said,

    Aku berasal dari pasar laru sekarang tinggal di bandung sejak 1982 sampai sekarang. aku mau tanya saja Bang, boleh gak bagi bagi silsilahnya/tarombo?, itu saja Bang wassalam. imbalo

  32. 41

    budi tanjung said,

    wawwwww…
    saya sangat setuju dengan pendapat bapak edy tanjung dan affandri,..
    Tak logis saja rasanya orang Batak itu punya budaya merantau, apalagi pada waktu berabad2 silam.
    betul kata pak afandri, orang batak baru tau dunia luar masih jauh sesudah orang minang sudah maju…
    wilayah batak pun kecil nya… hanya sekitar danau toba paling..

    buktinya, daerah peisisir barat, itu semua adalah koloni/keturunan Minang, sedangkan di bahagian pesisir timurnya di dominasi oleh koloni/keturunan melayu.. sedangkan suku tanjung itu identik dengan orang2 Pesisir.. jadi tak logis lah kalau tanjung minang berasal dari tanjung batak..

    jika tanjung itu memang identik dengan orang2 pesisir, Pesisir mana yang daerah koloni/keturunan batak..?

  33. 42

    Horas Ipar: Ashar Tanjung. Tuhan memberkatimu.
    Saya terharu melihat semangatmu! Melalui tulisan ‘sederhana’ ini, saya melihat ketulusanmu dalam menelusur jejak-jejak leluhur. Andaikan ‘banyak’ orang seperti Ipar (tak hanya Tanjung, tapi marga-marga lain juga), persaudaraan dan persatuan kitalah salah satu yang terkuat. Dan persatuan ini pada akhirnya sangat diperlukan dalam kerangka Indonesia.

    Lanjut Ipar!
    Horas jala Gabe

  34. 43

    Terima kasih dan salam horas buat semua pengunjung halaman saya. Salam buat semua meski tak sya tuliskan namanya satupersatu.

  35. 44

    Rum Tanjung said,

    Maaf Kalau saya salah. Saya tidak banyak tahu hal marga tanjung tapi dari cerita turun menurun yang ku ketahui marga tanjung bukan asli orang mandailing akan tetapi waraga kehormatan di mandailing.Ini terjadi pada saat kerajaan yang ada di tanah mandailing terjadi kerusuhan maka Raja dari mandailing meminta bantuan kepada Hulubalang manunggal (asalnya dari satu kerajaan kecil yang berada di tanjung kopiah) untuk dapat mengamankan kerusauhan yang terjadi.Singkat cerita Kerusuhab reda Dan Hulu Balang Manunggal Mendapat kehormatan di mandailing dan boleh mengunakan kebiasaan 2 kerajaan,

  36. 45

    Goldtri Lumban Gaol said,

    Terima kasih untuk tulisan nya, Pak Anshar.
    Saya ketemu blog ini, karena ingin mencari identitas Chairul Tanjung, pemilik Para Group (Trans Corp, dll). karena saya membaca beberapa artikel mengatakan dia adalah pengusaha berdarah minang, padahal setahu saya bahwa tanjung itu batak.
    Bapak punya info tentang asal usul Tanjung-nya pak Chairul Tanjung tsb?

    • 46

      hirass said,

      Chairul tanjung itu batak – sunda, dia sendiri yg ngomong pada waktu seminar disalah satu universitas di sumatra utara, dan lihat juga di wikepedia,

  37. 47

    Untuk pak anshar,terima kasih.

    Saya adalah seseorang keturunan marga tanjung tetapi saya tinggal di tanah karo,saya tidak tau asal usul dari marga saya tersebut.Ayah saya bilang marga tanjung ada di tanah karo sudah 11-13 keturunan.
    Mulai daRi kakek buyut-kami sekarang.

    Bisakah bapak jelaskan mengapa marga tanjung sampai ke tanah karo?

  38. 48

    IRWAN TANJUNG said,

    AH PUSINGH DEH MAU DIBILANG MARGA / SUKU TERSERAH NAU DARI SUMUT/ SUMBAR TERSERAH YG PENTING DAH HIDUP DGN TENANG BAHAGIA DIDUNIA MATINYA MASUK SURGA AMIINNNN??

  39. 49

    saya mau nanya nih .
    Ayah saya marga Tanjung ( Minang )
    dan Ibu saya boru Sinaga ( Batak ).
    yg saya ingin tanya , saya ini sebenarnya marga apa ??

  40. 50

    saiful tanjung said,

    Saya bersuku Tanjung dari pihak ibu. Kedua orang tua saya asli orang Pariaman Sumbar dan merantau ke Pematang Siantar, sebuah kota yang penduduknya beragam suku bangsa. Kami 12 bersaudara lahir dan besar di Pematang Siantar,.Adat istiadat kami tetap minang, tapi tutur bahasa, gaya kami mencerminkan kami anak siantar..Kami cantumkan marga Tanjung karena lingkungan kami memakai marga (siantar ibukota kabupaten simalungun). Merantau ke jakarta sejak tahun 80 hingga saat ini saya merasa orang minang tulen (karena itu yg sebenarnya) tapi kalau mudik bilangnya mudik ke Siantar, jadi lengkaplah saya mendapat kekayaan pengalaman sebagai orang Indonesia. Tahun 1982, ayah saya yang bersuku Koto diberi Marga olah ibu angkatnya yang kami panggil Inang Napitupulu dengan marga suaminya, Marga Simanjuntak. Buat saya tidak soal Tanjung dari Sumbar yang merantau dan berkembang biak di Sumut atau sebaliknya. Sebagai anak Siantar (pusat budaya Batak dan juga agama Kristen), tapi sebagai keturunan Minang dan Muslim membuat saya bersyukur menjadi orang Indonesia. Beragam suku, beragam agama, beragam asal usul (termasuk pembahasan blog ini) dengan segala argumentasi dan penjelasan, saya harapkan itu cukup menjadi kita mempunyai kekayaan ilmu pengetahuan dan sejarah. Indonesia Merdeka tahun 1945 dengan menyatukan berbagai bangsa dari Barat sampai ke Timur dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika…. marga Tanjung hanya bagian kecil dari kebesaran Bangsa Indonesia…beragumentasi dan berdebat serta berbeda pandangan boleh dan sah2 saja…yg penting jangan lupa mendirikan Negara Indonesia ini dengan darah dan airmata pejuang pendahulu kita…itu yang layak kita jaga. dan banggakan..semoga


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: