Banyak orang yang mampu keuangannya untuk pergi berhaji, tapi ia belum pergi. Kenapa?
Ada banyak alasan:
- Merasa uang yang ia peroleh bercampur yang tidak halal.
: Carilah uang yang halal. Sebab di hari tua, anda pasti menyesal.
- Merasa masih kurang mampu menjalankan ibadah lainnya.
: Haji adalah kewajiban. Kewajiban berhaji takkan terhapus karena tak mampu melakukan ibadah lainnya.
- Masih ingin melanggar hukum hukum agama, jadi haji belum pantas dicapai.
: Tidak ada hubungan dosa melanggar hukum dengan haji. Bila mampu, tetap wajib.
- Merasa lebih enak kalau berdarmawisata.
: Naik haji juga seperti berdarmawisata, tapi lengkap dengan sholatnya.
- Malu karena kita banyak dosa.
: Orang yang sedang pergi berhajipun belum tentu sedikit dosanya.
- Takut uang simpanan akan habis.
: Tuhan sudah berjanji untuk menggantinya bila anda ikhlas.
- Ada juga nampaknya yang uangnya tidak berganti.
: Berarti mereka tidak iklas.
- Masih banyak pengetahuan agama yang belum diketahui.
: Orang yang sudah pergipun belum tentu banyak ilmunya. Lagi pula menuntut ilmu itu wajib. Pelajari saja.
- Kita masih terlalu banyak dosa.
: Naik haji saja, dosamu akan diampuni.
- Malu kalau dibilang alim atau terlalu taat.
: Lebih baik jadi orang taat. Orang yang tidak taat itu karena ia tak mampu untuk taat. Padahal ia ingin jadi taat.
- Lebih enak wisata ke tempat bersejarah.
: Kota Mekkah dan Madinah lebih bersejarah lagi.
- Anak anak belum selesai kuliah.
: Mengkuliahkan anak tidak wajib, tapi berhaji adalah wajib jika mampu.
- Kenapa tak wajib mengkuliahkan anaknya.
: Kalau wajib, berarti akan berdosalah orang yang tak mampu.
- Anak anak belum berumah tangga.
: Bukan kewajiban kita untuk mengawinkan anak laki laki kita. Dia yang wajib kawin bila ia mampu.
: Kalau kita tolong anak untuk menikah?
- Itu hukumya sunnah. Tapi berhaji tetap wajib bila kita mampu.
- Takut meninggalkan perusahaan.
: Perlu diingat, besok kita belum tentu masih hidup.
Hadith Muhammad:
Orang yang meninggal belum berhaji padahal ia mampu, pilihannya hanya mati Nasrani atau mati Jahudi.
Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih.









![images2[1]](http://ashartanjung.files.wordpress.com/2010/05/images21.jpg)





