Arsip untuk Juli 28, 2009

MENGAPA TAK SUKA BERHAJI

Banyak orang yang mampu keuangannya untuk pergi berhaji, tapi ia belum pergi. Kenapa?
Ada banyak alasan:

- Merasa uang yang ia peroleh bercampur yang tidak halal.
: Carilah uang yang halal. Sebab di hari tua, anda pasti menyesal.

- Merasa masih kurang mampu menjalankan ibadah lainnya.
: Haji adalah kewajiban. Kewajiban berhaji takkan terhapus karena tak mampu melakukan ibadah lainnya.

- Masih ingin melanggar hukum hukum agama, jadi haji belum pantas dicapai.
: Tidak ada hubungan dosa melanggar hukum dengan haji. Bila mampu, tetap wajib.

- Merasa lebih enak kalau berdarmawisata.
: Naik haji juga seperti berdarmawisata, tapi lengkap dengan sholatnya.

- Malu karena kita banyak dosa.
: Orang yang sedang pergi berhajipun belum tentu sedikit dosanya.

- Takut uang simpanan akan habis.
: Tuhan sudah berjanji untuk menggantinya bila anda ikhlas.

- Ada juga nampaknya yang uangnya tidak berganti.
: Berarti mereka tidak iklas.

- Masih banyak pengetahuan agama yang belum diketahui.
: Orang yang sudah pergipun belum tentu banyak ilmunya. Lagi pula menuntut ilmu itu wajib. Pelajari saja.

- Kita masih terlalu banyak dosa.
: Naik haji saja, dosamu akan diampuni.

- Malu kalau dibilang alim atau terlalu taat.
: Lebih baik jadi orang taat. Orang yang tidak taat itu karena ia tak mampu untuk taat. Padahal ia ingin jadi taat.

- Lebih enak wisata ke tempat bersejarah.
: Kota Mekkah dan Madinah lebih bersejarah lagi.

- Anak anak belum selesai kuliah.
: Mengkuliahkan anak tidak wajib, tapi berhaji adalah wajib jika mampu.

- Kenapa tak wajib mengkuliahkan anaknya.
: Kalau wajib, berarti akan berdosalah orang yang tak mampu.

- Anak anak belum berumah tangga.
: Bukan kewajiban kita untuk mengawinkan anak laki laki kita. Dia yang wajib kawin bila ia mampu.

: Kalau kita tolong anak untuk menikah?
- Itu hukumya sunnah. Tapi berhaji tetap wajib bila kita mampu.

- Takut meninggalkan perusahaan.
: Perlu diingat, besok kita belum tentu masih hidup.

Hadith Muhammad:
Orang yang meninggal belum berhaji padahal ia mampu, pilihannya hanya mati Nasrani atau mati Jahudi.

Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya:
KLIK DISINI
Terima kasih.

Komentar bertahan »

OBAT SAKIT DI DADA

Bagaimana menyembuhkan sakit di dada? Apa penyebab sakit di dada? Ini masalah yang tidak bisa kita dianggap sepele. Pernah suatu hari istri saya sakit dada. Bergerak sedikit, dadanya jadi sakit. Bahkan dalam keadaan diampun ia merasa sedikit sakit di dadanya. Jadi ketika belum sempat di cek ke dokter karena kebetulan istri saya agak enggan untuk berobat, lalu saya buka situs mengenai orang yang menderita sakit atau perih di dada di internet. Jadi dari banyaknya situs yang saya temukan, ternyata sakit di dada itu bisa diakibatkan jantung yang kurang sehat dan bisa juga karena asam lambung yang berlebihan. Jadi sebagaimana kita ketahui, asam lambung itu disebabkan asam yang berlebihan di lambung. Ini yang sering kita dengar dengan penyakit maag. Jadi karena saya tahu apa makanan yang tidak boleh dimakan orang yang menderita penyakit mag, jadi saya melarang istri saya untuk memakannya. Sebagai contoh buah nangka. Kebetulan pula istri saya sangat suka menggulai buah nangka. Jadi sebagai tambahan obat yang cocok untuk mengobati penyakit dada ini saya tuliskan juga di halaman saya ini. Obatnya ialah madu. Bagi penderita penyakit maag dan juga penderita sakit dada karena asam lambung yang meningkat adalah madu (madu lebah). Jadi setelah istri saya mencoba madu ini sebagai obatnya, akhirnya sakit dadanya menjadi hilang dan kami tidak pergi ke dokter lagi. Memang ternyata benar sakit dada istriku karena meningkatnya asam lambung, Buktinya di satu hari istri saya merasa rindu makan nangka. Lalu ia memakannya. Esok harinya dadanya langsung terasa sakit. Tepat di sekitar payudara. Lalu kami mencoba metode pengobatan tadi. Ternyata penyakit istri saya jadi sembuh. Kemudian belakangan ini saya sudah sering menemukan orang yang sakit dada. Kuajari dan ia buktikan. Memang benar apa yang telah saya anjurkan. Lagi pula mengenai madu ini, ada satu ayat di dalam Al Qur’an yang mengatakan bahwa madu adalah obat dari segala obat.
Oleh penulis buku: 40 HARI DI TANAH SUCI (berisi pengalaman saat berhaji).
Bila anda ingin mendapatkan bukunya: KLIK DISINI
Terima kasih.

Komentar (41) »

TERNYATA AMERIKA TIDAK PERNAH KE BULAN

Ternyata berita austronot Amerika tentang pendaratannya ke bulan adalah bohong besar. Berita ini kubaca pada surat kabar Waspada yang terbit pada Minggu 26 07 2009.
Sebelum adanya surat kabar ini, sungguh benar benar saya telah percaya bahwa austronot Amerika telah menginjakkan kakinya di permukaan bulan. Tapi kepercayaan itu sirna setelah pekerja Naza sendiri mengakui bahwa itu cuma berita rekayasa. Masyarakat dunia dibohongi karena persaingan Amerika dengan Uni Sovyet pada masa itu. Lagi pula, kalaulah itu benar terjadi, kenapa tidak ada lagi yang pernah pergi ke bulan setelah pendaratan Neil Amstrong dan teman temannya pada tahun 1971. Bagaimana mengenai cerita bahwa Neil Amstrong yang mendengar suara adzan di bulan? Semua pemercaya agama akan percaya kalau kita memuji agamanya dengan cara seperti ini. Andainya ada antariksawan yang mengaku pergi ke bulan pula, dia melihat semua mesjid di muka bumi terus bercahaya, tentu kalau ini diceritakan pada pemercaya ummat Islam, sudah barang tentu penganut agama ini akan percaya. Sama halnya kalau diberitakan bahwa semua gereja bercahaya kalau dipandang dari langit. Pemercaya Kristen akan banyak yang meyakini cerita ini. Tapi hari ini pendaratan antariksawan ke bulan itu telah tersiar bahwa itu hanya kebohongan. Hanya terjadi karena perlombaan teknologi antar negara. Rupanya gambar austronot yang mengibarkan bendera di bulan, ternyata di lakukan di padang pasir dekat pangkalan militer Amerika. Dan austronot yang diphoto itu dicuci otaknya agar tidak menceritakan hal ini pada siapa pun. Memang sungguh luar biasa mereka menyimpan rahasia bohong ini. Sempat mencapai 8 dasawarsa lamanya.
Bagaimana pendapat Islam tentang pendaratan ke bulan?
Dalam Al Qur’an diterangkan bahwa: KAMU TIDAK AKAN BISA PERGI KE PENJURU PENJURU LANGIT, KECUALI DENGAN SULTON.
Berarti manusia akan bisa ke sana, tapi mesti memakai sulton. Sebagian ulama berpendapat bahwa sulton adalah ilmu pengetahuan. Kemudian ada tertulis di Al Qur’an:
KAMI TELAH MENGHIASI LANGIT YANG PALING DEKAT ITU DENGAN BINTANG BINTAN.(surat al wakiyah)
Jadi menurut kitab Islam, bisa saja manusia pergi ke bulan kalau kita punya sulton, sebab bintang saja masih dianggap dekat menurut Al Qur’an, apalagi bulan. Tapi sampai hari ini, manusia belum mampu ke bulan.
By writer of Hajji Book:
40 Hari Di Tanah Suci

Komentar (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.